Kasus Penolakan Gereja HKBP Di Cilegon, Pemuda HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur : Pemerintah Pusat Harus Turun Tangan Beri Solusi Kongkrit

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengurus Pemuda HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur yang meliputi wilayah Jawa Timur
Pengurus Pemuda HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur yang meliputi wilayah Jawa Timur

i

BACASAJA.ID - Pengurus Pemuda HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur yang meliputi wilayah Jawa Timur sampai Papua meminta agar Pemerintah Pusat segera menangani polemik penolakan Gereja HKBP di Cilegon, agar dapat terselesaikan dengan damai sesuai amanat UUD Tahun 1945 Pasal 29 ayat 2. Hal itu disampaikan Sekjen Pemuda HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur, Rafael Simanjuntak di Surabaya (12/9/2022).

Rafael juga menyayangkan sikap Wali Kota dan Wakil Wali kota Cilegon yang justru ikut mendukung petisi penolakan pendirian Gereja HKBP di Cilegon.
"Kami menyayangkan dan geleng-geleng kepala melihat apa yang telah dipertontonkan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon  yang justru ikut menandatangani petisi penolakan Gereja HKBP di Cilegon" ujar Rafael

Menurutnya seorang kepala daerah dalam mengambil kebijakan seharusnya berpangku pada konstitusi yang berlaku, bukan malah tunduk pada tekanan massa atau intervensi kelompok tertentu saja, hal ini menurut Rafael dapat berpotensi menciptakan konflik horizontal antar umat beragama.

Ia juga mengatakan apabila seluruh rumah ibadah ditelusuri secara _fair_ belum tentu semua memiliki izin sesuai aturan yang berlaku.
"Disinilah kita butuhkan pemimpin yang dapat mengayomi masyarakat dengan adil tanpa terkecuali. Kalaupun terdapat penolakan, pemerintah setempat seharusnya memediasi hingga tercipta _win-win solutions_ tanpa menitikberatkan pada suatu kelompok tertentu" tutur Rafael.

Pemuda HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur juga sangat menyayangkan sikap FKUB yang justru ikut menolak pendirian gereja di Cilegon, menurutnya itu bertolakbelakang dengan namanya sebagai organ Forum Kerukunan Antar Umat Beragama.

"Kami sangat menyayangkan sikap FKUB Cilegon yg justru ikut bersuara menolak mendirikan Gereja di Cilegon, kalau FKUB Cilegon menolak adanya pendirian Gereja di Cilegon, sebaiknya FKUB Cilegon dibubarkan saja, karena tidak merepresentasikan tujuan terciptanya kerukunan antar umat beragama" tandas Rafael yang juga sebagai pengurus pemuda Gereja Lutheran se-dunia (The Lutheran World Federation, LWF) yang membidangi wilayah Asia.

Rafael berharap ada tindakan konkrit dari Pemerintah Pusat dalam mengatasi diskriminasi yang dialami HKBP di Cilegon. Dia mengatakan selama ini Pemuda HKBP sudah cukup sabar menyaksikan diskriminasi yang dialami kelompok minoritas terkhusus dalam pendirian gereja di berbagai daerah di Indonesia.

"Selama ini kami diam saja ketika mendapati gereja kami mendapat penolakan, dipasang sound keras-keras saat kami ibadah, dilarang masuk ke gereja, bahkan ada yang gedung gereja kami di rusak" terangnya.

"Semut aja jika di injak akan menggigit, jadi kami meminta agar pemerintah Pusat dapat memberi solusi konkrit kepada umat Kristiani agar dapat beribadah di Cilegon", tambah Rafael.

Rafael mengklaim pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan seluruh Pemuda HKBP se-Dunia untuk menyikapi kasus ini.
Ia juga mengatakan kalau pemerintah Pusat membiarkan kasus ini, artinya Pemerintah Pusat membiarkan adanya Konflik Horizontal di tengah masyarakat Indonesia yang Plural.

"Kami akan melakukan konsolidasi dan Koordinasi dengan Pemuda HKBP se-Dunia, persoalan ini akan kami kawal terus" tandasnya. (AND)

Tag :

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…