Penembakan Polisi terhadap ODGJ dikira Begal, KomnasHAM Datang ke Sumenep

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua Internal Komnas HAM Munafrizal Manan.
Wakil Ketua Internal Komnas HAM Munafrizal Manan.

i

BACASAJA.ID - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyesalkan terjadinya penembakan yang dilakukan oleh oknum Resmob Polres Sumenep terhadap seorang ODGJ bernama Herman, beberapa waktu lalu.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Internal Komnas HAM Munafrizal Manan di Pos Konsultasi Pelayanan Publik Pengaduan Komnas HAM, Gedung PCNU Sumenep, menyatakan pihaknya prihatin dan berbelasungkawa terkait peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa Herman

Munafrizal menjelaskan, kedatangannya di Sumenep adalah untuk melaksanakan perintah undang-undang terkait penegakan HAM.

“Kegiatan ini, pertama: menyampaikan informasi terkait data pengaduan yang diterima Komnas HAM. Karena undang-undang menyebutkan soal Hak Asasi Manusia. Partisipasi masyarakat itu diberikan ruang dan akses. Maka kami, secara proaktif mendekatkan diri pada masyarakat terkait data pengaduan yang ada di Komnas HAM. Yang kedua: Kami juga ingin mengetahui secara riil, berkaitan dengan kemungkinan peristiwa-peristiwa atau kasus-kasus yang itu ada dimensi Hak Asasi Manusianya,” tegas Munafrizal Manan, Wakil Ketua Internal Komnas HAM, dikutip Jumat (01/4/2022).

Munafrizal Manan, mengungkapkan, jika potensi dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Sumenep cukup banyak.

“Setelah saya mendengar langsung, ternyata dugaan pelanggaran HAM di Sumenep itu cukup banyak. Data resmi di Komnas HAM, untuk 2021, itu hanya terdata 3 Kasus, setelah saya mendengar, ternyata lebih dari itu dan lumayan banyak," kata Munafrizal.

"Pertanyaannya? Kenapa yang sampai ke Komnas HAM, hanya segitu, tadi kita mendengar bersama, jika banyak alasan: takut untuk mengadu, dihinggapi ketakutan, termasuk keraguan apakah Komnas HAM akan menindak lanjuti?” sambungnya..

Munafrizal Manan saat ditanya oleh awak media terkait penembakan oknum Resmob polres Sumenep pada Herman. Pihaknya menyesalkan peristiwa tersebut.

Pertama-tama, kata Munafrizal, tentu Komnas HAM menyesalkan dan prihatin terkait peristiwa tersebut, serta simpati dan belasungkawa terhadap korban. Aparat penegak hukum Seyogyanya tidak dengan mudah untuk melakukan penembakan terhadap warga Negara bahkan terhadap yang menurut keyakinan penegak hukum jika itu terbukti bersalah tidak boleh dilakukan penembakan seperti itu.

Pasalnya, sambung Munafrizal, karena ini berkaitan dengan Hak Asasi Manusia yang telah dijamin oleh undang-undang. Kalaupun ada sesuatu hal aparat untuk melakukan tindakan terukur, kan tidak harus menyebabkan kematian cukup dilumpuhkan.

"Jadi sebetulnya, pelumpuhan saja harus ada alasan logis dan alasan yang patut. Apalagi seperti itu. Itu kan menyangkut hak hidup orang. Orang yang diduga bersalah belum resmi diputuskan bersalah di pengadilan harus diperlakukan secara manusiawi. Apalagi tidak bersalah,” ungkap Munafrizal Manan.

Laksono, orang tua korban (Alm. Herman) berharap keadilan pada Komnas HAM.

“Kaule ngarep kha adilen, Komnas HAM bhisa abento dhek anak kaule se ampon e tembak mate (Saya berharap keadilan, Komnas HAM bisa membantu anak saya yang sudah meninggal ditembak mati,” tutur Laksono dengan genangan air mata.

Diketahui, Komnas HAM telah menerima surat aduan resmi tertulis dari DPC GMNI Sumenep, dengan nomor surat: 098/Eks/DPC GMNI -SMNP/III/2022. Perihal: Laporan Peristiwa Pembunuhan oleh Aparat Kepolisian Kabupaten Sumenep dengan nomor agenda: 1415575. (*/RG4)

Tag :

Berita Terbaru

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) penguatan program prioritas Kapolri di Polda…

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

POLDA SULBAR - Memperkuat fondasi penegakan hukum yang bermartabat di wilayah Sulawesi Barat, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto terus mempererat…

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

MAMUJU— Semangat Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan melalui kolaborasi di bidang akademik. Tri Suhendra Arbani, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Negeri (…

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

POLDA SULBAR– Merespons fenomena kejahatan siber dengan modus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Polda Sulbar menerbitkan panduan e…