Anak Mensos Risma Kesal Dapat Perlakuan Diskriminasi Di Tempat Main Anak, Begini Kronologinya

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar story Instagram Erra Masita Maharani
Tangkapan layar story Instagram Erra Masita Maharani

i

SURABAYA - Menantu Mensos Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma, Erra Masita Maharani, mendadak menumpahkan kekecewaan terhadap salah satu tempat bermain anak di Surabaya. Istri Fuad Benardi itu merasa mendapat diskriminasi.

Erra Masita Maharani dan Fuad Benardi menceritakan kronologi masalah yang terjadi. Awalnya mereka masuk ke salah satu tempat bermain anak untuk mengajak buah hatinya bersenang-senang.

Lalu Erra Masita Maharani yang mendampingi anaknya kerap menerima teguran pegawai tempat bermain. Hal itu terjadi dikarenakan masalah masker.

"Sejak awal memang ditegaskan masuk harus pakai masker, kalau nggak pakai masker dapat teguran 3 kali, lalu pegawainya berhak mengusir. Waktu itu sebagai parents aku okein. Setelah di dalam anakku memang nggak mau pakai masker sudah aku paksa dan itu aku juga sudah diingatkan dan dibuntutin sama salah satu pegawainya cowok. Ke manapun anakku pergi dia buntutin aku," ujar Erra.

Fuad Benardi punya alasan mengapa anaknya tak mau pakai masker. Hal itu dikarenakan buah hatinya masih kecil.

Namun, Fuad Benardi tetap merasa ada tindakan yang berbeda. Pegawai tempat bermain itu seakan begitu mengawasi sekali anaknya.

"Namanya anak 2 tahun ya pasti melawan karena dari dulu ketika dipakaikan masker mesti tidak mau. Tindakan diskriminasi sudah terlihat dari awal, saat mulai bermain. Anak kami lewat pendamping sudah diingatkan bolak-balik untuk memakaikan masker bahkan sampai diinfokan lewat microphone. Karena tetap tidak mau pakai akhirnya kami diminta untuk keluar. Saat itu kami bisa menerima karena memang aturan seperti itu," tutur Fuad.

Di saat hendak keluar dari tempat bermain itu, Fuad Benardi dan Erra Masita Maharani melihat ada dua anak tak memakai masker. Mereka makin merasa janggal setelah dua anak itu tak diperingati dan dijaga.

Fuad Benardi dan Erra Masita Maharani pun menumpahkan kekesalan ke tempat bermain tersebut. Mereka sama sekali tak terima dan merasa ada perbedaan perlakuan.

"Apabila diusir harusnya semua anak yang tidak pakai masker diusir, tidak hanya anak kami yang mohon maaf suku Jawa sementara lainnya suku berbeda," kata Fuad.

"Marah dong kenapa anak gue digituin, anak orang lain yang mungkin kelihatan berada nggak digituin juga. Beda banget perlakuannya," sahut Erra.

Fuad Benardi dan Erra Masita Maharani pun bicara soal reaksi pegawai tempat bermain tersebut. Mereka heran mengapa para pekerja itu cuma diam.

"Saat saya marah-marah, bagian resepsionis kayak pura-pura kebingungan dan nyari HT, padahal posisi anak yang tidak pakai masker itu berada di belakang resepsionis," ujar Fuad.

Gegara merasa didiskriminasi, Fuad Benardi dan Erra Masita Maharani berniat bertatap muka dengan manajemen tempat bermain. Mereka mengatakan kejadian itu baru pertama kali dirasa.

"Bini pengin ketemu dengan manajemen dan konfirmasi kenapa bersikap seperti itu," tutur Fuad.

Postingan Fuad Benardi terkait merasa didiskriminasi tempat bermain anak pun viral. Hal itu turut memantik influencer dan selebgram lain ikut bereaksi dengan ikut memposting di story akun instagramnya, seperti contoh : Charles Robin Lie dan Tom Liwafa.

Sumber : detik com

Tag :

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…