Penolakan Kunjungan Anies Mulai Merebak, PNIB : Lawan Bapak Politik Identitas Dengan Gerakan Integritas

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gelombang penolakan safari politik Anies Baswedan mulai merebak
Gelombang penolakan safari politik Anies Baswedan mulai merebak

i

BACASAJA.ID - Gelombang penolakan safari politik Anies Baswedan mulai merebak. Jawa Timur yang identik dengan basis massa kaum Nahdliyin menjadi target gerilya politik capres dari Partai Nasdem.

Menurut informasi dijadwalkan tanggal 27 November mantan Gubernur DKI hasil Pilkada “brutal” 2018 lalu akan mengunjungi kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Sejumlah elemen masyarakat dan ormas anti politik identitas bereaksi keras atas rencana kunjungan tersebut. Spanduk bertebaran di  sudut kota menjadi bentuk ketegasan penolakan.

Salah satunya ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bereaksi keras dengan menyerukan kepada anggotanya di Jawa Timur untuk konsisten kampanyekan Persatuan dan Kebhinekaan, tolak Khilafah Dan Politik Identitas.

Ketua umum PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)dalam keterangan pers kepada media SuluhNusantaranews mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat akan bahaya safari politik Anies Baswedan.

“Anies Baswedan yang sudah dinobatkan sebagai Bapak Politik Identitas saya himbau tidak blusukan ke berbagai daerah utamanya di bondowoso dan jawa timur. Suasana kondusif di Jawa Timur khususnya Bondowoso yang selama ini harmonis dengan kebhinekaan jangan sekali-kali dinodai dengan modus politik identitas untuk kepentingan kekuasaan 2024 nanti” tegas Gus Wal.

Kontroversi gerakan politik Anies Baswedan dan pendukungnya seyogyanya disikapi dengan kewaspadaan oleh pihak aparat terkait. Keamanan kota Bondowoso terancam memanas dengan rencana kehadiran Anies.

Selanjutnya Gus Wal juga menyerukan penolakan potensi gerakan memecah belah masyarakat akar rumput terkait dukung mendukung Capres yang masih terlalu prematur dilakukan Anies.

“Jangan adu domba masyarakat Jawa Timur yang bermartabat berbudaya kalau hanya untuk kepentingan kekuasaan dengan menggunakan politik identitas. Kedatangan Anies Baswedan di Bondowoso juga bisa dikatakan mencuri start kampanye, padahal pemilu masih sangat jauh. Jika aparat tidak mampu, PNIB akan berada di barisan terdepan menghalau kepentingan politik identitas di Jawa Timur. Saya selaku ketua umum PNIB sudah menginstruksikan para kader pecinta NKRI untuk membuat pos-pos pemantau pergerakan kelompok politik identitas. Kami tidak mengancam tetapi sekedar mengingatkan potensi terjadinya gesekan horizontal atas kedatangan Anies Baswedan” seru Gus Wal dengan nada serius.

“Kami akan bekerja sama dengan elemen masyarakat lain untuk mengingatkan ancaman integritas bangsa jika kepentingan politik identitas yang sableng tersebut dilakukan mengatasnamakan agama. Penolakan yang kami lakukan tidak terbatas di Jawa Timur, namun juga di seluruh Nusantara. Persatuan dan kesatuan bangsa ini lebih penting daripada ambisi kekuasaan. Hanya satu kata dari PNIB yaitu : Lawan!!” tambah Gus Wal.

“Bahaya politik identitas yang diusung Anies Baswedan telah terbukti memecah belah DKI. Siapapun pendana yang mendukung gerakan tersebut akan berhadapan dengan PNIB. Tolak Khilafah Dan Politik Identitas sampai kiamat” pungkas Gus Wal. (SN)

Tag :

Berita Terbaru

Iskandar Kembali Dipercaya Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026 - 2029

Iskandar Kembali Dipercaya Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026 - 2029

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYA - Dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya, pada Rabu (19/08/2026), Iskandar Pribowo kembali…

Tahun 2026 Indonesia Darurat Kematian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Tahun 2026 Indonesia Darurat Kematian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Rabu, 19 Agu 2026 14:26 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 14:26 WIB

Oleh :Singky Soewadji Belakangan ini rasanya hati kita capek banget. Sedihnya datang bertubi-tubi, terutama buat kita yang sayang dengan Mamalia lembut…

Gandengan Tangan Taklukkan Batang Licin, Panjat Pinang Jadi Puncak Keseruan Semarak Kemerdekaan di Polda Sulbar

Gandengan Tangan Taklukkan Batang Licin, Panjat Pinang Jadi Puncak Keseruan Semarak Kemerdekaan di Polda Sulbar

Rabu, 19 Agu 2026 10:30 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:30 WIB

POLDA SULBAR- Sebuah batang pinang setinggi 10 meter yang dilumuri pelumas yang dikenal dengan istilah Gommok menjadi tantangan paling ditunggu sekaligus…

Semarak Merah Putih: Ledakan Suka Cita Rayakan HUT RI ke-81 di Polda Sulbar

Semarak Merah Putih: Ledakan Suka Cita Rayakan HUT RI ke-81 di Polda Sulbar

Rabu, 19 Agu 2026 10:27 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:27 WIB

POLDA SULBAR- Suasana penuh suka cita, tawa riang, dan semangat merah putih menyelimuti Lapangan Tribrata Mapolda Sulawesi Barat, Rabu (19/8/26). Mulai dari…

Kapolda Sulbar Bersama Seluruh Personel Lepas Penat, Seru-seruan Lomba Rakyat Warnai HUT Kemerdekaan RI

Kapolda Sulbar Bersama Seluruh Personel Lepas Penat, Seru-seruan Lomba Rakyat Warnai HUT Kemerdekaan RI

Rabu, 19 Agu 2026 08:28 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 08:28 WIB

POLDA SULBAR- Dalam semarak kemerdekaan RI yang ke-81, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta bersama para PJU beserta seluruh personel dan Bhayangkari …

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Dikembalikan, Ini Alasannya

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Dikembalikan, Ini Alasannya

Rabu, 19 Agu 2026 07:50 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:50 WIB

JAKARTA- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Selasa (18/8/2026), menggelar sidang praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung…