BATAM - Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kota Batam sukses menyelenggarakan perayaan Natal Perdana dan Syukur Tahun Baru dengan suasana yang meriah dan sarat akan nilai budaya. Acara yang digelar di Batam ini sekaligus menjadi momentum penting setelah organisasi tersebut resmi bertransformasi dari Ikatan Kerukunan Keluarga Toraja (IKKT) Batam menjadi PMTI Kota Batam.
Kegiatan ini mendapatkan perhatian khusus dari pengurus pusat, mengingat PMTI saat ini dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PMTI, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa, yang juga menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Transformasi nama ini diharapkan semakin memperkuat posisi masyarakat Toraja sebagai bagian dari diaspora yang berkontribusi aktif bagi pembangunan daerah.
Baca juga: Buronan Interpol Bebas Berkeliaran di Batam, Kantongi KTP Lokal dan 3 Paspor Berbeda
Sekretaris PMTI Kota Batam, Sarti Riswati Pongsitanan, SE, mengungkapkan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan juga wadah pelestarian identitas melalui Kirab Budaya.
"Ini adalah Natal perdana kami sebagai PMTI setelah berganti nama. Luar biasa banyak sekali yang hadir. Kami tidak hanya melaksanakan ibadah dan syukur tahun baru, tetapi juga mengadakan acara organisasi dan kirab budaya untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Toraja kepada masyarakat luas," ujar Sarti.
Salah satu daya tarik utama adalah tradisi Ma’pairu, sebuah prosesi khas Toraja untuk menghormati tamu kehormatan. Para tamu disambut dengan sajian penganan tradisional seperti deppa tori, deppa jipang, serta kopi khas Toraja, sebagai simbol keramah-tamahan dan kekeluargaan yang erat.
Kemeriahan acara ini juga terlihat dari jajaran tamu undangan yang hadir, mewakili unsur pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan, di antaranya:
- Dr. Aris Tambing (Wakil Ketua Umum PMTI Pusat)
- Rudi Panjaitan (Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, mewakili Walikota Batam)
- Angelenus, SH (Ketua Umum DPB Perkit Provinsi Kepri / Staf Khusus Gubernur Kepri)
- Samuel Sandi Rundadang, SSTPI, M.Si. (Kepala Pangkalan PSDKP Kepri)
- Pendeta Dr. Otniel Harifa, MTH (Sekretaris Umum PGW Kepri)
- Pembimas Kristen Kepri Sahat Lambok Sihombing, S.PAK, M.pd.
- Pembina Yayasan Tongkonan Bangsa Batam Tella M. Jusuf Domi
- Serta perwakilan dari Kesbangpol, pengurus PMTI Tanjung Pinang, Karimun, dan berbagai paguyuban di Kota Batam.
Ketua Panitia Natal, Dr. Nasar Buntu menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga Toraja di Batam. Menurutnya, semangat ini menjadi bahan bakar bagi pengurus untuk terus meningkatkan peran PMTI dalam memperhatikan kesejahteraan diaspora Toraja.
Senada dengan hal tersebut, Sarti Riswati Pongsitanan menekankan pentingnya prinsip adaptasi bagi masyarakat perantau.
Ia mengingatkan warga PMTI untuk tetap memegang teguh pepatah 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'.
"Kami hadir sebagai satu diaspora untuk mengangkat kebersamaan. PMTI sudah terdaftar resmi di Kesbangpol Batam serta Kemenkumham, sehingga kami berkomitmen untuk berkontribusi lebih bagi pemerintah daerah. Meski kita menjaga budaya asal, kita juga harus sangat menghormati adat Melayu sebagai tuan rumah," tegas Sarti.
Melalui perayaan ini, PMTI Kota Batam berharap dapat terus menjadi 'rumah besar' yang mempersatukan, menguatkan iman, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kota Batam.
Editor : Redaksi