Pengerjaan Box Culvert Babat Jerawat Selesai, Warga Surabaya Barat Syukuran

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga Kelurahan Babat Jerawat menggelar acara tasyakuran atas rampungnya pengerjaan box culvert
Warga Kelurahan Babat Jerawat menggelar acara tasyakuran atas rampungnya pengerjaan box culvert

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama warga Kelurahan Babat Jerawat menggelar acara tasyakuran atas rampungnya pengerjaan box culvert sepanjang 400 meter di Jalan Raya Babat Jerawat, Pakal, Kota Surabaya, Kamis (7/11/2024).

Rampungnya proyek ini, adalah upaya serius Pemkot Surabaya dalam mengurangi risiko banjir dan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Tasyakuran dilakukan sebagai wujud antusias warga bahwa Jalan Raya Babat Jerawat - Pakal sudah bisa dilewati. Seperti yang diungkapkan Ketua Pokmas Kelurahan Babat Jerawat, Stefanus.

Menurut pria berusia 56 tahun itu, pembangunan box culvert di wilayahnya menjadi alternatif dalam mengurai kemacetan yang kerap terjadi di waktu pagi dan sore hari

"Terima kasih kepada Pemkot Surabaya sudah merampungkan pembangunan. Ini yang diharapkan warga Kelurahan Babat Jerawat terbebas dari langganan kemacetan," kata Stefanus.

Baginya, pembangunan box culvert untuk akses jalan raya ini akan memperlancar mobilitas warga. Sebab, kendaraan dari arah timur ke barat sudah memiliki akses jalan sendiri.

"Orang - orang yang mengantarkan anak tidak akan terlambat, begitu pula yang akan berangkat bekerja. Biasanya kemacetan selalu mengular satu hingga dua meter di pagi dan sore hari. Semoga pembangunan box culvert ini bisa diteruskan," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PKK RW 7 Babat Jerawat, Yulis Rahmawati. Ia mengatakan bahwa penyelesaian pembangunan box culvert ini sudah lama dinantikan oleh warga.

"Terima kasih, sekarang kami punya akses jalan yang baru. Semoga ini bisa memperlancar arus lalu lintas dan mengurai kemacetan yang kerap terjadi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi mengatakan bahwa tasyakuran dilakukan sebagai rasa syukur atas selesainya pengerjaan box culvert yang sudah dinantikan oleh warga.

"Slametan dan bancaan ini dilakukan supaya warga yang melintas mendapatkan kelancaran dan keselamatan, serta tidak mengalami kendala," ujar Syamsul.

Syamsul Hariadi mengungkapkan, dalam satu hingga dua minggu kedepan pihaknya masih melakukan uji coba untuk menyempurnakan pengerjaan proyek box culvert di Jalan Babat Jerawat. Hal ini dilakukan agar masyarakat benar - benar bisa merasakan manfaat pembangunan jalan yang telah dilakukan.

"Secara keselurahan sudah selesai (pengerjaan box culvert). Hanya tinggal pemasangan rambu-rambu dan mengatur rekayasa lalu lintas. Oleh karena itu, masih dilakukan uji coba hingga dua minggu kedepan, kalau lancar semua baru diresmikan," kata Syamsul.

Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan, pengerjaan box culvert akan terus berlangsung hingga Gelora Bung Tomo (GBT) dan perbatasan wilayah Surabaya - Gresik. "Ini akan terus berlanjut. Beberapa bulan lagi di tahun 2025 akan kembali dikerjakan sampai perbatasan Gresik," paparnya.

Ia pun berpesan, kepada masyarakat khususnya warga Benowo dan sekitarnya agar berhati - hati selama masa uji coba Jalan Babat Jerawat - Pakal berlangsung.

"Saya meminta untuk berhati - hati, terutama untuk warga Pondok Benowo Indah (PBI) yang ingin ke arah timur diharapkan putar balik. Jangan sampai lawan arah dan menimbulkan hal yang tidak diinginkan," pesannya.

Tuntasnya pengerjaan box culvert ini, mendapatkan apresiasi dari anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Mochamad Machmud yang turut hadir dalam acara tasyakuran.

"Saya melihat ini sebagai keberhasilan Wali Kota Eri Cahyadi dalam memanfaatkan APBD, untuk pembangunan dan pemanfaatan sungai menjadi jalan seperti ini. Sehingga arus lalu lintas menjadi lancar dan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar," pungkas Machmud.(*)

Berita Terbaru

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa di Surabaya, PDI Perjuangan Turun Tangan

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa di Surabaya, PDI Perjuangan Turun Tangan

Sabtu, 22 Agu 2026 20:41 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 20:41 WIB

SURABAYA – Kepedulian terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di Kota Surabaya ditunjukkan DPC PDI Perjuangan Kota S…

Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis

Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis

Sabtu, 22 Agu 2026 20:37 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 20:37 WIB

SURABAYA – Tangisan bayi dari sebuah kamar kos di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, pada Rabu (5/8/2026), mengungkap kasus kematian bayi yang baru d…

Sulbar Kondusif, Polda dan Jajaran Perkuat Respons Karhutla serta Pelayanan Masyarakat

Sulbar Kondusif, Polda dan Jajaran Perkuat Respons Karhutla serta Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 22 Agu 2026 15:13 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 15:13 WIB

MAMUJU— Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Barat dalam sepekan terakhir secara umum aman dan kondusif. Polda Sulbar b…

Persempit Ruang Gerak Kejahatan, Tim URC Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam

Persempit Ruang Gerak Kejahatan, Tim URC Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam

Sabtu, 22 Agu 2026 13:20 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:20 WIB

POLDA SULBAR - Memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta meminimalkan potensi gangguan kriminalitas saat malam hari, Tim Unit…

Musancab PKB Surabaya, Gus Thoriq Turut Perkuat Konsolidasi

Musancab PKB Surabaya, Gus Thoriq Turut Perkuat Konsolidasi

Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Kantor DPC PKB Surabaya, S…

DPRD Surabaya Soroti 109 Bozem, Sistem Pengendali Banjir Diminta Terintegrasi

DPRD Surabaya Soroti 109 Bozem, Sistem Pengendali Banjir Diminta Terintegrasi

Sabtu, 22 Agu 2026 07:10 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 07:10 WIB

SURABAYA – Sebanyak 109 bozem eksisting di Kota Surabaya dinilai menjadi modal penting dalam mengendalikan banjir. Namun, DPRD Surabaya menilai keberadaan b…