bacasaja.id - Pemerintah Kota Surabaya, secara mendadak menggelar rapit tes dan swab di Taman Bungkul Surabaya , Sabtu (17/10/20). Rapit tes dan swab dipimpin Walita Surabaya Tri Rismaharini. Setibanya di Taman Bungkul, Risma langsung meminta petugas Linmas dan Satpol PP memblokade akses jalan masuk maupun keluar Taman Bungkul Surabaya.
Tak pelak, anak muda yang saat nongkrong di Taman Bungkul berhampuran keluar. Namun anak-anak muda yang asyik nongkrong ini tapi bisa lari ke;luar dari akses jalan Taman Bungkul.
"Kalian harus bisa membatasi (kegiatan kumpul-kumpul). Kalau kalian kena, kasihan nanti yang di rumah," ucap Risma kepada anak muda yang nongkrong di Taman Bungkul.
Wali Kota Surabaya tidak melarang kegiatan kumpul-kumpul, namun Risma berharap para pengunjung yang didominasi anak muda itu dapat saling menjaga jarak, dan tetap memakai masker. Risma hanya tak ingin ada lagi warganya yang tertular Covid-19.
“Ngerti ya nak, sudahlah selesai dulu. Nak, sudah banyak yang sakit, jangan ditambah lagi. Serba tidak enak nanti kalau sakit, nanti (kalau sakit), lama juga tidak boleh keluar,” pesan Risma.
Akibat operasi mendadak ini didapat total Peserta : 222 Orang, yang Di Swab : 21 Orang, yang di Rapid : 201 Orang. Lalu hasil Reaktif : 4 Orang, dan hasil non reaktif 197 Orang.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto menyampaikan operasi Sabtu (17/10/20) merupakan kegiatan menindaklanjuti untuk dilakukan Rapid On The Spot dan Swab Hunter di Seputaran Taman Bungkul.
"Sasarannya pengunjung Kafe di seputaran Taman Bungkul dan pengguna jalan yang melintas di seputaran Taman Bungkul," ungkapnya. (Ind/Ls)
Editor : Redaksi