Rombongan Bawaslu Disambut Hangat PKB Surabaya, Sinergi Baru untuk Demokrasi Kota Pahlawan

Reporter : Redaksi
Rombongan Bawaslu Kota Surabaya mengunjungi Kantor DPC PKB

SURABAYA — Suasana Kamis siang di Kantor DPC PKB Surabaya terasa berbeda. Rombongan Bawaslu Kota Surabaya datang dan langsung disambut hangat jajaran pengurus PKB, menghadirkan suasana dialog yang akrab namun sarat pesan penting bagi masa depan demokrasi di kota ini.

Ketua Bawaslu Kota Surabaya Novly Bernado Thysen memimpin langsung rombongan. Tatapan serius namun bersahabat terlihat saat ia memasuki ruang pertemuan. Ia tahu betul bahwa politik bukan hanya soal regulasi dan pengawasan, tetapi juga soal membangun kepercayaan—terutama pasca dinamika Pemilu dan Pemilukada Surabaya 2024.

Baca juga: PKB Surabaya Tegaskan Komitmen Regenerasi Lewat Sekolah Kader Perubahan

“Pengawasan tidak mungkin berdiri sendiri. Kita butuh partai politik sebagai bagian penting ekosistem demokrasi,” ujarnya membuka percakapan.

Di sisi lain, Sekretaris DPC PKB Surabaya Mazlan Mansyur yang hadir mewakili Ketua DPC PKB Musyafak Rouf, menyambut dengan nada serupa. Mazlan menegaskan bahwa PKB Surabaya ingin menjadi bagian dari upaya memperkuat etika politik, sesuatu yang semakin dibutuhkan di tengah derasnya arus kontestasi dan informasi.

“PKB percaya politik yang bersih itu dimulai dari kesadaran para pelakunya. Maka kolaborasi seperti ini sangat penting,” katanya.

Baca juga: Bawaslu Kunjungi Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari Tegaskan Arah Baru Politik Menuju 2029

Pertemuan berlangsung hangat. Sesekali tawa ringan memecah suasana, namun diskusi tetap terarah pada isu inti: pencegahan pelanggaran pemilu dan penguatan partisipasi masyarakat. Bagi PKB dan Bawaslu, keduanya bukan sekadar agenda teknis, melainkan fondasi moral demokrasi.

Hadir pula jajaran Fraksi PKB DPRD Surabaya — Ketua Fraksi Tubagus Lukman Amin, anggota fraksi Ais Shafiyah Asfar dan Minun Latif, serta Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah. Kehadiran mereka memberikan bobot politik tersendiri, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan hanya seremoni, melainkan komitmen nyata.

Dalam suasana penuh keterbukaan, kedua pihak sepakat bahwa Surabaya membutuhkan politik yang lebih mendengarkan, lebih merangkul, dan lebih manusiawi. Politik yang mengedepankan integritas, tetapi tetap menyentuh kebutuhan warganya.

Baca juga: Bawaslu dan Golkar Surabaya Koordinasi Pasca Pemilu 2024

Kunjungan ini meninggalkan kesan bahwa demokrasi Surabaya sedang tumbuh ke arah yang lebih matang. Bukan hanya kompetisi, tetapi juga kolaborasi. Bukan hanya pengawasan, tetapi juga edukasi. Dan yang terpenting, bukan hanya struktur, tetapi juga manusia di dalamnya.

Sinergi Bawaslu dan PKB Surabaya hari itu menjadi bukti bahwa ketika kejujuran dan komitmen bertemu, demokrasi menjadi lebih bermakna bagi semua warga Kota Pahlawan. (dims)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru