Polrestabes Surabaya Dalami Penyebab Ledakan Tabung Gas di Pakuwon City Surabaya

bacasaja.id
Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan di kawasan Pakuwon City

SURABAYA– Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya masih menyelidiki penyebab ledakan di kawasan Pakuwon City, Surabaya. Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas setelah polisi meminta keterangan sejumlah korban dan manajer.

Kasat Binmas Polrestabes Surabaya Kompol Riz Andrian mendatangi lokasi setelah menerima laporan ledakan pada pagi hari. Saat petugas tiba, para korban telah dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Baca juga: Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Puluhan Ruko Hancur dan 5 Orang Terluka

Polisi kemudian meminta keterangan awal dari korban dan seorang manajer restoran. Berdasarkan keterangan tersebut, aktivitas persiapan dapur dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.

“Jam tujuh itu jadwal dari kitchen untuk persiapan. Karena mereka bukanya jam sepuluh,” ujarnya saat wawancara bersama PRO3 RRI, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Riz menyebut terdapat tiga tabung gas berdasarkan informasi awal yang diperoleh kepolisian. Dua tabung berkapasitas 50 kilogram, sedangkan satu lainnya berkapasitas 12 kilogram.

“Dari manajer sendiri menyatakan bahwa sudah ada tanda-tanda kebocoran gas, rencananya akan meninggalkan tempat. Cuma, sudah terburu untuk terpercik dan meledak. Itu yang saya dapatkan dari informasi korban,” ucapnya.

Meski demikian, keterangan tersebut masih menjadi informasi awal dalam proses penyelidikan. Polisi masih menunggu pemeriksaan resmi petugas Reskrim, Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS), dan Polda Jawa Timur.

Baca juga: DRAMA PAKUWON CITY: Cekcok Parkir    Berujung Laporan Polisi dan Tuntutan Ratusan Juta

Kepolisian juga akan meminta keterangan pemilik, manajer, serta pihak terkait lainnya. Pemeriksaan mencakup kemungkinan kelalaian dan perlengkapan keselamatan yang tersedia di restoran.

“Termasuk pemilik, manajer, dan lain-lain. Kita akan tanyakan bagaimana kondisi restoran itu,” ujarnya.

“Apakah ada kelalaian dan lain-lain. Terus, bagaimana juga safety atau perlengkapan keselamatan yang ada di restoran tersebut,” katanya.

Personel kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi setelah kejadian tersebut. Sementara itu, personel Reskrim terus mengumpulkan informasi untuk melengkapi proses penyelidikan.

Polda Jawa Timur juga menerjunkan personel untuk membantu pemeriksaan terkait kejadian tersebut. Hasil penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh data dan hasil pemeriksaan dinyatakan lengkap.

“Nanti kalau sudah ada keterangan update, kami akan press conference. Kalau data-datanya sudah lengkap, hasil-hasilnya valid,” ucapnya. (RRI)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru