BACASAJA.ID – Ketidak tahuan kedua pelaku pengeroyokan berujung tewasnya korban M Vito Zakaria (18) jika permasalahan yang dia bela sebetulnya merupakan kesalahan yang dibuat oleh temannya sendiri.
Kedua pelaku bernama Akbar dan Arif tak mengetahui jika pemicu pengeroyokan tersebut berawal dari pemerkosaan.
Baca juga: Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis
"Saya membela teman saya (dipukuli,red). Enggak tahu permasalahannya kalau pemerkosaan," ungkap Akbar saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5).
Sebagai bentuk solidaritas antar sesama teman, Akbar bersama Arif akhirnya menemui korban dan melakukan pemukulan.
"Baru tahu kalau teman saya memperkosa, terus ditawur sama teman cewek itu (korban,red). Terus laporan ke kami, kami membalas," kata dia.
Saat menganiaya korban, pemuda yang bekerja sebagai waiters di hotel itu mengaku memukuli sebanyak lima kali dibagian punggung dan bibir. Pengeroyokan itu dilakukan para pelaku di Jalan Siwalankerto.
Baca juga: Tanam 38.000 Mangrove, Pelajar Surabaya Ukir Prestasi International Young Eco-Hero Award 2026
"Setelah dipukuli di lokasi terus digotong di kamar (indekos,red). Meninggalnya di sana. Kalau yang menghantam ketembok kurang tahu siapa," jelas dia.
Hal serupa juga disampaikan Arif selaku tersangka kedua. Dia juga mengaku tak mengetahui jika temannya telah memperkosa kawan perempuan korban.
"Saya awalnya belum tahu kalau pemerkosaan, karena bilangnya ke kami dia dikeroyok," ungkap dia.
Baca juga: Cegah Jalan Lingkungan Jadi Lahan Parkir, RW 1 Pucang Sewu Surabaya Terapkan Denda Rp500 Ribu
Tujuan membantu teman namun berujung pidana sangat disesalkan oleh Arif. Dia juga ikut memukuli korban hingga menyebabkan meninggal.
"Saya mukul punggung satu kali memakai tangan kosong," ucap Arif. (Jem/J2)
Editor : Redaksi