SURABAYA- Pemandangan tak biasa terlihat dalam operasional salah satu tempat hiburan malam di Surabaya. Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan munculnya materi promosi dari Zona Club yang memperlihatkan para stafnya mengenakan busana mirip seragam dinas Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Dalam pamflet promo yang beredar luas, tertera jelas tulisan "Zona Club One Stop Entertainment". Pada pojok kiri atas pamflet, terlihat logo Polri lengkap dengan semboyan "Melindungi, Mengayomi, Melayani". Sementara di pojok kanan atas, terpasang gambar bendera Merah Putih bertuliskan "Presisi Untuk Negeri".
Bagian tengah pamflet tersebut menjadi pusat perhatian publik. Tampak enam wanita mengenakan atribut mirip seragam dinas Polri, lengkap dengan tanda pangkat, papan nama, dan atribut kepolisian lainnya. Beberapa nama yang diduga merupakan crew tempat hiburan tersebut turut dicantumkan, seperti Leozara, Cilvi, Della, Mami Henny, Mami Bintang, dan Mami Sherly.
Menuai Sorotan Publik
Materi promosi yang menyebar melalui unggahan story media sosial hingga grup WhatsApp (WA) itu pun langsung memicu kontroversi. Zona Club sendiri dikenal sebagai tempat hiburan malam penyedia minuman keras (miras) dan ladies companion (LC) di bawah naungan Rasa Sayang Grup, berlokasi di kawasan Kapasari, Surabaya.
Penggunaan atribut resmi negara untuk ajang promosi hiburan malam dinilai kurang etis dan berpotensi memunculkan persepsi liar di tengah masyarakat yang dapat mencoreng citra institusi kepolisian.
"Lah iya, kok berani ya promo pakai seragam mirip Polri?" cetus Arif, salah seorang warga Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Klarifikasi Pihak Manajemen Zona Club
Merespons riuh kabar yang beredar, Manajer Zona Club, Lia, memberikan klarifikasinya. Ia mengklaim bahwa poster promosi tersebut dibuat tanpa sepengetahuan maupun instruksi resmi dari pihak manajemen klub.
“Itu yang bikin personal dari salah satu karyawan Zona, Mas. Dan kami manajemen tidak mengetahuinya. Ini lagi diurus, Mas,” terang Lia saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Saat ini, pihak manajemen mengklaim tengah menangani permasalahan tersebut secara internal untuk menyelesaikan kegaduhan yang timbul di masyarakat. (*)
Editor : Redaksi