Nganjuk - Uang puluhan juta rupiah dikeluarkan dari kantong pribadi Lasto Utomo, Kepala Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupetan Nganjuk demi membangun dua jembatan untuk warga.
Menurut Lasto, dua jembatan itu dibangun sebagai akses warga menuju lahan pertanian. Sehingga ketika saat musim tanam maupun musim panen, warga tidak khawatir lagi saat menyeberangi sungai.
"Sebelumnya hanya pakai jembatan darurat. Itu pun rawan terbawa air saat banjir. Bahkan warga ada yang jatuh saat melintas. Sekarang jembatannya lebih kuat," ungkap Lasto, Senin (14/9/2026).
Lasto mengaku rela mengeluarkan uang pribadinya, agar keluhan warga tentang jembatan itu bisa terealisasi. Sebab saat ini, dana desa sudah menipis, sehingga tidak mungkin bisa meng-cover pembangunan jembatan baru.
"Kalau ditotal dua jembatan, sekitar Rp 70 juta," bebernya.
Anggaran tersebut hanya untuk material saja. Sedangkan seluruh pekerjaan, ditangani oleh warga setempat dengan cara gotong royong. Warga pun tidak mengeluarkan uang sepeser pun.
"Jadi itu murni dari uang saya pribadi. Saya juga tidak menarik iuran apapun kepada warga. Hanya saja mereka bergantian mengerjakan jembatan ini," tambah Lasto.
Dua jembatan yang dibangun itu berada di Dusun Ngangatan dan Dusun Kemlokolegi. Berdirinya jembatan baru ini bakal mempermudah mobilitas warga menuju lahan pertanian. (Rd)
Editor : Redaksi