Benarkah Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Dalangi Aksi Rusuh?

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo

i

BACASAJA.ID - Bareskrim Polri menetapkan 9 orang aktivis KAMI sebagai tersangka, terkait demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh pada 8 Oktober 2020. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menduga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bisa menjadi target berikutnya. Apa indikasinya?

Neta S Pane menyatakan penangkapan aktivis kritis ini kelima kalinya selama pemerintahan Jokowi. Sebelumnya, empat penangkapan terhadap para aktivis dengan tuduhan makar tidak dilanjutkan ke pengadilan. "Padahal tuduhannya sangat serius, yakni makar. Tapi kok tidak lanjut ke pengadilan?" kata Neta, Jumat (15610/2020).

Neta menduga kasus tersebut tak dilanjutkan karena rezim saat ini tidak yakin dengan tuduhan makar tersebut. Karena itu, setelah ditahan beberapa minggu, para aktivis kritis tersebut dibebaskan semuanya.

"Jadi tiga penangkapan terdahulu yang dilakukan rezim Jokowi hanyalah sekadar terapi kejut buat para aktivis kritis dan proses demokrasi. Bagaimana dengan penangkapan Syahganda dkk atau para petinggi KAMI? Semua itu tak lain juga sekadar terapi kejut untuk para pengikut KAMI," tutur dia.

Neta menilai, sejak semula rezim Jokowi sudah mengincar pergerakan KAMI, yang dianggap cenderung menjengkelkan. Berbagai aksi penolakan di berbagai daerah sudah dilakukan tapi aktivis KAMI tetap saja "bandel" bermanuver. Untuk menangkap mereka, polisi tidak ada alasan kuat.

"Tiba-tiba melakukan penangkapan pasti akan ramai-ramai dikecam publik. Sehingga pas ada momentum aksi demo menolak UU Cipta Kerja, penangkapan pun dilakukan," ujar dia.

Penangkapan Syahganda Nainggolan dkk dilakukan ketika aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja marak di berbagai daerah. Menurut Neta, penangkapan para aktivis sebelumnya dilakukan pada momentum yang sama. ”Penangkapan ini sama seperti dilakukan terhadap Hatta Taliwang dkk maupun Eggi Sudjana saat akan terjadinya aksi demonstrasi besar di periode pertama pemerintahan Jokowi,” ujar dia.

Neta mengatakan setidaknya ada tiga tujuan penangkapan Syahganda dkk. Pertama, untuk mengalihkan konsentrasi buruh dalam melakukan aksi demo dan menolak UU Ciptaker. Kedua, memberi terapi kejut bagi KAMI dan jaringannya agar tidak melakukan aksi-aksi yang "menjengkelkan" rejim Jokowi. Ketiga, menguji nyali Gatot Nurmantyo sebagai tokoh KAMI apakah dia akan berjuang keras membebaskan Syahganda dkk atau tidak.

"Jika terus bermanuver bukan mustahil Gatot akan diciduk rejim, sama seperti rezim menciduk sejumlah purnawirawan di awal Jokowi berkuasa di periode kedua kekuasaannya sebagai presiden," ucapnya.

Lebih lanjut Neta mengatakan, jika melihat tuduhan yang dikenakan kepada Syahganda dkk, tuduhan itu adalah tuduhan ecek-ecek dan sangat lemah serta sangat sulit dibuktikan. Sehingga IPW melihat kasus Syahganda Cs ini lebih kental nuansa politisnya. Sasarannya bukan untuk mencegah aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja tetapi manuver untuk menguji nyali Gatot Nurmantyo.

"Sehingga pada ujungnya nanti Syahganda Cs diperkirakan akan dibebaskan dan kasusnya tidak sampai ke pengadilan seperti empat kasus makar terdahulu, terutama kasus Hatta Taliwang cs," pungkas dia.

Sementara itu, Aktivis 98, Immanuel Ebenezer mengaku sudah memiliki informasi mengenai dugaan kuat keterlibatan mantan panglima TNI itu dalam aksi-aksi di sejumlah wilayah di Indonesia. "Kalau dugaan kuat itu benar adanya. Maka Kami minta Gatot untuk berhenti mendalangi aksi-aksi unjuk rasa itu. Sudah cukup korban-korban berjatuhan," tegas pria yang akrab disapa Noel itu kepada wartawan, Jumat (16/10).

Seandainya dugaan itu benar dan Gatot masih melakukan hal yang sama secara terus menerus, maka Noel meminta agar yang bersangkutan segera diproses secara hukum "Kalau ada sajian buktinya. Saya kira Polri harus tegas, negara harus bersikap. Jangan sampai ada pembiaran, ini negara hukum," jelas ketua umum Jokowi Mania (Joman) itu.

Noel menegaskan bahwa pembiaran terhadap otak unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan akan menyebabkan lemahnya legitimasi negara. Dan siapapun yang menjadi dalang harus diungkap dan tanpa keraguan diproses secara hukum. "Tanpa keraguan. Siapapun aktor intelektualnya harus diusut. Kasihan rakyat dan negara ini,” tandas Noel.

Terpisah, Gatot Nurmantyo menanggapi tudingan dalang demo Omnibus Law UU Cipta Kerja. Gatot mengatakan banyak pihak membangun persepsi, termasuk pemerintah yang menuding KAMI sebagai dalang demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Hingga akhirnya sejumlah petinggi KAMI ditangkap.

"Ya, saya pikir itu suatu persepsi orang, betapa KAMI itu, hebat sehingga disampaikan gitu," kata Gatot saat ditanya soal KAMI dituding dalang demo, dalam Channel Youtube resmi milik Refly Harun, yang terlihat Jumat (16/10).

Meski begitu Gatot menyadari persepsi yang muncul ini bisa jadi lantaran KAMI memang kerap mengkritik pemerintah terkait Omnibus Law itu. Bahkan secara resmi KAMI juga menyatakan dukungan terhadap aksi massa, baik dari kalangan buruh maupun mahasiswa dalam demo menolak omnibus law.

"Tetapi bisa juga orang berpersepsi gitu karena memang secara resmi KAMI mendukung demo yang dilakukan buruh dan mahasiswa," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga sempat melontarkan guyon terkait tudingan bahwa KAMI menunggangi aksi besar-besaran di berbagai daerah ini. Menurutnya, sangat hebat KAMI yang baru berusia dua bulan sejak dideklarasikan pertama kali bisa memberi komando aksi massa di seluruh Indonesia.

"Ya, saya hanya sampaikan, alhamdulillah, luar biasanya KAMI belum berumur dua bulan tapi bisa mengerahkan jutaan orang demo seluruh Indonesia dan hebatnya KAMI tidak ikut," kata dia bergurau. (ji/an/ril)

Tag :

Berita Terbaru

Dari Kota Pahlawan Menuju Panggung Dunia, Ajeng Wira Wati Dorong Parade Surabaya Juang Jadi Wisata Sejarah Internasional

Dari Kota Pahlawan Menuju Panggung Dunia, Ajeng Wira Wati Dorong Parade Surabaya Juang Jadi Wisata Sejarah Internasional

Minggu, 01 Nov 2026 18:56 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:56 WIB

SURABAYA – Surabaya punya modal besar untuk dikenal dunia, bukan hanya sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai kota yang menyimpan jejak heroisme dan s…

Catat Tanggalnya! Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026: Pameran Inovasi, UMKM, dan Konser Gratis

Catat Tanggalnya! Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026: Pameran Inovasi, UMKM, dan Konser Gratis

Minggu, 01 Nov 2026 15:57 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 15:57 WIB

PONOROGO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersiap menggelar perhelatan akbar bertajuk Kemilau Pekan Raya Ponorogo. Acara yang memadukan pameran inovasi…

Pemanfaatan DBHCHT Ponorogo: Cover 57 Ribu BPJS Ketenagakerjaan dan Pelatihan Kerja

Pemanfaatan DBHCHT Ponorogo: Cover 57 Ribu BPJS Ketenagakerjaan dan Pelatihan Kerja

Minggu, 01 Nov 2026 15:51 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 15:51 WIB

PONOROGO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Berkat kontribusi besar para …

Merawat Persatuan dan Toleransi, Wakapolda Sulbar Sambangi Jemaat Gereja Toraja Mamuju

Merawat Persatuan dan Toleransi, Wakapolda Sulbar Sambangi Jemaat Gereja Toraja Mamuju

Minggu, 01 Nov 2026 15:43 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 15:43 WIB

POLDA SULBAR - Semangat kebersamaan dan kerukunan terus dijaga oleh Kapolisian Daerah Sulawesi Barat lewat program Minggu Kasih. Kali ini, Wakapolda Sulbar …

Anggaran Mi Instan BPBD Jatim Rp17,24 Miliar, Ketua Fraksi PDIP Lantarkan Sorotan Menohok

Anggaran Mi Instan BPBD Jatim Rp17,24 Miliar, Ketua Fraksi PDIP Lantarkan Sorotan Menohok

Minggu, 01 Nov 2026 12:34 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:34 WIB

SURABAYA- Anggaran pengadaan logistik penanganan bencana di Jawa Timur menjadi sorotan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana. Dia…

Kasus Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Surabaya Pulangkan Korban dan Tindak Penyalur Tak Berizin

Kasus Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Surabaya Pulangkan Korban dan Tindak Penyalur Tak Berizin

Minggu, 01 Nov 2026 12:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:26 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menangani kasus dugaan penyekapan calon Asisten Rumah Tangga (ART) di Jalan Kedung Anyar, Kecamatan…

Anggota DPR RI: Keuntungan Korporasi dari Tindak Pidana Karhutla Harus Dirampas

Anggota DPR RI: Keuntungan Korporasi dari Tindak Pidana Karhutla Harus Dirampas

Minggu, 01 Nov 2026 12:10 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:10 WIB

JAKARTA-  Anggota DPR RI Muhammad Kholid, menegaskan keuntungan dari korporasi pelaku tindak pidana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) harus dirampas. Hal …

40 Titik Peredaran Miras di Surabaya Masuk Radar Satpol PP, 15 Toko Disegel

40 Titik Peredaran Miras di Surabaya Masuk Radar Satpol PP, 15 Toko Disegel

Minggu, 01 Nov 2026 12:05 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:05 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras) yang tidak sesuai dengan ketentuan perizinan.…

Dishub Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Sediakan 14 Kantong Parkir untuk Parade Juang 2026

Dishub Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Sediakan 14 Kantong Parkir untuk Parade Juang 2026

Minggu, 01 Nov 2026 05:52 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 05:52 WIB

SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyiapkan rekayasa lalu lintas dan 14 titik kantong parkir untuk mendukung kelancaran Parade Juang 2026…

Jamin Perjalanan Aman dan Selamat, Satgas Operasi Patuh Marano 2026 Cek Menyeluruh Kendaraan dan Kesehatan Supir

Jamin Perjalanan Aman dan Selamat, Satgas Operasi Patuh Marano 2026 Cek Menyeluruh Kendaraan dan Kesehatan Supir

Sabtu, 31 Okt 2026 21:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 21:05 WIB

POLDA SULBAR - Memastikan setiap penumpang berangkat dengan aman dan pulang dengan selamat, Polda Sulbar bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja…