PB XIV Siapkan Keraton Kulon Jadi Tempat Tinggal, Revitalisasi Keputren Karaton Surakarta Dikebut

bacasaja.id
Sri Susuhunan Pakubuwono XIV

SOLO — Sri Susuhunan Pakubuwono XIV mulai menyiapkan tempat tinggal di Keraton Kulon, area Keputren Karaton Surakarta Hadiningrat. Penataan kawasan tersebut kini akan dipercepat melalui proses revitalisasi yang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah dan pihak Karaton Surakarta.

Kawasan yang selama ini membutuhkan penataan tersebut tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat tinggal PB XIV. Ke depan, area tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari wisata budaya sekaligus ruang edukasi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Karaton Surakarta.

Baca juga: Pastikan Keamanan! PB XIV Turun Tengah Malam, Cek Tenda Jemaah Haul Al-Habib Ali di Alun-Alun Utara Solo

Informasi tersebut disampaikan Eddy, salah satu anggota Tim Hukum Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, saat ditemui media di Bangsal Smorokoto, Karaton Surakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Eddy, PB XIV telah mempertimbangkan secara mendalam mengenai tempat tinggalnya. Pilihan tersebut kemudian berjalan beriringan dengan rencana penataan dan revitalisasi kawasan Keraton Kulon, khususnya area Keputren.

“Untuk tinggal, beliau sudah mempertimbangkannya dengan mendalam. Beliau akan tinggal di kawasan tersebut. Oleh karena itu, di dalam revitalisasi kawasan itu kita akan sharing dengan pemerintah,” ujar Eddy.

Area Keputren Mulai Ditata

Eddy mengatakan revitalisasi kawasan ditargetkan segera dimulai. Sejumlah pekerjaan awal bahkan telah dipersiapkan, mulai dari pembersihan kawasan, pembongkaran sejumlah bangunan hingga pemindahan barang-barang dari museum.

“Intinya secepat mungkin dimulai. Bahkan besok pagi sudah mulai dilakukan pembersihan di beberapa kawasan, mulai membongkar beberapa bangunan, dan mulai memindahkan barang-barang dari museum,” katanya.

Pemindahan koleksi dilakukan untuk mengamankan barang-barang selama proses revitalisasi berlangsung. Sejumlah bagian museum juga akan ditata kembali sehingga koleksi yang berada di dalamnya perlu dipindahkan terlebih dahulu.

Kondisi kawasan tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan peninjauan.

Eddy berharap proses revitalisasi dapat dikerjakan secara serius dan cepat, namun tetap memperhatikan karakter kawasan serta nilai sejarah yang melekat di dalamnya.

“Insyaallah kalau kita kerja serius, dua hari nanti sudah selesai,” ujarnya.

Tempat Tinggal PB XIV Sekaligus Wisata Budaya

Menurut Eddy, penataan Keraton Kulon dan area Keputren tidak semata-mata diarahkan untuk menyediakan tempat tinggal bagi PB XIV.

Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem wisata budaya Karaton Surakarta.

“Saya rasa bisa dikombinasikan. Karena itu cukup besar, dan memang spiritnya bisa menjadi wisata budaya, tempat orang juga belajar kebudayaan,” kata Eddy.

Konsep tersebut memungkinkan adanya pembagian ruang antara kawasan yang bersifat privat untuk aktivitas PB XIV dengan area tertentu yang dapat diakses masyarakat.

Baca juga: PB XIV Hadir di Sriwedari, Punakawan Turun Panggung dan Bikin Suasana Mendadak Cair

Akses pengunjung nantinya dapat diatur menggunakan konsep wisata minat khusus. Masyarakat yang memasuki kawasan tertentu dapat diwajibkan mengenakan pakaian sesuai tata krama Karaton dan didampingi pemandu.

Dengan konsep tersebut, kawasan Keraton Kulon dan area Keputren diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang edukasi yang memperkenalkan sejarah, tradisi, tata nilai, serta kebudayaan Karaton Surakarta.

Pemerintah Mulai Beri Perhatian terhadap Warisan Karaton

Eddy juga menilai perhatian pemerintah terhadap warisan budaya Karaton Surakarta menjadi perkembangan positif.

Menurutnya, perhatian tersebut menjadi sinyal bahwa negara mulai kembali melihat pentingnya keberadaan warisan budaya Karaton dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Meski status daerah istimewa belum dikembalikan, Eddy mengatakan perhatian pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya merupakan langkah yang patut diapresiasi.

“Mudah-mudahan itu menjadi sinyal positif mulainya perhatian negara melalui pemerintah, khususnya terhadap kerja-kerja pelestarian,” katanya.

Menurut Eddy, Karaton Surakarta masih memiliki kekayaan warisan budaya yang besar. Karena itu, pelestarian dinilai penting bukan hanya untuk kepentingan Karaton, tetapi juga untuk menjaga kesinambungan sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Baca juga: Tak Disangka! PB XIV Mampir ke Kamis di Sriwedari, Raja Berbaur dengan Warga hingga Berebut Foto

Digitalisasi warisan budaya juga dinilai menjadi bagian penting agar pengetahuan mengenai sejarah dan peninggalan Karaton dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sehari Setelah Haul PB XII

Pernyataan mengenai rencana revitalisasi tersebut disampaikan sehari setelah Karaton Surakarta menggelar Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII, Minggu (4/10/2026).

Haul berlangsung di Siti Hinggil Karaton Surakarta dan dipimpin langsung oleh Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, yang sebelumnya bergelar KGPH Hangabehi.

Momentum tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada PB XII sekaligus pengingat perjalanan sejarah Karaton Surakarta dan kontribusinya dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Di tengah proses tersebut, penataan Keraton Kulon, khususnya area Keputren, menjadi bagian dari langkah untuk menjaga kawasan bersejarah agar tetap terawat dan memiliki fungsi yang berkelanjutan.

Ke depan, kawasan tersebut diharapkan mampu menjalankan beberapa fungsi sekaligus: menjadi tempat tinggal PB XIV, ruang pelestarian warisan budaya, serta kawasan wisata dan edukasi yang memperkenalkan kebudayaan Karaton Surakarta kepada masyarakat.

Bagi Karaton Surakarta, revitalisasi kawasan bukan sekadar membenahi bangunan. Lebih dari itu, penataan Keraton Kulon dan area Keputren menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, terawat, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru