Pemkot Surabaya-WRI Indonesia Percantik Kalimas Timur dengan Mural

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya mempercantik kawasan wisata Kalimas Timur, di Kecamatan Pabean Cantikan
Pemkot Surabaya mempercantik kawasan wisata Kalimas Timur, di Kecamatan Pabean Cantikan

i

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan World Resource Institute (WRI) Indonesia mempercantik kawasan wisata Kalimas Timur, di Kecamatan Pabean Cantikan. Kawasan yang menjadi bagian dari tempat Wisata Kota Lama itu, kini dipercantik dengan mural.

Kegiatan mural yang dikemas dalam acara “Pekan Kota Lama Surabaya” ini, adalah untuk mewujudkan sustainabilitas kawasan wisata Kota Lama Surabaya. Maka dari itu, dalam kesempatan ini, WRI Indonesia perwakilan dari Konsorsium II UK Pact, Kedutaan Besar Inggris ingin mendampingi Pemkot Surabaya untuk mewujudkan keberlanjutan wisata tersebut.

Camat Pabean Cantikan, Muhammad Januar Rizal mengatakan alasan adanya kegiatan ini adalah untuk pengembangan kawasan wisata Kota Lama. Bangunan yang dibuat mural hari ini, adalah Gedung PBI yang sebelumnya tidak terawat kini dihiasi dengan gambar berpola.

“Di Kalimas Timur ini ada beberapa bangunan cagar budaya, salah satunya yang saat ini dibuat mural adalah Gedung PBI, yang dulunya ada di bawah crane. Jadi ini suatu tempat bersejarah yang harus kita lakukan perbaikan dan pelestarian supaya masyarakat tahu arti dari Kalimas Timur,” kata Rizal.

Adanya murak tersebut, Rizal menjelaskan, akan berdampak pada ekonomi masyarakat di sekitar Kalimas Timur. Gambar mural tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai spot foto. Dengan begitu, maka akan semakin banyak warga yang berkunjung ke kawasan wisata Kota Lama sisi Kalimas Timur.

Rizal mengaku, adanya mural ini juga menuai respon positif dari masyarakat di wilayah Kelurahan Nyamplungan. “Karena masyarakat melihatnya akan meningkatkan perekonomian. Maka dari itu kami mengajak partisipasi masyarakat untuk meramaikan Kalimas Timur,” ujar Rizal.

Rizal menyebutkan, kawasan ini terkoneksi kaya akan sejarah. Karena, tak jauh dari kawasan tersebut ada crane dan menara pemantau kapal pada zaman kolonial. Selain itu, kawasan Kalimas Timur adalah masuk kategori zona Melayu. Pada masa lampau, kawasan ini dihuni oleh mayoritas warga etnis Melayu.

“Jadi ada menara yang memonitor kapal masuk, ada Langgar Gipo, dan pasar ikan, sehingga ini menjadi satu rangkaian. Ini adalah langkah awal pemkot untuk memperbaiki kembali wisata, khususnya di kawasan Surabaya utara, jadi tidak hanya di Gedung Internatio, tetapi juga ada di sini,” terangnya.

Diketahui dalam kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, serta Urban Development Senior Program WRI Indonesia, Dimas Nu’man Fadhil.

Di kesempatan ini, Urban Development Senior Program WRI Indonesia, Dimas Nu’man Fadhil mengatakan, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkot Surabaya telah memberikan kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Surabaya, salah satunya di bidang pariwisata. Dimas berharap, adanya mural di Kalimas Timur ini bisa menjadi tempat wisata yang berkelanjutan ke depannya.

“Kami ingin keberlanjutan keberlanjutan kota itu bisa lebih membumi dan mengakar di warga Kota Surabaya,” pungkas Dimas. (*)

Berita Terbaru

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa di Surabaya, PDI Perjuangan Turun Tangan

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa di Surabaya, PDI Perjuangan Turun Tangan

Sabtu, 22 Agu 2026 20:41 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 20:41 WIB

SURABAYA – Kepedulian terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di Kota Surabaya ditunjukkan DPC PDI Perjuangan Kota S…

Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis

Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis

Sabtu, 22 Agu 2026 20:37 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 20:37 WIB

SURABAYA – Tangisan bayi dari sebuah kamar kos di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, pada Rabu (5/8/2026), mengungkap kasus kematian bayi yang baru d…

Sulbar Kondusif, Polda dan Jajaran Perkuat Respons Karhutla serta Pelayanan Masyarakat

Sulbar Kondusif, Polda dan Jajaran Perkuat Respons Karhutla serta Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 22 Agu 2026 15:13 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 15:13 WIB

MAMUJU— Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Barat dalam sepekan terakhir secara umum aman dan kondusif. Polda Sulbar b…

Persempit Ruang Gerak Kejahatan, Tim URC Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam

Persempit Ruang Gerak Kejahatan, Tim URC Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam

Sabtu, 22 Agu 2026 13:20 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:20 WIB

POLDA SULBAR - Memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta meminimalkan potensi gangguan kriminalitas saat malam hari, Tim Unit…

Musancab PKB Surabaya, Gus Thoriq Turut Perkuat Konsolidasi

Musancab PKB Surabaya, Gus Thoriq Turut Perkuat Konsolidasi

Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Kantor DPC PKB Surabaya, S…

DPRD Surabaya Soroti 109 Bozem, Sistem Pengendali Banjir Diminta Terintegrasi

DPRD Surabaya Soroti 109 Bozem, Sistem Pengendali Banjir Diminta Terintegrasi

Sabtu, 22 Agu 2026 07:10 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 07:10 WIB

SURABAYA – Sebanyak 109 bozem eksisting di Kota Surabaya dinilai menjadi modal penting dalam mengendalikan banjir. Namun, DPRD Surabaya menilai keberadaan b…