Pengemudi Scoopy Tewas Tertimpa Truk Tebu, Polisi Temukan Fakta Baru

Redaksi


Pengemudi Scoopy Tewas Tertimpa Truk Tebu, Polisi Temukan Fakta Baru

Evakuasi korban dari bawah bak truk tebu.

BACASAJA.ID - Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Polisi temukan fakta baru dalam kejadian tergulingnya truk tebu yang akibatkan 1 korban jiwa.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, ada faktor human error yang dilakukan pengemudi truk.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Bayu Agustyan saat dikonfirmasi mengatakan truk tebu itu kelebihan muatan.

"Kelalaian si driver pasti ada, kemungkinan nanti jadi tersangka," jelas Kasat Lantas, Senin (11/10/21).

Truk itu mengangkut tebu dari Ngadirejo Kabupaten Kediri dan hendak dibawa ke Klaten, Jawa Tengah. Dari pemeriksaan, berat muatan sekitar 7 ton dan melebihi berat yang ditentukan.

Fakta lainya, rem truk ternyata blong atau tak berfungsi. Polisi bakal memanggil pemilik kendaraan untuk diperiksa.

"Kita juga akan memanggil pemilik kendaraan," jelasnya.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Pahlawan. Ruas jalan ini ditetapkan sebagai black spot (rawan kecelakaan).

Sudah 2 bulan di jalan ini tak terjadi kecelakaan, sehingga status black spot akan dicabut. Namun dengan kejadian ini status black spot kemungkinan diperpanjang lagi.

"Iya (diperpanjang) artinya sepanjang jalan itu rawan," jelasnya.

Disinggung yang perlu dievaluasi pasca kejadian itu, Kasat Lantas jelaskan selain dari sisi rambu juga perilaku pengguna jalan.

Kecelakaan bisa terjadi dari perilaku pengguna jalan yang tidak disiplin berlalu lintas, hingga berujung kecelakaan.

Sebelumnya, seorang pria, Mohamad Viky Badriawan (25), warga Desa Batokan Kecamatan Ngantru tewas setelah tertimpa truk muatan tebu, di Jalan Pahlawan Kabupaten Tulungagung, tepatnya di selatan Makam Pahlawan, Minggu (10/10/21), sekitar pukul 10.45.

Kejadian ini bermula saat motor Scoopy bernopol AG 3975 RCK berwarna merah dan putih yang dikendarai oleh Viky dari arah Utara ke Selatan.

Bersamaan ada mobil Taft warna hitam nopol AE 1496 SU yang dikendarai oleh Ahmad Indra Purwanto warga Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol.

Lalu ada sebuah bus pariwisata, dan sebuah truk pengangkut tebu bernopol AD 1396 PP yang dikemudikan oleh Arif Purwanto dan kernet Rizki Mujiati, keduanya warga Klaten Jawa Tengah.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil Taft hendak belok ke timur, dari belakang bus mengerem mendadak.

Truk pengangkut tebu dibelakang bus lalu mengerem mendadak. Lantaran tak bisa berhenti, truk lalu banting stir ke kiri dan mengenai bus, mobil dan motor disampingnya.

Selepas menabrak, truk lalu terguling bersama muatannya. Nahas pengemudi Scoppy tertimpa bak truk dan muatan tebunya. (JP/t.ag/rg4)