SURABAYA – Pengkaderan politik tidak cukup hanya menghasilkan kader yang piawai berorganisasi. Pengalaman di lapangan, kemampuan membaca dinamika politik dan keberanian membangun jejaring lintas negara menjadi bekal penting bagi generasi muda yang diproyeksikan sebagai calon pemimpin masa depan.
Semangat itulah yang dirasakan dua peserta terbaik Diklatda I PD AMPG Jatim, Ahmad Navis El Zuhdi dan Nova Estrina Rachmadani. Keduanya mendapat kesempatan memperluas pengalaman dengan mengikuti agenda kepemudaan dan politik di Malaysia bersama Ketua PP AMPG Said Aldi Al Idrus.
Baca juga: Targetkan 2 Juta Kader Muda, AMPG Jatim Gelar Diklatda I di Gedung Golkar Jawa TimurĀ
Kesempatan tersebut membawa dua kader muda AMPG Jatim bersentuhan langsung dengan aktivitas Pemuda UMNO Malaysia, termasuk menghadiri Perhimpunan Agung Pergerakan Pemuda UMNO.
Bukan sekadar menjadi peserta, pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi keduanya untuk melihat bagaimana gagasan politik dikemas, disampaikan, sekaligus dikonsolidasikan di lingkungan organisasi kepemudaan Malaysia.
Ketua AMPG Jatim Adiel Muhammad Kanantha menyambut positif kesempatan tersebut. Menurutnya, pengalaman internasional menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang tidak hanya memahami persoalan politik di daerah, tetapi juga mampu melihat dinamika yang lebih luas.
“Kami tentu sangat bangga kader terbaik dari Diklatda I PD AMPG Jatim mendapat kesempatan seperti ini. Harapannya, mereka kelak menjadi pemimpin Indonesia yang mampu membangun komunikasi politik di tingkat regional, nasional bahkan internasional,” ujar Adiel.
Ia menilai pertemuan dengan jajaran Pemuda UMNO memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya jejaring dan komunikasi politik lintas negara.
Bagi Adiel, kaderisasi juga harus membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda untuk belajar, berinteraksi dan mengembangkan kapasitasnya.
“Pengalaman berada di forum politik internasional tentu menjadi bekal tersendiri bagi kader. Kami di AMPG Jatim juga selalu terbuka untuk anak-anak muda yang ingin belajar dan tertarik terlibat dalam politik maupun Partai Golkar,” tegasnya.
Nova: Saya Pulang Membawa Perspektif Baru
Nova Estrina Rachmadani mengakui perjalanan tersebut memberinya pengalaman yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengikuti agenda organisasi.
Ia berkesempatan menyaksikan langsung Perhimpunan Agung Pergerakan Pemuda UMNO sekaligus mempelajari bagaimana kader-kader muda di Malaysia menyampaikan gagasan politik.
“Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya karena bisa ikut mendampingi PP AMPG ke Malaysia dan hadir dalam Perhimpunan Agung Pergerakan Pemuda UMNO,” kata Nova.
Menurutnya, terdapat banyak hal yang bisa dipelajari, terutama mengenai cara menyampaikan gagasan secara terstruktur dan membangun energi positif di antara kader.
“Saya banyak belajar dari cara mereka menyampaikan gagasan dan pidato yang kuat, terarah, serta mampu membangun semangat kader,” ujarnya.
Nova mengatakan pengalaman tersebut membuatnya melihat politik dari sudut pandang yang lebih luas.
Baginya, politik bukan semata-mata tentang perebutan posisi atau kepentingan elektoral. Ada kemampuan membangun komunikasi, mempertemukan gagasan dan menciptakan hubungan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Bagi saya, ini bukan hanya tentang melihat bagaimana politik di negara lain berjalan. Ini juga menjadi kesempatan untuk belajar dan membuka perspektif baru sebagai kader muda,” ungkapnya.
Ketika Politik Bersentuhan dengan Kemanusiaan
Ada pengalaman lain yang menurut Nova tidak kalah penting. Di sela agenda di Malaysia, ia turut bersama Ketua Umum PP AMPG dalam kegiatan pemberian bantuan kepada warga Palestina yang berada di Malaysia.
Bagi Nova, kegiatan tersebut memberikan pesan bahwa dunia kepemudaan dan politik tidak boleh kehilangan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
Baca juga: Adela Kanasya Adies Salurkan Hewan Kurban di Surabaya-Sidoarjo, Tegaskan Kepedulian Nyata
“Saya juga mendapat kesempatan ikut bersama Ketum PP AMPG memberikan bantuan kepada saudara-saudara Palestina yang berada di Malaysia. Bagi saya, ini menjadi pengingat bahwa aktivitas politik dan kepemudaan tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan atau kontestasi, tetapi juga tentang kepedulian, kemanusiaan dan keberpihakan terhadap persoalan yang lebih luas,” tuturnya.
Pengalaman tersebut semakin lengkap ketika Nova dan Ahmad Navis turut diajak dalam pertemuan dengan Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, Yang di-Pertua Negeri Melaka ke-7.
Pertemuan itu membuka pengalaman baru bagi keduanya dalam memahami bagaimana komunikasi dan hubungan dapat dibangun pada level yang lebih luas.
Nova melihat ada pelajaran penting dari pertemuan tersebut: jejaring internasional tidak selalu lahir dari forum kenegaraan yang kaku. Hubungan antarpemuda dan organisasi politik juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi lintas negara.
“Bisa melihat langsung bagaimana hubungan dan komunikasi politik dibangun di level yang lebih luas memberikan saya perspektif bahwa kerja sama antarnegara juga bisa dimulai dari hubungan antarpemuda dan organisasi politik,” pungkasnya.
Pengalaman Ahmad Navis dan Nova menjadi ujian nyata bahwa proses kaderisasi tidak berhenti ketika kegiatan Diklatda berakhir. Dari ruang pelatihan, mereka langsung dibawa melihat bagaimana politik bekerja di luar negeri, bagaimana gagasan dipertukarkan, hingga bagaimana politik dapat berjalan beriringan dengan kepedulian kemanusiaan.
Bagi AMPG Jatim, pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi kedua kader untuk kembali ke Jawa Timur dengan wawasan yang lebih luas dan membawa gagasan baru bagi perkembangan organisasi serta generasi muda. (*)
Editor : Redaksi