SURABAYA– Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji, resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya pada Rabu (28/8/2024). Eri-Cahyadi menjadi satu-satunya pasangan calon di Pilwali Surabaya, sehingga pasangan petahana ini akan melawan kotak kosong pada 27 November nanti.
Eri-Armuji mendapat dukungan 18 parpol parlemen maupun nonparlemen. Selain PDI Perjuangan, ada PAN, PKS, PKB, PPP, Demokrat, Gerindra, Golkar, Nasdem, dan PSI. Partai ini pemilik kursi di DPRD Kota Surabaya.
Baca juga: Kasus Dugaan Pungli Lurah di Surabaya Masih Diperiksa, Wali Kota Eri Cari Siapa Saja yang Terlibat
Sedang delapan partai non-parlemen adalah Hanura, PBB, PKN, Partai Garuda, Gelora, Partai Ummat, Perindo, dan Partai Buruh.
Eri Cahyadi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh partai politik yang telah mendampingi proses pendaftaran ini.
“Saya di antar 18 parpol mendaftarkan diri ke kantor KPU Surabaya. Terima kasih parpol pengusung mengantar dan mendampingi kami, semoga di balas Allah. Kita sama-sama berikan kebaikan dan menebar kebaikan di Surabaya,” ujar Eri.
Baca juga: Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga dan P3RT, Pemkot Surabaya Siapkan Perwali
Mengenai lawan kotak kosong di Pilwali, Eri Cahyadi menanggapi santai. Ia menekankan keberadaan kotak kosong atau lawan di Pilwali adalah bagian dari proses demokrasi.
“Kotak kosong sama enggak ada kotak kosong itu kan sama saja memilih. Itulah yang namanya demokrasi,” kata Eri.
Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tertibkan P3RT Tak Berizin di Surabaya, 12 Perusahaan Resmi Akan Dipublikasi
Baginya, baik ada lawan maupun melawan kotak kosong, keduanya tidak berbeda jauh dalam konteks demokrasi. Eri menegaskan fokus utama adalah mensejahterakan masyarakat Surabaya, bukan sekadar memenangkan kontestasi.
“Jadi gak onok kotak kosong, gak onok lawan sama saja. Karena kita sama-sama berjuang hari ini adalah untuk kepentingan umat yang lebih besar,” ungkapnya. (*)
Editor : Redaksi