Jelang PPKM Jawa-Bali, Pengusaha Warung hingga Kedai di Sidoarjo Resah

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi Kedai Tepi Teras di kala Pandemi Covid-19.
Kondisi Kedai Tepi Teras di kala Pandemi Covid-19.

i

BACASAJA.ID - Rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang diterapkan 11-25 Januari 2021, membuat pemilik usaha makanan dan minuman di Kabupaten Sidoarjo pasrah.

Sidoarjo sendiri merupakan wilayah yang harus ikut menerapkan pembatasan ini. Pemilik warung kopi hingga kafe mulai resah. Mereka mulai berpikir untuk mengantisipasi keuangan.

Seperti warung kopi milik Pian di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo. Ia mengaku pasrah dengan peraturan pemerintah mengenai pembatasan kegiatan. Ia tidak bisa membantah aturan itu karena usahanya tersebut adalah satu-satunya lahan perekonomian untuk menghidupi keluarganya.

"Ya mau gimana lagi mas, pasrah aja. Mau usaha lain ya usaha apa. Satu-satunya usaha ya buka warung kopi ini. Meskipun usaha lain ya ujung-ujungnya dibatasi nanti yang datang," ujar Pian, Sabtu (9/1/2021).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Kedai Tepi Teras (KTT) Sidoarjo. Mewakili pemiliknya, Manajer Operasional KTT, Abdur Rouf mengaku jika pembatasan yang akan diberlakukan akan sangat berdampak pada pendapatan setiap harinya.

"Ya mau gimana lagi, aturannya seperti itu ya dihadapi saja mas," kata Abdur Rouf.

Abdur sendiri membeberkan apabila kedainya tersebut justru ramai pengunjung ketika di jam-jam malam. Sedangkan pembatasan yang diberlakukan nantinya mewajibkan pengunjung hanya 25 persen dan pukul 19.00 WIB harus tutup.

"Dampaknya pasti ke omzet, biasanya pengunjung ramai datang pas malam soalnya. Selama pandemi, kalau ndak ada jam malam yang terlalu sore nggak masalah. Kita masih oke-oke saja. Tapi kalau sudah jam malamnya jam 7-8 susah pasti merosot nanti omzetnya," ungkapnya.

Abdur menyebut jika pendapatan kedainya ketika pagi-siang mencapai kisaran Rp3 jutaan. Sementara di jam malam biasanya mendapatkan Rp16 juta. Ia memperkirakan omzetnya akan turun ketika penerapan PPKM selama dua minggu tersebut.

"Ya bisa diperkirakan lah berkurangnya seperti apa bisa berkurang sampai Rp3-5 jutaan nantinya kalau ada pembatasan itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Tirto Ardi pun juga tak menampik jika dampak dari Covid-19 ini terasa sekali. Ia menyebut tak hanya di bidang ekonomi tapi juga sosial, budaya juga ikut kelimpungan.

"Ya hampir di semua lini kehidupan (terdampak). Semuanya ikut terdampak. Di sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi, produk, perekonomian masyarakat semua terpengaruh," kata dia.

Yang paling terpengaruh dampaknya, kata Tirto, adalah di bidang sosial. Jika dulu warga yang terdampak adalah waega miskin, saat ini bertambah adanya warga yang terdampak Covid-19.

"Dulu ada warga miskin, warga rentan miskin. Ini ada ketambahan lagi warga terdampak Covid-19. Contohnya warga yang bekerja di industri yang harus dirumahkan atau di PHK. Itu sangat terasa," jelasnya. (Arry Saputra)

Berita Terbaru

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar

Senin, 07 Sep 2026 07:54 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:54 WIB

JAKARTA — Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERADI PROFESIONAL DKI Jakarta Masa Bakti 2026–2031 yang berlangsung di JW Marriott Hotel Jakarta men…

Wakapolda Sulbar Tegaskan Makna Pengabdian, Jangan Jadi Benalu di Tengah Masyarakat

Wakapolda Sulbar Tegaskan Makna Pengabdian, Jangan Jadi Benalu di Tengah Masyarakat

Senin, 07 Sep 2026 07:48 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:48 WIB

POLDA SULBAR - Wakapolda, Brigjen Pol Hari Santos menyampaikan arahan tegas kepada seluruh personel Polda Sulbar, tentang makna pengabdian, kedisiplinan dan…

Targetkan 2 Juta Kader Muda, AMPG Jatim Gelar Diklatda I di Gedung Golkar Jawa Timur 

Targetkan 2 Juta Kader Muda, AMPG Jatim Gelar Diklatda I di Gedung Golkar Jawa Timur 

Senin, 07 Sep 2026 07:21 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:21 WIB

SURABAYA – Partai Golkar tak ingin kehilangan momentum dalam merebut generasi muda. Melalui Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), partai berlambang pohon b…

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …