Harta Senilai Miliaran Pernah Disita KPK, Tangan Kanan Khofifah Terancam Ditangkap

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) melakukan aksi di depan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Senin (06/03/2023)
Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) melakukan aksi di depan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Senin (06/03/2023)

i

BACASAJA.ID - Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) melakukan aksi di depan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Senin (06/03/2023) mereka membawa sejumlah tuntutan baik kepada Kepala Dinas maupun kepada KPK RI. 

Versi Jaka Jatim, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur adalah Oraganisai Perangkat Daerah (OPD) yang paling banyak menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Dearah (APBD) Provinsi Jawa Timur dari tahun ke tahun Mulai dari 1. Belanja Pegawai 2. Belanja Oprasioanal 3. Belanja barang dan jasa 4. Belanja hibah 5. Belanja bunga Dll, sehingga anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Jatim perlu dipertanyakan dan perlu di evaluasi.

Dalam selebaran yang di edarkan Jaka Jatim bahwa Adanya dugaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai tempat pencucian uang dan dijadikan alat untuk korupsi dibuktikan dengan temuan BPK RI setiap tahunnya sejak tahun 2019 sampai 2022 dengan angka Miliaran Rupiah anggaran yang kena klaim BPK baik adanya Kefiktifan Pekerjaan, Kekurangan Volume Pekerjaan, Tak Setor SPJ Pekerjaan, dan Membelanjakan Anggaran Negara Tidak sesusi dengan Spesifkasi (aturan).

Dan kondisi dibawah berdasarkan Hasil Investigasi dan Penelitian Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Bahwa Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur tebang pilih terhadap lembaga pendidikan yang bukan orangnya Kadis Pendidikan dan Pendukung Gubernur Jawa Timur sulit mendapatkan bantuan sehingga semua pejabat yang ada di Lingkungan Dinas Pendidikan berdasarkan Instruksi Wahid Wahyudi sebagai Kepala Dinas dan sebagai Tangan Kanan Gubernur Jawa Timur yang saat ini posisinya sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan Jatim.

Oleh karenanya, Berdasarkan informasi yang beredar pada waktu salah satu pimpinan DPRD Pronvinsi jawa Timur di OTT (Operasi Tangkap Tangan Oleh) oleh KPK di Kantor Indrapura Surabaya sejak 14 Oktober 2022, bahwa Eksekutif Daerah Provinsi Jawa Timur yang terlibat di dalamnya diperiksa bahkan digeledah kantornya dan salah satu yang digeledah rumahnya adalah Bapak Wahid Wahyudi karena diduga terlibat dalam hal ini, dan menjadi tangan kanan gubernur untuk memainkan anggaran yang di alokasikan Kepada Eksekutif daerah Khsususnya Gubernur Jawa Timur.

Musfik selaku korlap aksi menjelaskan bahwa Hasil penyitaan Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) atas penggeledahan di rumah bapak Wahid Wahyudi Plt. Dinas Pendidikan yaitu :

1. Emas batangan senilai belasan miliar
2. 2 buah Berlian harga miliaran rupiah
3. Cek belum dicairkan sebesar 36 miliar
Kalau penyitaan KPK ini adalah benar, maka jelas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang selama ini visi-misinya adalah meningkatkan kualitas pedidikan dan mencerdaskan anak bangsa hanya dijadikan lumbung para koruptor yang berkedok pendidikan, dan hal ini presiden terburuk di provinsi Jawa Timur.

Sedangkan yang menjadi Tuntutan Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Kepada Plt. Dinas Pendidikan Jawa Timur :

1. Segera Undur diri dari jabatannya Bapak Wahid Wahyudi sebegai plt. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur karena rakyat sudah memahami cara memimpinya selama ini
2. Gubernur Selaku Pem Back_up Bapak Wahid Wahyudi di Dinas Pendidikan harus
Bertanggung Jawab karena dinas Pendidikan hanya dijadikan tempat pencucian uang
3. Bapak wahid wahyudi harus mempertangung jawabkan anggaran dinas pendidikan yang setiap tahun medapatkan surat rekomendeasi dari BPK Perwakilan Jawa Timur untuk pengembalian uang negara miliaran rupiah dan untuk memperbaiki system dilingkungan
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
4. Bapak Wahid Wahyudi Segera menyerahkan diri terhadap KPK atas penggeledahan di rumahnya pada tanggal 17-18 Januari 2023 dan dipanggil KPK beberapa kali tidak dipenuhi
5. Bapak wahid wahyudi seharusnya angkat bicara atas penggeledahan KPK di rumah
Pribadinya.

Lebih lanjut pihaknya membedakan antara tuntutan terhadap kadis Pendidikan Provinsi maupun kepada KPK, untuk Tuntutan Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) :

1. KPK segera ambil paksa Bapak Wahid Wahyudi karena beberapa kali dipanggil KPK tidak memenuhi
2. KPK segera selidiki harta dan kekayaan Bapak Wahid Wahyudi yang bersumber dari APBD dan Menjadi kepanjangan tangan Gubernur Jatim
3. Sitaan KPK atas penggeladahan di rumah Wahid Wahyudi atas Cek yang berisi 36
Miliar, 2 buah berlian seharga miliran rupiah dan mas batangan seharga miliaran rupiah,
harus dipertanggung jawabkan karena diduga hasil korupsi
4. KPK harus tanggap dan mempercepat proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi jika bukti sitaan sudah cukup
5. KPK jangan tebang pilih kepada siapapun, sikat dan tangkap tangan kanan Gubernur Jatim yang cawe-cawe dengan korupsi” tegas musfik berharap semua tuntutannya direspon baik dan menjadi antensi. (HD)

Tag :

Berita Terbaru

Iskandar Kembali Dipercaya Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026 - 2029

Iskandar Kembali Dipercaya Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026 - 2029

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYA - Dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya, pada Rabu (19/08/2026), Iskandar Pribowo kembali…

Tahun 2026 Indonesia Darurat Kematian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Tahun 2026 Indonesia Darurat Kematian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Rabu, 19 Agu 2026 14:26 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 14:26 WIB

Oleh :Singky Soewadji Belakangan ini rasanya hati kita capek banget. Sedihnya datang bertubi-tubi, terutama buat kita yang sayang dengan Mamalia lembut…

Gandengan Tangan Taklukkan Batang Licin, Panjat Pinang Jadi Puncak Keseruan Semarak Kemerdekaan di Polda Sulbar

Gandengan Tangan Taklukkan Batang Licin, Panjat Pinang Jadi Puncak Keseruan Semarak Kemerdekaan di Polda Sulbar

Rabu, 19 Agu 2026 10:30 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:30 WIB

POLDA SULBAR- Sebuah batang pinang setinggi 10 meter yang dilumuri pelumas yang dikenal dengan istilah Gommok menjadi tantangan paling ditunggu sekaligus…

Semarak Merah Putih: Ledakan Suka Cita Rayakan HUT RI ke-81 di Polda Sulbar

Semarak Merah Putih: Ledakan Suka Cita Rayakan HUT RI ke-81 di Polda Sulbar

Rabu, 19 Agu 2026 10:27 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 10:27 WIB

POLDA SULBAR- Suasana penuh suka cita, tawa riang, dan semangat merah putih menyelimuti Lapangan Tribrata Mapolda Sulawesi Barat, Rabu (19/8/26). Mulai dari…

Kapolda Sulbar Bersama Seluruh Personel Lepas Penat, Seru-seruan Lomba Rakyat Warnai HUT Kemerdekaan RI

Kapolda Sulbar Bersama Seluruh Personel Lepas Penat, Seru-seruan Lomba Rakyat Warnai HUT Kemerdekaan RI

Rabu, 19 Agu 2026 08:28 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 08:28 WIB

POLDA SULBAR- Dalam semarak kemerdekaan RI yang ke-81, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta bersama para PJU beserta seluruh personel dan Bhayangkari …

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Dikembalikan, Ini Alasannya

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Dikembalikan, Ini Alasannya

Rabu, 19 Agu 2026 07:50 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:50 WIB

JAKARTA- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Selasa (18/8/2026), menggelar sidang praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung…