SURABAYA - Gelaran Semarak Budaya 2025 yang menampilkan Festival Perahu Hias dan sajian khas panggangan ikan asap Suramadu berlangsung meriah di kawasan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Sabtu (22/11). Kegiatan ini menyedot antusiasme warga dan dimeriahkan berbagai pertunjukan bernuansa tradisi pesisir oleh Komunitas Budaya Cak Sabil.
Kemeriahan festival turut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, yang hadir langsung dan menyapa masyarakat serta pelaku budaya setempat. Dalam sambutannya, Reni menegaskan pentingnya merawat kekayaan budaya Indonesia sebagai identitas yang membedakan bangsa ini dari negara lain.
Baca juga: Milad ke-24 PKS, Reni Astuti Gelar Tasyakuran Bareng Driver Ojol
“Kalau kita bicara budaya Indonesia, ini adalah keunggulan yang dimiliki bangsa dan negara kita. Keramahan, keguyuban, kebersamaan, nilai-nilai ini harus terus dirawat,” ujarnya.
Reni menambahkan bahwa tindakan sederhana seperti menolong orang atau sekadar memberikan senyum merupakan bagian dari budaya bangsa yang memiliki nilai ibadah. Ia juga menyebut Surabaya sebagai kota dengan sejarah besar, mulai dari kawasan Jembatan Merah hingga rumah H.O.S. Cokroaminoto di Peneleh. Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk mengenali kembali warisan budaya dan situs bersejarah tersebut.
Selain itu, Reni mengajak masyarakat menjaga kebersihan pantai di kawasan Suramadu yang menjadi lokasi kegiatan.
“Ayo kita jaga bersama. Alhamdulillah kondisinya bersih, semoga bisa terus kita rawat,” tuturnya.
Berbagai kesenian tradisi seperti tari Remo dan kidungan turut menambah semarak acara yang dihadiri ratusan warga. Reni menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar kegiatan budaya semacam ini terus menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat pesisir.
Baca juga: Reni Astuti Kunjungi Korban Kebakaran Simogunung, Berikan Dukungan Moril dan Materil
120 Perahu Hias Ramaikan Festival Suramadu
Panitia pelaksana, Moch. Ridwan, menjelaskan bahwa Festival Perahu Hias tahun ini diikuti sedikitnya 120 perahu nelayan dari wilayah Tambak Wedi hingga sekitar Jembatan Suramadu.
Berbeda dari perlombaan pada umumnya, festival ini menonjolkan kreativitas dan kekompakan peserta dalam menghias perahu dan berparade menyusuri kawasan pantai secara santai sebelum kembali ke titik awal.
“Festival ini melibatkan para nelayan untuk mengangkat potensi lokal di kawasan Suramadu,” jelas Ridwan.
Baca juga: Reni Astuti Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Banjir–Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional
Selain melestarikan tradisi maritim, kegiatan ini juga bertujuan mempromosikan kuliner panggang ikan asap Suramadu agar semakin dikenal sebagai makanan tradisional khas pesisir.
“Kami ingin silaturahmi antarnelayan makin erat, sekaligus memperkenalkan panggangan asapan Suramadu sebagai kuliner khas yang patut dibanggakan,” ujarnya.
Gelaran Semarak Budaya 2025 mendapat respons positif dari masyarakat, pelaku seni, maupun para nelayan yang berharap kegiatan ini dapat terus digelar untuk memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong ekonomi masyarakat pesisir. (dims)
Editor : Redaksi