BACASAJA.ID- Pasca bencana banjir dan tanah longsor di Nganjuk, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi banjir bandang di Jawa Timur. Berdasar analisis BMKG, banjir bandang berpotensi terjadi di 25 wilayah kabupaten atau kota di Jawa Timur sebagai dampak hujan lebat.
Kasi data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengungkapkan potensi banjir bandang tersebut sebagai peringatan dini berbasis dampak. "Info tersebut memang benar sebagai peringatan dini berbasis dampak," ujar Teguh, Senin (22/2/2021).
Baca juga: BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan 2026-2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat
Disebutkannya, ke-25 wilayah kabupaten atau kota itu adalah Malang, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Kota Pasuruan, Mojokerto, Kota Batu, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo yang berstatus siaga.
Kemudian Lumajang, Kota Malang, Gresik, Kota Surabaya, Lamongan, Kota Mojokerto, Jombang, Bojonegoro, Nganjuk, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Tulungagung, Kota Blitar statusnya waspada.
Dari data yang ada, lanjut Tegug, secara umum wilayah Jatim diperkirakan, berawan, hujan ringan-sedang, dan hujan lebat disertai petir.
Baca juga: BMKG: Sejumlah Daerah Jawa Timur Berpotensi Hujan di Sore dan Malam Hari
"Suhu udara berkisar antara 15 - 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara 60 - 100 persen. Selain itu, kecepatan angin dominan dari Barat - Barat Daya dengan kecepatan 05 - 40 kilometer perjam," ujar Teguh dikutip dari Antara.
Oleh karena itu pihaknya mengeluarkan peringatan dini potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.
Baca juga: Siaga Cuaca Ekstrem, DPRD Surabaya Minta Tindakan Cepat BPBD dan DLH
"Kami juga terus berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat supaya lebih siap, terutama terkait potensi bencana hidrometeorologi," jelas dia. (nt)
Editor : Redaksi