Ini Jalan Alternatif Masuk Surabaya Selama Bundaran Waru Ditutup

bacasaja.id
petugas mengarahkan pengendara untuk putar balik. (dokumentasi)

BACASAJA.ID – Pos penyekatan di seputar jalan Bundaran Waru depan Cito ditutup total, Rabu (7/7/2021). Bahkan, penyekatan itu berlangsung selama 24 jam hingga berakhirnya PPKM Darurat 20 Juli 2021 mendatang.

Jalur yang ditutup itu sendiri adalah merupakan akses masuk utama dari Sidoarjo menuju Kota Surabaya yang biasanya digunakan para pengendara yang hendak bekerja.

Baca juga: Mantap! 19 Daerah di Jatim kini Berstatus PPKM Level 1, Ini Daftar Lengkapnya

Dirlantas Polda Jatim Kombespol Latief Usman meminta warga yang memiliki kepentingan urgen ke Surabaya melewati jalur alternatif atau jalur tikus. Lantas di mana jalur tikus tersebut?

 Mengingat penutupan total Bundaran Waru berlaku selama 24 jam, maka warga yang akan ke Surabaya harus mencari jalan lain. Informasi yang dihimpun, jalur tikus tersebut bisa dilalui dari arah Sidoarjo dan Mojokerto.

 Berikut jalur alternatifnya:

 Rute 1 dari arah Waru/Sidoarjo:

 Usai pintu keluar Terminal Bungurasih, belok kiri arah Medaeng dari Bundaran Waru. Putar balik lalu ambil akses jalan ke kiri menuju Masji Agung/Masji Al Akbar melalui Akses Lingkar Emas.

Dari Masjid Agung bisa ke arah Jalan Raya Pagesangan atau Jalan Gayungsari Barat. Seteah itu akan tembus Jalan Ahmad Yani Surabaya.

 

Rute 2 dari Arah Mojokerto/Medaeng:

Dari pertigaan Medeang belok kiri arah Mall Cito/Bundaran Baru. Sebelum Bundaran Waru, ambil akses jalan ke kiri menuju Masjid Agung/Masji Al Akbar melalui Akses Lingkar Emas.

Dari Masjid Agung bisa ke arah Jalan Raya Pagesangan atau Jalan Gayungsari Barat. Seteah itu akan tembus Jalan Ahmad Yani Surabaya.

 

Rute 3 dari Arah Waru/Sidoarjo:

Dari Arah Baru menuju Bundaran Baru/Mall Cito. Sesampainya Bundaran Waru, putar balik menuju arah Waru/Sidoarjo. Sebelum flyover Waru, belok kiri arah Pabrik Paku-Jalan Brigjen Katamso.

Ikuti arah jalan menuju Jalan Raya Berbek, Wadung Asri, Rungkut Menanggal, Rungkut Industri, Kendangsari, Jemur Andyani hingga akhirnya tembus Bundaran Bulog/Taman Pelangi (Jalan Ahmad Yani-Jalan Jemursari).

 

Penutupan ini tepat di arah masuk ke Kota Surabaya di depan mal City of Tomorrow (CITO). Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang kawasan ini. Mengingat Bundaran Waru jadi pertemuan arus lalu lintas dari arah Sidoarjo dan Mojokerto yang akan masuk ke Kota Surabaya.

 

"Kalau penting, silakan cari jalur alternatif lain untuk masuk (ke Kota Surabaya), silakan gunakan itu. Yang tidak berkepentingan, di rumah saja," kata Kombes Pol Latif Usman saat berada di Bundaran Waru arah Kota Surabaya. Rabu 7 Juli 2021.

Baca juga: Jatim jadi Provinsi Pertama dan Satu-satunya yang Level 1, Gubernur: Terima Kasih untuk Masyarakat

 

Keputusan menutup akses Bundaran Waru setelah pihaknya melakukan analisa dan evaluasi (anev) sejak awal PPKM Darurat diberlakukan. Hasilnya, mobilitas warga yang masuk kota Surabaya masih tinggi meski ada penurunan.

 

"Hasil evaluasi sudah ada penurunan hari pertama dan kedua, tapi sampai hari ke-5, dipilah-pilah orang masuk Surabaya, masih padat sekali," ungkapnya.

"Bundaran Waru ini adalah pintu utama orang masuk ke Surabaya. Tempat ini adalah akses utama masuknya kendaraan dan orang," lanjut Latif menegaskan.

 

Penutupan Bundaran Waru Surabaya, masih kata Latif, berlaku 1x24 jam. Dalam penerapannya, seluruh kendaraan, baik roda dua maupun empat dilarang masuk, begitu juga dengan pelat L (Surabaya) dan W (Sidoarjo).

 

Apabila ditemukan pengendara yang hendak melintas tanpa ada urgency atau kepentingan tertentu, serta tak dilengkapi berkas-berkas pendukung seperti surat tes usap dan vaksin, akan diputarbalikkan.

 

Baca juga: Nekat Buka saat PPKM, Pengusaha RHU di Kalibokor Surabaya Ini malah Bentak Petugas Satpol PP saat Digerebek

Latif mengaku maklum dengan keluhan dari masyarakat. Menurut dia, pihaknya mengambil kebijakan tersebut karena lebih mementingkan keselamatan dan kesehatan masyarakat selama menerapkan aturan PPKM darurat.

 

Sebelumnya, salah seorang pengendara motor berpelat nomor L, Rohman mengaku kecewa dengan adanya penutupan jalan ini. Pasalnya, penutupan terkesan tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

 

"Ya kecewa, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya," kata Rohman.

 

Hal senada diungkapkan Alan. Warga Surabaya yang berdomisili di Waru, Sidoarjo ini mengaku kecewa. Dia sempat bingung karena hendak berangkat bekerja menuju tempat kerjanya.

 

"Seharusnya yang ditertibkan kantornya, bukan jalannya. Kalau kantor libur pasti tidak akan ada orang yang keluyuran di jalan seperti ini," ungkapnya. (net/J1)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru