Relawan Ganjar-Mahfud Dilaporkan Alami Kekerasan hingga Meninggal Dunia, Ini Sikap TPN

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Todung Mulya Lubis bersama TPN (Foto: Instagram @todungmulyalubisofficial)
Todung Mulya Lubis bersama TPN (Foto: Instagram @todungmulyalubisofficial)

i

JAKARTA - Relawan Capres Cawapres pasangan calon nomor urut 3, Ganjar - Mahfud MD dikabarkan mendapat kekerasan.

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar - Mahfud, mendapat laporan adanya dugaan tindakan kekerasan yang dialami oleh relawannya itu.

Hal itu berdasarkan laporan yang diterima oleh TPN dan lokasi dugaan kekerasan itu terjadi di Jawa Tengah.

Deputi Hukum TPN Todung Mulya Lubis menyebutkan, kalau pihaknya akan segera memproses secara hukum dan ketentuan berlaku.

Menurutnya, kalau kekerasan yang dialami oleh relawan Capres Cawapres nomor urut 03 Ganjar - Mahfud ini, terjadi pada Sabtu 30 Desember 2023.

Selain itu, kekerasan yang dialami oleh relawannya itu terjadi bukan hanya di satu lokasi saja. Akan tetapi, sudah terjadi di 3 lokasi.

"Kami mendapat laporan dari Klaten, Yogyakarta, dan Boyolali. Ini laporan brutalitas dan ini tindak kekerasan yang sangat-sangat tidak bisa diterima,"katanya.

Dalam peristiwa kekerasan yang terjadi tersebut, dilaporkan ada relawan hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Bahkan, empat orang dilaporkan mengalami luka yang cukup serius yang lokasinya di Boyolali.

"Yang meninggal dunia di Klaten, dan luka-luka empat orang di Boyolali,"terangnya.

Dijelaskan oleh Todung, kalau yang meninggal dunia tersebut merupakan relawan pendukung Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami kekerasan dan brutalitas pendukung paslon lain.

Dijelaskan juga, kalau dia mendapat kabar terjadinya penganiayaan terhadap relawan ini, diduga dilakukan oleh oknum TNI.

Untuk itu ia meminta TNI-Polri melakukan investigasi dan menindak tegas terduga pelaku bila terbukti bersalah.

"Kami ingin minta investigasi TNI-Polri. Karena ini laporan yang kami terima tapi kami sangat prihatin, sedih, dan tidak bisa bayangkan apa kita akan punya pemilu dan pilpres yang damai kalau keadaan semacam ini akan terus berlanjut apalagi eskalasi ini tidak bisa dibiarkan," kata dia.

Ia juga mengatakan, kalau tindakan kekerasan merupakan pelanggaran terhadap hukum.

Di sisi lain, kata Todung kekerasan akan menimbulkan iklim ketakutan di tengah masyarakat saat masa Pemilu.

Baca Juga: JK Dukung Capres AMIN, Pendukung Capres Prabowo dan Capres Ganjar Respon Begini

"Jadi semua brutalitas dan tindakan kekerasan itu langgar hukum dan tidak bisa kita terima,"tegasnya.

Aksi kekerasan tersebut, Todung akan membawanya ke proses hukum.

"Kita akan proses ini secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku,"aku dia.

Sebab, brutalitas ini tegasnya membahayakan integritas Pemilu.

"Brutalitas ini bahayakan integritas pemilu. Kekerasan ini bahayakan masa depan pemilu kita, timbulkan iklim ketakutan," kata Todung. (*)

Tag :

Berita Terbaru

Pengedar Sabu di Panceng Gresik Ditangkap, Modal Beli Narkoba dari Judol

Pengedar Sabu di Panceng Gresik Ditangkap, Modal Beli Narkoba dari Judol

Rabu, 19 Agu 2026 23:41 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 23:41 WIB

Gresik - Satresnarkoba Polres Gresik meringkus seorang pengedar narkoba dalam Operasi Tumpas Semeru 2026. Ironisnya, pelaku berinisial EP, warga Desa…

Basarnas Dorong Pembentukan Unit Siaga SAR di Kediri, Layanan Kedaruratan Ditarget Lebih Cepat

Basarnas Dorong Pembentukan Unit Siaga SAR di Kediri, Layanan Kedaruratan Ditarget Lebih Cepat

Rabu, 19 Agu 2026 23:38 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 23:38 WIB

Kediri - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendorong pembentukan Unit Siaga SAR (USS) di Kota Kediri. Rencana tersebut diharapkan dapat…

Brimob Polda Jatim Kirim Water Treatment ke NTT, Bisa Produksi 5.000 Liter/Jam

Brimob Polda Jatim Kirim Water Treatment ke NTT, Bisa Produksi 5.000 Liter/Jam

Rabu, 19 Agu 2026 23:34 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 23:34 WIB

Surabaya - Polda Jawa Timur memberangkatkan kendaraan water treatment untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa…

Diduga Mesum di Balai Desa, Kasun dan Perangkat Desa di Gresik Digerebek Warga

Diduga Mesum di Balai Desa, Kasun dan Perangkat Desa di Gresik Digerebek Warga

Rabu, 19 Agu 2026 23:30 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 23:30 WIB

Gresik - Warga Desa Putatlor, Kecamatan Menganti, Gresik, menggerebek dua perangkat desa yang ditemukan berduaan di dalam salah satu ruangan Kantor Desa…

Iskandar Kembali Dipercaya Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026 - 2029

Iskandar Kembali Dipercaya Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026 - 2029

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYA - Dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya, pada Rabu (19/08/2026), Iskandar Pribowo kembali…

Tahun 2026 Indonesia Darurat Kematian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Tahun 2026 Indonesia Darurat Kematian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Rabu, 19 Agu 2026 14:26 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 14:26 WIB

Oleh :Singky Soewadji Belakangan ini rasanya hati kita capek banget. Sedihnya datang bertubi-tubi, terutama buat kita yang sayang dengan Mamalia lembut…