SURABAYA – Di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan tiga anak dengan kondisi berbeda, keluarga Darminto di RW 3 Kelurahan Barata Jaya, Surabaya, berharap bantuan sosial yang dibutuhkan segera kembali diterima. Mendengar persoalan tersebut, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, turun langsung mendatangi rumah keluarga itu untuk memastikan keluhannya mendapat tindak lanjut.
Kunjungan pada Rabu (7/10/2026) sore tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan Darminto saat reses sehari sebelumnya. Ajeng tidak hanya menyoroti persoalan Program Keluarga Harapan (PKH) yang sempat terhenti, tetapi juga kebutuhan terapi bagi anak ketiganya yang mengalami hidrosefalus.
Baca juga: Muhaimin Siap Kawal Aspirasi Warga Sidosermo soal PTSL dan Infrastruktur
Kondisi keluarga Darminto memang membutuhkan perhatian. Dua anaknya bersekolah di sekolah inklusi, sedangkan anak ketiganya memerlukan terapi dan perawatan rutin.
Di sisi lain, Darminto bekerja sebagai pengemudi ojek online dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara istrinya berusaha membantu ekonomi keluarga melalui warung kecil di rumah.
“Yang pertama, kita akan terus menyampaikan kepada Dinas Sosial Pemerintah Kota Surabaya, bahwa memang warga tersebut sangat membutuhkan bantuan, tidak bisa terputus,” kata Ajeng.
Menurut Ajeng, persoalan yang sebelumnya menyebabkan bantuan PKH terhenti telah diklarifikasi oleh pendamping PKH dan pihak kelurahan. Status keluarga Darminto disebut telah kembali menunjukkan tanda hijau.
“Yang kemarin terputus adalah karena ada indikasi itu. Tapi sudah diklarifikasi dan sudah oleh pendamping PKH dan juga pihak kelurahan sudah muncul tanda hijaunya,” ujarnya.
Ajeng berharap keluarga Darminto dapat kembali menerima PKH pada tahap keempat, yakni periode Oktober hingga Desember 2026. Meski demikian, realisasi bantuan tersebut tetap menunggu proses penyaluran sesuai ketentuan yang berlaku.
Perjuangan Keluarga Tak Berhenti pada PKH
Bagi Darminto, bantuan sosial sangat berarti untuk menopang kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan anak yang memerlukan perawatan khusus. Ia berharap persoalan PKH segera tuntas agar beban ekonomi keluarga bisa sedikit berkurang.
“Ya, harapan saya terutama PKH-nya bisa cepat cair. Itu yang pertama, yang kedua ya mungkin ada tambahan bantuan lain,” ujar Darminto.
Ia secara khusus menyebut susu dan popok sebagai kebutuhan yang harus terus dipenuhi.
Baca juga: Warga Gundih Keluhkan Data Desil Tak Sesuai Kondisi, Minta PIP dan Beasiswa Pemuda Tangguh
“Terutama untuk susu sama pampersnya,” katanya.
Selain mengawal persoalan PKH, Ajeng mendorong koordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan Dinas Kesehatan agar kebutuhan terapi anak Darminto mendapat perhatian. Ia juga berharap ada solusi terkait transportasi menuju fasilitas kesehatan yang tepat.
Menurut Ajeng, kondisi keluarga tersebut membuat orang tua harus membagi waktu antara mencari nafkah dan mendampingi anak. Keterbatasan anggota keluarga yang dapat membantu merawat anak turut menambah tantangan yang dihadapi Darminto dan istrinya.
Ajeng juga berharap dukungan bantuan permakanan dapat dipertimbangkan sesuai kemampuan anggaran Pemerintah Kota Surabaya.
Ajeng Dorong Pembaruan Data Bantuan
Kasus keluarga Darminto menjadi pengingat pentingnya akurasi dan pembaruan data penerima bantuan sosial. Ajeng menegaskan, warga yang benar-benar membutuhkan harus memperoleh kesempatan untuk memperbaiki data apabila terjadi kekeliruan verifikasi.
Baca juga: Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian
“DPRD juga ingin memastikan updating data supaya warga Kota Surabaya yang membutuhkan, khususnya yang mungkin salah dalam artian salah verifikasi seperti ini bisa segera dapat pembenaran. Dapat koreksi secepatnya dan warga yang membutuhkan benar-benar bisa dapat bantuannya,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ajeng juga memberikan bantuan berupa sembako dan uang kepada keluarga Darminto.
Darminto mengapresiasi perhatian tersebut. Baginya, kunjungan langsung setelah reses menjadi bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi keluarganya.
Ketua RW 3 Kelurahan Barata Jaya, Suyono, turut mengapresiasi langkah Ajeng yang bersedia datang langsung menemui warganya. Ia berharap warga yang memang berhak menerima bantuan tidak kesulitan mengakses haknya.
“Saya berterima kasih atas kunjungan dewan yang kiranya memperhatikan dari hal-hal yang paling kecil sampai semua itu terlaksana. Jangan sampai warga itu merasa kesulitan, dalam artian yang seharusnya mendapatkan hak,” ujar Suyono.
Ia berharap perhatian terhadap keluarga Darminto dapat berlanjut hingga persoalan bantuan sosial dan kebutuhan kesehatan anaknya memperoleh solusi. (Dims)
Editor : Redaksi