Halal Dining Asean Forum 2021, Kembangkan Ekosistem Industri Produk Kokoh dan Berkelanjutan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wapres Ma'ruf Amin.
Wapres Ma'ruf Amin.

i

Wapres Ma’ruf Amin ketika memberikan pidato kunci dalam acara “Halal Dining Asean Forum 2021” secara daring dari Jakarta.

BACASAJA.ID - Kuliner Indonesia yang beragam dan kaya rempah merupakan salah satu komoditi unggulan yang dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia. Dengan potensi tersebut, khususnya industri produk halal, dapat dikembangkan untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia pada tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan ketika memberikan pidato kunci dalam acara “Halal Dining Asean Forum 2021” secara daring dari Jakarta, Rabu (15/12/2021).

“Pengembangan ekosistem industri produk halal yang kokoh dan berkelanjutan membutuhkan penguatan branding, literasi, SDM, riset dan inovasi, infrastruktur teknologi maupun regulasi. Seluruhnya harus disinergikan untuk menciptakan suatu rantai pasok halal, mulai dari bahan baku hingga produk halal sampai ke konsumen,” tegas Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, dikutip Jumat (17/12/2021).

Wapres berharap diskusi yang diikuti para ahli di bidangnya ini dapat semakin memperdalam informasi untuk dapat mengoptimalkan pengembangan industri makanan halal di Indonesia berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Wapres juga optimis, dengan melihat potensi kekayaan kuliner yang bervariasi dengan kandungan rempah, Indonesia dapat mencapai visi produsen industri halal terbesar di dunia pada tahun 2024.

“Kita yakin, insyaallah, kita bisa menjadi produsen makanan halal terbesar. Apalagi didukung dengan kekayaan aneka bumbu rempah eksotis,” jelasnya.

Lebih jauh Wapres menekankan bahwa fenomena yang terjadi di tengah masyarakat juga perlu diperhatikan, salah satunya karena pandemi COVID-19 ini. Masyarakat telah terbiasa menerapkan protokol kesehatan, membuat pemilihan makanan juga lebih selektif ke makanan yang sehat, bersih dan higienis. Perilaku tersebut dapat menjadi peluang minat masyarakat terhadap makanan halal, tidak hanya bagi umat muslim.

“Pengembangan ekosistem makanan halal juga perlu memperhatikan perubahan perilaku konsumen,” tuturnya.

Selain itu, Wapres menilai bidang teknologi juga mempengaruhi masyarakat dalam memilih makanan. Kemudahan masyarakat dalam mengakses pilihan makanan, pembayaran, dan pengantaran makanan secara daring menjadikan makanan tersebut menjadi preferensi utama dibandingkan makanan lain yang hanya mengandalkan jual beli secara luring.

“Digitalisasi berhasil menyuguhkan aplikasi on-demand yang semakin memanjakan masyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Wapres, akses digital serta pengembangan kompetensi bagi para pelaku usaha harus didukung untuk membantu memperluas jaringan perdagangannya.

“UMKM makanan halal masih membutuhkan dukungan akses dan penguatan kompetensi pelaku usaha agar mampu bersaing secara luas, bahkan hingga ke pasar internasional,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wapres mengingatkan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem industri makanan halal Indonesia yang berkelanjutan harus terus dilakukan.

“Saya berharap kolaborasi yang baik dalam penyelenggaraan acara ini dapat terus dilanjutkan dan diperkuat, terutama dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia pada tahun 2024,” harapnya.

Hadir pula dalam forum tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno. (STK/RG4)

Berita Terbaru

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Surabaya - Layar handphone (HP) boleh semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, jangan sampai kemajuan teknologi membuat generasi muda lupa dengan…

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu …

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

SURABAYA - Bantuan modal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimanfaatkan anak-anak muda di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya untuk …

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti ijazah setara SMA Gibran saat mendaftar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian,…

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma …

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

SURABAYA – Warga Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah mereka. Aspirasi t…