Reni Astuti: Surabaya Satu-satunya Kota Pahlawan, Arek Suroboyo Kudu Wani!

Reporter : Redaksi
Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Reni Astuti,

SURABAYA, Bacasaja.id - Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Reni Astuti, menyampaikan pesan penuh makna tentang pentingnya menjaga dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa.

Reni menegaskan bahwa Surabaya memiliki posisi yang sangat istimewa dalam sejarah perjuangan Indonesia. Kota ini bukan sekadar saksi, tetapi juga simbol keberanian rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Baca juga: Warga Barata Jaya Surabaya Tolak Toko Miras Spiritshaus, Ancam Gelar Aksi Demo

“Satu-satunya kota yang punya identitas Kota Pahlawan adalah Surabaya. Ini bukan hanya gelar kehormatan, tapi amanah sejarah yang harus dijaga oleh seluruh arek Suroboyo,” ujar Reni.

Ia menambahkan, semangat perjuangan Bung Tomo yang menggema dengan pekikan “Allahu Akbar, Merdeka!” harus terus dihidupkan dalam jiwa masyarakat Surabaya masa kini.

“Semangat Bung Tomo adalah semangat keberanian dan keyakinan. Arek Suroboyo kudu wani, kudu semangat, kudu due spirit!” tegasnya dengan penuh semangat.

Baca juga: Umbul Dungo dan Tabuhan Gayeng Gayengan Sasi Suro, Keluarga Kenang Mbah Roekoen Rekso Mulyo Lewat Doa dan Budaya Jawa

Sebagai anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan olahraga, Reni menilai semangat kepahlawanan perlu diwariskan melalui dunia pendidikan dan aktivitas pemuda.

“Generasi muda Surabaya harus tumbuh dengan kesadaran sejarah. Mereka harus tahu bahwa Surabaya berdiri di atas darah dan perjuangan, dan dari situ lahir karakter berani, jujur, dan peduli,” ucapnya.

Baca juga: Staf Khusus Anggota DPR RI: Jangan Biarkan Masa Depan Anak Ditentukan oleh Angka Desil

Reni juga mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat kepahlawanan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberanian dan gotong royong adalah wujud nyata jiwa pahlawan di masa kini.

“Hari Pahlawan bukan hanya seremonial, tapi momentum untuk menyalakan kembali api perjuangan di hati kita semua. Surabaya harus terus menjadi kota yang berani, tangguh, dan penuh semangat juang,” pungkasnya. (dims)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru