Sosok Panglima TNI Berikutnya, Effendi Simbolon: Saya Dengar Panglima Pengganti Andika Perkasa Potong Generasi

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon
Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon

i

BACASAJA.ID - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon menyinggung isu pengganti Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Merujuk UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Andika harus pensiun pada Desember mendatang.

Effendi mengaku sudah mendengar kabar pengganti Andika nantinya adalah sosok yang memotong generasi. Ia meminta Andika mempersiapkan dengan baik siapa pun calon-calonnya.

"Apakah Pak Yudo, apakah Pak Fajar atau siapa, dengar-dengar katanya ini potong generasi katanya. Jadi langsung ke [angkatan] 94 semua. Jangan [sampai] ada yang marah. Dipersiapkan yang akan [menggantikan], kelahiran 68 ke atas," kata Effendi dalam rapat kerja di Komisi I DPR, Senin (5/9).

"Ya wajar dipersiapkan untuk melintasi persiapan sampai lewat masa pemilu karena ada dua pemilu besar, pilpres, pileg, dan pilkada. Wajar. Nah kami ikut di dalam pengambil kebijakan di bawah Bapak," kata dia.

Anggota Komisi I itu menyinggung pengganti Andika karena khawatir nantinya sosok Panglima TNI terpilih tak dapat mewujudkan sinergi yang baik. Ia menyebut saat ini ada hubungan yang kurang harmonis antara Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Ia menilai hal ini salah satunya ditunjukkan dengan absennya Dudung dalam sejumlah rapat di DPR termasuk rapat hari ini.

"Ini semua menjadi rahasia umum, Pak, rahasia umum Jenderal Andika. Di mana ada Jenderal Andika, tidak ada KSAD. Jenderal Andika membuat Super Garuda Shield, tidak ada KSAD di situ," kata Effendi.

"Ego Bapak berdua itu merusak tatanan hubungan junior dan senior, Pak. Dengan segala hormat saya, Pak, saya dekat dengan Pak Andika, saya dekat dengan Pak Dudung," tambah dia.

Ia juga sempat menyinggung anak Dudung tak lolos Akmil menjadi salah satu alasan kerenggangan keduanya. Effendi meminta klarifikasi dari keduanya dalam rapat terkait isu aktual mendatang.

"Sampai urusan anak KSAD gagal masuk Akmil pun menjadi isu. Emangnya kalau KSAD kenapa? Emang harus masuk? Emang kalau anak Presiden harus masuk? Siapa bilang itu, ketentuan apa? Ini kita harus tegas Pak. Saya lebih tua dari bapak-bapak semua, saya berhak bicara di sini," ungkapnya.

"Masa setiap ada panglima dari panglima ke KSAD begitu terus, dari zaman Pak Moeldoko ini. Pak Moeldoko ke Pak Gatot begini, Pak Gatot ke Pak Hadi begini, Pak Hadi ke Pak Andika begini, Pak Andika ke Pak Dudung begini, sampai kapan? Kenapa kalian yang ego begitu," ujarnya. (KUM)

 

 

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…