9 Hari Operasi Zebra Semeru 2021, tak Ada Warga Tulungagung yang Ditilang

Redaksi


9 Hari Operasi Zebra Semeru 2021, tak Ada Warga Tulungagung yang Ditilang

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Bayu Agustyan saat membagikan masker pada warga.

BACASAJA.ID - Sejak dimulai pada 15 November 2021 lalu, tak ada warga Tulungagung yang kena tilang dalam Operasi Zebra Semeru 2021.

Sebab, dalam pelaksanaan operasi ini, lebih ditekankan pada memutus penularan Covid-19. Kasat Lantas Polres Tulungagung,

AKP Muhammad Bayu Agustyan melalui KBO Lantas, Iptu Karnoto menjelaskan pemutusan rantai penularan Covid-19 dilakukan dengan edukasi protokol kesehatan pada masyarakat.

"Kita bagi-bagi masker pada masyarakat," jelasnya Karnoto.

Karnoto menjelaskan, dalam sehari setidaknya 1.200 masker dibagikan pada masyarakat. 

Pembagian masker dipusatkan di tempat keramaian, seperti pasar. Berbeda dengan pembagian masker sebelumnya, masyarakat terlihat lebih antusias dengan pembagian ini.

"Misalnya di Pasar Tamanan, 500 masker ludes kurang dari 1 jam," katanya.

Usaha lainya dengan melakukan patroli untuk membubarkan kerumunan. Petugas juga mempertahankan rekayasa lalu lintas, untuk mengurangi mobilitas warga.

Salah satunya dengan tetap rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan di Tulungagung. Rekayasa jalan yang dilakukan seperti di Jalan Diponegoro dan jalan Ahmad Yani Timur.

Di dua ruas jalan itu diberlakukan sistem 1 arah dari sebelumnya 2 arah. Untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, pihaknya bakal melakukan edukasi pada masyarakat dan penindakan.

"Kita akan melakukan penindakan selektif prioritas, contohnya melawan arus, tidak memakai helem, berbonceng 3," jelasnya.

Pelanggaran itu menurutnya berpotensi menimbulkan laka lantas dan merugikan orang lain.

Untuk titik kemacetan berada di Jalan-jalan poros, jalan Diponegoro serta di sekitar jembatan Lembu Peteng.

Khusus untuk Jalan Diponegoro, sudah dilakukan rekayasa jalan satu arah, sehingga dapat mengurai kemacetan.

Rekayasa ini bakal dipertahankan hingga akhir tahun. Rekayasa lalu lintas berhasil menurunkan mobilitas hingga 30 persen. (JP/t.ag/RG4)