BACASAJA.ID- Dalam semalam empat rumah dan warung di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, diobok-obok maling. Semuanya berada dekat dengan Kampus IAIN Tulungagung.
Akibatnya, berbagai benda berharga dan barang dagangan di warung raib. Salah satu korban, Aris Ardyansah (34) pemilik warung kehilangan kompor dan tabung gas.
Baca juga: Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
“Baru buka usaha 16 hari, kok malah dimalingi,” ucap Aris, Jumat (19/3/2021) siang, di warung miliknya, di Jalan Mayor Sujadi Timur, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru.
Total kerugian yang dialami Aris sekitar 1 juta rupiah. Selain Aris, korban lainnya adalah tempat usaha Anis yang berada tepat di sebelah warung milik Aris.
Tempat usaha Anis dan Aris sebenarnya satu ruangan, disekat dengan menggunakan triplek. Di tempat Anis, pencuri menggondol seperangkat komputer. Pencuri masuk dengan cara menjebol triplek penyekat.
"Ternyata gemboknya hanya dicantolkan, tidak dikuncikan. Jadi tangannya masuk lewat triplek yang dijebol, kemudian membukanya,” sambung Aris.
Melihat jejak mobil yang ditinggalkan di depan warung miliknya, Aris yakin pencurinya lebih dari 1 orang. Dari jejak ban mobil itu, pencuri datang dari arah timur menuju barat.
Setelah puas menggasak barang di tempat Anis dan Aris, pencuri menyasar warung soto milik Saifudin (42), di samping barat SPBU Plosokandang.
Di warung soto ini, 1 kompor, 3 tabung gas, 8 bungkus rokok dan minuman sachet digondol oleh pencuri. Satu radio kecil dan helm teropong miliknya juga raib digondol.
Baca juga: Dua Sales Perkosa Gadis Disabilitas di Kamar Kos, Begini Kondisi Korban Sekarang
“Oalah...., Saya kok juga heran. Yang dicuri kok barang remeh semua,” ucap Saifudin tertawa kecut. Total nilai barang yang dicuri di warung Saifudin di atas Rp 1.000.000.
Kerugian terbesar dialami oleh pemilik percetakan Biru, Fatwa Atma Khoiri yang terletak di sebelah barat warung soto.
Di tempat ini pencuri berhasil menggasak 2 unit komputer, 3 monitor, vacum cleaner, seperangkat CCTV beserta servernya dan uang tunai 10 juta rupiah.
“Barangnya banyak, tidak mungkin pakai sepeda motor. Pasti pakai mobil,” ucap Fatwa.
Baca juga: Siswi SMA di Tulungagung Melahirkan di Kamar Mandi, Bayinya Bernasib Tragis
Fatwa menduga pencuri masuk dengan mencongkel gembok pintu besi bagian luar. Lalu pencuri mencongkel pintu kaca dan masuk ke ruang kerjanya. Saat kejadian kantor dalam keadaan kosong.
“Biasanya ada karyawan yang tidur di dalam, tapi semalam sedang kosong. Terakhir kami tutup pukul 23.00 WIB,” sambung Fatwa.
Anggota Unit Inafis Satrekrim Polres Tulungagung bersama Unit Reskrim Polsek Kedungwaru telah melakukan olah TKP.
Kapolres Tulungagung melalui Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Trisakti menjelaskan kejadian ini sedang dalam penyelidikan Polres Tulungagung. “Sedang kita lakukan penyelidikan,” pungkasnya (Noyo/JP).
Editor : Redaksi