Soal Pabrik Pakan Ternak, Warga Pugruk dan  Keramat Nganjuk Pastikan Sudah Tak Timbulkan Bau

Reporter : Redaksi
Pertemuan pihak pabrik pakan ternak di Nganjuk dan perwakilan warga setempat (bacasaja.id)

Nganjuk - Warga di wilayah Pugruk, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret dan Kelurahan Keramat, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk memastikan sudah tidak lagi mencium bau dari aktivitas pabrik pakan ternak di wilayahnya.

Hal itu terungkap dalam pertemuan santai antara perwakilan warga dengan pihak PT Nugraha Tanjung Jaya Abadi di Nganjuk pada Jumat (25/9/2026) malam. Mereka duduk bersama untuk mempererat komunikasi antara masyarakat dan pabrik.

Baca juga: Babak Baru Dugaan Persetubuhan Anak di Nganjuk, Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejaksaan

"Sudah tidak ada bau dari pabrik pakan ternak itu mas," ungkap Priyo Utomo, perwakilan warga yang diamini masyarakat yang datang.

Pengakuan warga itu membuat pemilik pabrik, Bagus Setyo Nugroho lega. Sebab ada puluhan pekerja yang menggantungkan nasibnya di perusahannya.

"Kami bisa lega kalau gini. Karena awalnya kan kami dipanggil LH (Dinas Lingkungan Hidup) Nganjuk, dengan alasan ada warga mengadu terkait bau yang diakibatkan proses produksi pakan ternak yang kami lakukan. Namun LH tidak menjelaskan detail siapa pihak yang mengadu," terang Bagus.

Akibat pemanggilan beberapa waktu lalu itu, Bagus mengaku diminta oleh DLH Nganjuk untuk menghentikan sementara proses produksi, meski tanpa kajian terlebih dahulu. Meskipun akhirnya oleh pihak Satpol PP Nganjuk, operasional pabrik masih boleh dijalankan, sembari mengurus kekurangan izin.

Baca juga: Semringah Warga Kedungringin dan Tondowesi dapat Bantuan Air Bersih dari Gerindra Nganjuk

"Akibat itu, kami terpaksa merumahkan beberapa karyawan kami, yang selama ini menggantungkan hidupnya pada pabrik ini," papar Bagus.

Dia juga membeberkan bahwa dalam rapat yang digelar di Kantor DLH Nganjuk beberapa waktu lalu, pihak dinas menyatakan bahwa bila pabrik tidak bisa mengatasi bau, maka bakal ada demo dari masyarakat sekitar.

"Makanya tadi saya konfrontir ke warga setempat yang datang ke sini soal demo itu. Ternyata mereka tidak tahu tentang rencana demo itu. Nah, ini yang jadi pertanyaan. LH dapat informasi tersebut dari mana?" sambung Bagus.

Baca juga: Cerita Kades Ngangkatan Nganjuk Bangun Dua Jembatan Pakai Uang Pribadi

Kini, Bagus dan jajaran petinggi pabrik telah melakukan evaluasi proses produksi agar tidak menimbulkan bau. Dan setelah diuji coba, hingga semalam masyarakat setempat mengaku sudah tidak merasakan bau tersebut.

Kini, pihak pabrik dan masyarakat setempat telah sepakat saling memberikan koreksi bila ke depan terjadi hal-hal yang bisa berdampak pada keresahan lingkungan. Hal itu tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak. (Rd)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru