Bayar 750 Ribu, Polda Jatim Buru Pemesan Konten Video Porno Kebaya Merah

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AH (kiri) dan ICS, dua tersangka pembuat video porno "Kebaya Merah".
AH (kiri) dan ICS, dua tersangka pembuat video porno "Kebaya Merah".

i

BACASAJA.ID - Aparat Polda Jawa Timur kini masih memburu pemesan video porno "Kebaya Merah" setelah anggotanya dari unit Cyber Crime Ditreskrimsus berhasil menangkap pembuat konten video tersebut.

Seorang lelaki beinisial ACS asal Surabaya dan seorang perempuan AH asal Malang. Keduanya kini menjadi tersangka pembuat konten asusila video "Kebaya Merah" dan diperlihatkan kepada media, Selasa (8/11/2022).

Video "Kebaya Merah" yang berdurasi 16 menit adalah video porno. Disebut video "Kebaya Merah" karena perempuan pemeran utamanya berkebaya merah. Ia berperan seolah sebagai pegawai hotel yang melayani tamu laki-lakinya. Pemeran dalam adegan mesum video tersebut mengenakan topeng sebatas mata. Video berdurasi lengkap maupun potongannya tersebar di media sosial.

Ditreskrimsus Polda Jatim yang mengusut penyebaran konten pornografi ini akhirnya berhasil menangkap ACS dan AH di sebuah rumah kos di daerah Medokan Semampir, Surabaya. AH (kiri) dan ICS, dua tersangka pembuat video porno "Kebaya Merah".

Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim juga menyita sebuah laptop, HP dan dua buah hard disk.

Menurut Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, keterangan yang didapat dari kedua tersangka pelaku menyebutkan bahwa mereka melakukan adegan asusila berdasarkan pesanan dari sebuah akun media sosial Twitter. Akun itu meminta mereka membuat cerita dengan tema pelayan atau resepsionis hotel yang melayani tamu hotel.

"Tersangka membuat video "Kebaya Merah" tersebut karena adanya pesanan konten video porno dengan tema resepsionis hotel, dari sebuah akun di Twitter “ ujar Kombes Pol Farman.

Hingga kini penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim masih memburu pemesan konten "Kebaya Merah" tersebut. "Saat ini masih dilakukan penyelidikan," tambah Farman

Ditambahkan, kedua pelaku membuat adegan mesum tersebut dengan bermodalkan telepon seluler mereka. Hasilnya kemudian diedit di laptop.

"Setelah itu baru mereka jual dengan harga Rp 750.000," kata Kombes Pol Farman.

Harga jual disesuaikan dengan tema konten.

"Setelah itu baru mereka jual melalui medsos Telegram. Dari Hasil penjualan nya menurut pengakuan tersangka digunakan utuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sedangkan tempat pembuatan video tidak harus hotel seperti seting pada "Kebaya Merah". Ada juga lokasi di kamar biasa disesuaikan tema yang dipesan.

"Untuk konten "Kebaya Merah" ini mereka dipesan melalui DM dan dijual dengan harga Rp 750.000," kata Farman. (BS)

Tag :

Berita Terbaru

Ungkap Hasil Investigasi Insiden Margorejo, Pemkot Surabaya Evaluasi Menyeluruh Proyek Box Culvert

Ungkap Hasil Investigasi Insiden Margorejo, Pemkot Surabaya Evaluasi Menyeluruh Proyek Box Culvert

Rabu, 17 Jun 2026 21:52 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 21:52 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan pengamanan proyek saluran atau pembangunan box culvert. Evaluasi …

Dipimpin Langsung PB XIV, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Diikuti Lebih dari 5.000 Peserta

Dipimpin Langsung PB XIV, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Diikuti Lebih dari 5.000 Peserta

Rabu, 17 Jun 2026 21:45 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 21:45 WIB

SOLO– Kirab Pusaka Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat yang dipimpin langsung oleh Sinuhun Paku Buwono XIV berlangsung khidmat dan sukses pada Selasa m…

Ribuan Warga Padati Solo, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat Berlangsung Khidmat

Ribuan Warga Padati Solo, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat Berlangsung Khidmat

Rabu, 17 Jun 2026 20:58 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 20:58 WIB

Ribuan warga memadati Solo untuk menyaksikan Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat. Sebanyak 14 pusaka dan tiga Kebo Bule diarak…

TERCIUM AROMA KORUPSI, Proyek Jaringan Gas PGN di Surabaya Rp2,3 Triliun Diusut Kejaksaan Negeri

TERCIUM AROMA KORUPSI, Proyek Jaringan Gas PGN di Surabaya Rp2,3 Triliun Diusut Kejaksaan Negeri

Rabu, 17 Jun 2026 20:41 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 20:41 WIB

SURABAYA- Dugaan penyelewengan proyek jaringan gas rumah tangga PT Perusahaan Gas Negara (PGN) senilai Rp 2,3 Triliun mulai diselidiki Seksi Pidana Khusus…

Festival Reog Ponorogo Beri Dampak Ekonomi Terbesar di Jawa Timur, Ini Catatan Kemenpar

Festival Reog Ponorogo Beri Dampak Ekonomi Terbesar di Jawa Timur, Ini Catatan Kemenpar

Rabu, 17 Jun 2026 15:13 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 15:13 WIB

PONOROGO-Gelaran Grebeg Suro yang berlangsung rutin setiap tahun di Ponorogo mencuri perhatian nasional. Apalagi, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang…

KPK Periksa Direktur PT Infinity Internasional, Terkait Korupsi Bea dan Cukai

KPK Periksa Direktur PT Infinity Internasional, Terkait Korupsi Bea dan Cukai

Rabu, 17 Jun 2026 14:58 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:58 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur PT Infinity International, Ali Susanto, sebagai saksi. Ali akan…