Pembelajaran Daring Berpotensi Membuat Anak Kecanduan Gadget

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Psikolog Ifada Nur Rohmaniah/
Psikolog Ifada Nur Rohmaniah/

i

BACASAJA.ID - Di masa pandemi covid-19, hampir seluruh kegiatan dilakukan secara daring. Mulai dari rapat, seminar hingga kegiatan belajar dan mengajar.

Pembelajaran daring selama pandemi, jumlah anak yang kecanduan gawai (gadget) meningkat.

Psikolog Ifada Nur Rohmaniah menjelaskan, dalam sebulan selama pandemi setidaknya ada 2-3 anak yang melakukan konseling dengannya.

“Saat mulai pandemi kemarin jumlahnya meningkat. Karena selama pandemi anak-anak kita kan pembelajarannya juga lewat gawai,” terang Ifada, Selasa (5/4/22).

Mereka biasanya game online, tiktok, YouTube hingga video porno. Ifada melanjutkan, kecanduan ini biasanya pada anak yang kedua orangtuanya sibuk bekerja, atau mempunyai hubungan yang buruk dengan anak.

Komunikasi dengan anak hanya menjadi rutinitas formalitas. Gawai menjadi pelarian anak untuk mengisi kekosongan perhatian dari orangtuanya.

“Kekosongan figur orang tua ini diisi apa? Akhirnya larinya ke gawai,” sambung Ifada.

Pola pada otak anak akan terbentuk jika mereka terbiasa menggunakan gawai selama 28 hari.

Jika sudah kecanduan, maka anak akan impulsif, atau melakukan sesuatu tanpa pikir panjang.

“Jadi kondisi kecanduan gawai ini tidak muncul tiba-tiba. Tapi sudah ada proses panjang sebelumnya,” tegas Ifada.

Anak kecanduan gadget yang didampinginya mulai jenjang TK hingga mahasiswa. Kecanduan paling ringan anak kecanduan melihat tiktok, YouTube dan bermain game hingga lupa waktu.

Yang lebih mengkhawatirkan, anak leluasa mengakses video porno, dan aktif secara seksual.

Video porno yang kerap dilihatnya bisa membentuk orientasi seksual anak.

“Karena sejak kecil ternyata dia biasa melihat film porno hubungan sejenis. Akhirnya sensasi orientasi seksualnya juga mengarah ke sana,” ungkap Ifada.

Untuk mengatasi kecanduan pada anak-anak ini tak cukup dengan konseling, namun juga melibatkan farmakologi atau dirujuk ke psikiater.

Kecanduan sebabkan gangguan mental (mental ilnes) berupa kecemasan berlebih, ketakuan atau kemarahan yang tak tersampaikan.

Kemarahan ini lalu disalurkan melalui game yang vulgar menampilkan sadisme. Jika diteruskan maka anak bisa menjadi psikopat.

“Misalnya ada makanan jatuh, bukannya diambil tapi diinjak. Ini sudah tidak wajar,” katanya.

Peran orangtua diperlukan untuk mencegah anak kecanduan gawai. Orangtua harus memiliki ikatan emosional dan interaksi intens dengan anak.

Langkah lainya dengan membatasi anak bermain gawai. Hal itu bisa dilakukan dengan pengalihan, seperti bermain bersama atau dengan memelihara binatang peliharaan.

“Bisa dialihkan misalnya dengan bermain dengan hewan kesayangan. Atau bermain di luar bersama anak,” pungkas Ifada. (JP/t.ag/RG4)

Tag :

Berita Terbaru

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan dukungannya terhadap langkah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dalam menangani dugaan korupsi …

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

BANJARMASIN— Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang …

Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Kamis, 23 Jul 2026 21:06 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:06 WIB

SURABAYA – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang jatuh pada 23 Juli, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk m…

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …