BACASAJA.ID - Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati berharap perempuan di Kota Surabaya menjadi penguat ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia ini, Ajeng mengatakan, pandemi Covid-19 telah merubah paksa tatanan kebiasaan abad 20an, khususnya permasalahan perempuan.
Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup
"Sebelum Covid-19, sudah dikatakan sejajar equal gender, sekarang terpaksa kembali dengan beban domestik," keluhnya, Senin (8/3/2021).
Politikus Gerindra ini berharap peran perempuan di saat pandemi, ikut memperkuat ketahanan keluarga. Bukan hanya menahan beban di dalam keluarga.
Baca juga: Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan
"Saya mengapreasiasi perempuan dikala pandemi yang semakin tangguh, meskipun di desak dengan dampak ekonomi dan beban pendidikan jarak jauh, hingga ke kualitas SDM," tuturnya.
"Perempuan disaat krisis seperti pandemi, saya melihat tidak ada perempuan yang putus asa dan tetap berusaha. Sektor informal perempuan semakin mengeliat," sambungnya.
Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya Desak Spa di HR Muhammad Ditutup Permanen
Ajeng, juga mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang sudah memberikan wadah untuk perempuan. Ke depannya, ia berharap akan lebih banyak lagi program informal untuk perempuan, agar nantinya tidak hanya menjadi penguatan ekonomi keluarga tetapi menjadi ekonomi nasional.
"Saya harap lebih banyak lagi Pemkot memberikan program pelatihan dan wadah link dan match, di sektor infomal perempuan, yang disertai kajian dan pendampingan," pungkasnya. (byta/L1)
Editor : Redaksi