Qurrota'Ain Rizky Cahyani, Anak Disabilitas RAP Surabaya Raih Juara Dalam Ajang Seni Tingkat Internasional

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Qurrota'Ain Rizky Cahyani
Qurrota'Ain Rizky Cahyani

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial mengembangkan Rumah Anak Prestasi (RAP) sejak 2022. RAP menjadi wadah bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan ketrampilan dan kompetensi. Seperti namanya, RAP mencetak anak-anak berprestasi hingga tingkat Internasional.

Salah satunya adalah Qurrota'Ain Rizky Cahyani yang baru-baru ini berhasil meraih best Line Master kategori usia 10-13 tahun dalam ajang We Are The World Event yang digelar pada 21 hingga 25 Agustus 2024 di Jakarta. Event tersebut diadakan oleh pusat seni yang berasal dari Paris.

Berkat prestasi tersebut, Qurrota'Ain Rizky Cahyani yang akrab disapa Tata itu merasa sangat bahagia dan bangga. Sebab, lukisannya akan di pamerkan di Paris pada bulan Desember mendatang.

"Ini pertama kali ikut lomba tingkat Internasional, perasaanya ya senang, bangga dan ada binggung juga," ungkap Tata saat ditemui di RAP Kedung Cowek, Kamis (29/8/2024).

Tata menjelaskan, karyanya yang berjudul 'Infinity in Diversity' terinpirasi dari beberapa lagu mancanegara yang sering ia dengarkan. Karya tersebut mengambarkan culture musik yang berbeda-beda dari setiap negara.

"Ini saya gambar dengan perbedaan culture masing-masing. Medianya pakai cat air, pensil warna dan spidol. Kalau inspirasinya dari lagu-lagu yang sering saya dengar, seperti lagu English, China, Jepang, Thailand dan juga Indonesia," ujar siswi SMP Muhamadiyah 13 Surabaya itu.

Ke depan, Tata semakin bersemangat untuk mengasah kemampuannya dengan mengikuti lebih banyak lomba dan terus berlatih di RAP. Ia merasa bahwa melukis adalah bagian dari kegemarannya sehari-hari."Kalau mau melukis jangan dipaksa, gambar saja yang mau digambar. Jadi jangan buat itu sebagai pekerjaan tapi sebagai hobi," ungkapnya.

Kebanggaan atas prestasi Tata juga dirasakan oleh sang ibu, Beta Ami. Perempuan berusia 47 tahun itu merasa sangat bangga lantaran putrinya mampu membuktikan ditengah kondisinya yang tidak seperti anak lainnya tapi mampu berprestasi hingga tingkat Internasional.

"Anak saya awalnya didiagnosa Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), lalu waktu kelas 3 SD diketahui ada diseleksia. Berjalannya waktu dokter juga mengatakan kalau ada autis ringan," ujar Beta.

Beta menceritakan, awalnya Ia sempat kebingungan untuk mengali potensi sang putri. Tetapi, dirinya tak patah semangat hingga menemukan RAP Nginden yang baru diresmikan pada tahun 2022 lalu.

"Tata itu tidak mau sekolah, kalau disuruh sekolah nangis saja maunya hanya mengambar. Lalu saya bawa ke Dinas Kebudayaan Kota Surabaya supaya bisa ikut kelas inklusi, tapi tidak bisa karena fisik anaknya normal. Akhirnya disarankan untuk ke RAP Nginden," papar warga Pacar Keling itu.

Setelah mengetahui informasi tentang RAP Nginden, Beta lantas mengikut sertakan Tata dalam pelatihan melukis setiap minggunya."Dari situ baru ketahuan bakat Tata ada di gambar. Bakatnya mulai terasah di RAP dan hanya di RAP saja belajarnya," imbuhnya.

Selain mengikuti pelatihan melukis, Beta juga rajin mengikutsertakan putri keduanya dalam pelatihan lainnya seperti, public speaking, membatik dan modeling di RAP.

Beta berharap, dengan usahanya untuk mengasah bakat Tata.Tata bisa bersaing dengan anak seusianya dan tidak diremehkan di lingkungan. Dirinya pun akan terus mendukung bakat putrinya dibidang seni, khususnya mengambar atau melukis.

"Kalau kedepan hobinya ini bisa menjadi mata pencahariannya ya saya akan mendukung. Karena secara akademik dia memang kesulitan," harapnya.

Ia pun menambahkan, untuk para ibu yang memiliki anak dengan kondisi tertentu seperti dirinya agar tetap selalu semangat dan mengali potensi anaknya.

"Jadi jangan patah semanagat terus berusaha, karena setiap anak pasti punya kekurangan dan kelebihan. Para orang tua di Kota Surabaya juga bisa memanfaatkan fasilitas pelatihan di RAP untuk mengali potensi diri pada anak," tandas Beta.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin mengungkapkan bahwa selain memberikan pelatihan, RAP Kota Surabaya juga mendorong anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengikuti kompetisi. Tujuannya agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan aktualisasi diri.

"Selain berlatih, mereka (anak-anak) juga harus mengikuti kompetisi supaya semakin terasah kemampuannya dan meraih prestasi di bidang lain," kata Anna.

Anna mengatakan, saat ini sudah ada empat RAP yang tersebar di setiap wilayah Kota Surabaya, yaitu RAP Nginden, RAP Kedung Cowek, RAP Sonokwijenan dan RAP Dukuh Menanggal. Fasilitas RAP bisa dinikmati warga Kota Pahlawan secara gratis tanpa dipungut biaya.

"Jumlah anak di setiap RAP sudah mencapai ratusan. Mereka juga bisa memanfaatkan fasilitas di empat RAP yang ada. Misalnya, melakukan pelatihan di RAP Nginden tapi terapinya di RAP Dukuh Menanggal itu diperbolehkan," pungkasnya.(*)

 

Berita Terbaru

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa di Surabaya, PDI Perjuangan Turun Tangan

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa di Surabaya, PDI Perjuangan Turun Tangan

Sabtu, 22 Agu 2026 20:41 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 20:41 WIB

SURABAYA – Kepedulian terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di Kota Surabaya ditunjukkan DPC PDI Perjuangan Kota S…

Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis

Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis

Sabtu, 22 Agu 2026 20:37 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 20:37 WIB

SURABAYA – Tangisan bayi dari sebuah kamar kos di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, pada Rabu (5/8/2026), mengungkap kasus kematian bayi yang baru d…

Sulbar Kondusif, Polda dan Jajaran Perkuat Respons Karhutla serta Pelayanan Masyarakat

Sulbar Kondusif, Polda dan Jajaran Perkuat Respons Karhutla serta Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 22 Agu 2026 15:13 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 15:13 WIB

MAMUJU— Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Barat dalam sepekan terakhir secara umum aman dan kondusif. Polda Sulbar b…

Persempit Ruang Gerak Kejahatan, Tim URC Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam

Persempit Ruang Gerak Kejahatan, Tim URC Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam

Sabtu, 22 Agu 2026 13:20 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:20 WIB

POLDA SULBAR - Memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta meminimalkan potensi gangguan kriminalitas saat malam hari, Tim Unit…

Musancab PKB Surabaya, Gus Thoriq Turut Perkuat Konsolidasi

Musancab PKB Surabaya, Gus Thoriq Turut Perkuat Konsolidasi

Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Kantor DPC PKB Surabaya, S…

DPRD Surabaya Soroti 109 Bozem, Sistem Pengendali Banjir Diminta Terintegrasi

DPRD Surabaya Soroti 109 Bozem, Sistem Pengendali Banjir Diminta Terintegrasi

Sabtu, 22 Agu 2026 07:10 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 07:10 WIB

SURABAYA – Sebanyak 109 bozem eksisting di Kota Surabaya dinilai menjadi modal penting dalam mengendalikan banjir. Namun, DPRD Surabaya menilai keberadaan b…