Diduga Digembosi, Aksi Demo Mahasiswa di Batam Cuma Diikuti 13 Orang

Reporter : Redaksi
Para pendemo ditemui Wali Kota Batam, Amsakar Achmad

BATAM- Aksi demo yang digelar mahasiswa di Kota Batam, Senin (1/9/2025), tidak sesuai rencana awal. Semula unjuk rasa akan diikuti seluruh organisasi mahasiswa di Batam. Namun saat aksi berlangsung, hanya 13 orang saja yang ikut.

Dua perwakilan mahasiswa dari 13 mahasiswa yang aksi, Muryadi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kerakyatan Sumatra dan Andri Syahputra dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Batam, menyayangkan sikap sejumlah organisasi yang disebut meninggalkan komitmen mereka di tengah jalan.

Baca juga: Profil Adi Santoso, Pengendali PT PMM yang Terseret Kasus 390 Ton Mineral Diduga Mengandung LTJ di Batam

“Aksi hari ini beda dengan pertemuan yang dilakukan bersama aparat pada hari Minggu kemarin. Gerakan ini awalnya terorganisir, tapi di tengah jalan koordinator aksi ditinggalkan begitu saja,” ucap Muryadi di depan Gedung DPRD Kota Batam, dikutip dari Liputan 6.

Dia menyebut, dari lima hingga enam organisasi yang sebelumnya menyatakan siap menjadi penanggung jawab, hanya dua yang benar-benar hadir.

“Saya tidak bisa sebutkan secara spesifik, tapi bisa dicek di surat pemberitahuan aksi,” tambahnya.

Menurut kesaksian mahasiswa, jumlah massa yang hadir di titik kumpul sejak pukul 19.30 WIB hanya sekitar 15 orang. Mereka menuding ada upaya memecah belah, baik dari aparat maupun senior mahasiswa sendiri. Sehingga aksi tidak berjalan maksimal.

Baca juga: Tak Hanya Dugaan Pembajakan, Muatan Minyak MT Fenghuang Juga Dicurigai Bermasalah

“Kami diminta untuk tidak berorasi. Kami kooperatif, datang dan menunggu, tapi pihak terkait yang dijanjikan tidak kunjung hadir,” keluh Andri Syahputra.

Meski diwarnai dinamika internal, aksi mahasiswa ini tetap berlangsung tertib. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menerima langsung perwakilan mahasiswa. Wali Kota justru menyampaikan apresiasi.

“Alhamdulillah, eskalasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, ternyata di Batam semua baik-baik saja. Saya ingin menyampaikan terima kasih karena ini juga bentuk apresiasi terhadap gerakan dan kebebasan berekspresi adik-adik mahasiswa,” ujar Amsakar.

Baca juga: Pemilik Rental Alphard RDS Diduga Kabur Usai 210 WNA Digrebek Tim Gabungan

Dia juga menyebut mahasiswa sebagai ‘makhluk yang berani memakai atribut yang maha kuasa’, sebuah istilah yang menandakan kemampuan analisis kritis mahasiswa. Pernyataan itu disambut tepuk tangan para hadirin.

Pertemuan mahasiswa dengan pemerintah daerah berlangsung di ruang serbaguna DPRD Batam, dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Panglima Komando Daerah Angkatan Laut IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, serta sejumlah pejabat penting lainnya. (*)

 

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru