Wisata 'Omah Duren ' di Probolinggo, Sensasi Makan Durian yang Disukai Wisatawan Asing

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wisatawan asing tampak menikmati sajian durian di Omah Duren, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Probolinggo
Wisatawan asing tampak menikmati sajian durian di Omah Duren, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Probolinggo

i

PROBOLINGGO - Bulan Januari hingga Februari 2025, merupakan bulan yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat pecinta buah durian.

Sebab, pada bulan tersebut menjadi puncak panen buah durian. Nah , di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ada wisata makan durian yang menyajikan pemandangan ciamik.

Pasalnya, pecinta durian bisa menikmati langsung pemandangan dari atas sehingga melihat suasana sekitar yang dikelilingi pohon dan sawah.

Bahkan, pecinta durian bisa memilih sendiri durian yang didominasi jenis montong, durian yang dikenal besar namun rasanya manis.

Lokasinya satu arah dengan Air Terjun Madakaripura wisata kebanggaan Probolinggo yakni di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Yang menarik, durian montong di tempat bernama 'Omah Duren' ini tak hanya dinikmati wisawatan lokal, namun juga wisatawan asing atau turis.

Seperti pada Jumat, (31/01/2025) sejumlah wisawatan begitu menikmati durian montong yang dikelola oleh pasutri Bangun Sugito dan Marima.

"Kalau usaha ini sebenarnya yang punya ide awalnya suami saya dan sudah berjalan sepuluh tahun. Soalnya dulu jualan durian keliling, tapi akhirnya bisa makan di tempat,"ujar Marima, istri Sugito.

Di tempatnya, memang dominan durian montong. Sebab, durian montong cenderung lebih banyak disukai oleh pecinta durian.

"Kalau durian lokal asa yang suka, tapi lebih banyak yang suka montong. Bahkan, ini disukai beberapa wisatawan asing yang sering makan disini,"tambahnya.

Wisatawan asing tersebut, mampir atau singgah ketika hendak atau pulang dari Air Terjun Madakaripura.

"Bahkan sering juga yang rencana mau ke Air Terjun Madakaripura tapi tutup sehingga mampir ke tempat kami untuk makan durian,"ulasnya.

Untuk membeli durian di tempatnya, ia mematok harga Rp 55 ribu /kilogram untuk jenis montong, sedangkan jenis lokal bisa kisaran 25-30 ribu rupiah/ kilogram tergantung besar kecilnya buah.

"Harganya bisa berubah, sebab tergantung musim dan stok yang ada. Kalau stok nya sedikit apalagi belum musim, biasanya memang lebih tinggi,"urainya.

Untuk memenuhi permintaan pelanggan, sebagian ia ambil dari kebun durian yang tak jauh dari tempatnya.

Namun itu untuk jenis durian lokal, sedangkan durian montong ia datangkan khusus dari Bali dan Sulawesi.

Selain menjual durian yang dimakan di lokasi, ibu dua anak ini juga melayani pembelian durian kupas yang tersimpan di cold storage.

"Biasanya yang pesan itu dari Surabaya, karena disana banyak peminatnya,"ujarnya.

Ada dua jenis durian kupas dalam frozen yang ia jual, untuk kualitas super ia harga Rp 60 ribu / tepak, sedangkan untuk kualitas lokal, ia harga Rp 40 ribu / tepak.

Sementara itu, Verina salah satu pecinta durian mengaku senang bisa makan langsung di lokasi dengan durian montong yang besar.

"Senang ya, kebetulan ini weekend jadi sekalian kok ada makan durian jadi kita mampir. Ternyata, benar durian nya besar dan enak, apalagi bisa liat pemandangan,"ujarnya.

Perempuan asal Surabaya ini berharap, bisa kembali dengan teman-temannya untuk menikmati buah durian montong. (DRW)

 

Berita Terbaru

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

MAMASA – Menindaklanjuti arahan Kapolda Sulbar untuk memasifkan pendekatan humanis, jajaran Polres Mamasa serentak bergerak melaksanakan kegiatan Subuh K…

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

POLDA SULBAR – Ada pesan kehidupan yang mendalam dalam kegiatan Subuh Keliling yang dilaksanakan Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulawesi Barat bersama para B…

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

MAMUJU - Kehadiran kepolisian tidak hanya terlihat saat ada gangguan keamanan, tetapi juga di saat-saat damai seperti momen ibadah. Melalui program Subuh…

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Revitalisasi tiga bangunan Keraton Kulon di Karaton Surakarta Hadiningrat mulai berjalan. Gusti Moeng dan PB XIV menekankan pelestarian bangunan asli.…

Dari Masjid, Polisi Dengar Suara Umat: Kabidpropam, Kabidkum dan PJU Polda Sulbar Bangun Kedekatan Lewat Subuh Keliling

Dari Masjid, Polisi Dengar Suara Umat: Kabidpropam, Kabidkum dan PJU Polda Sulbar Bangun Kedekatan Lewat Subuh Keliling

Sabtu, 17 Okt 2026 08:56 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:56 WIB

POLDA SULBAR - Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak harus selalu diawali dengan laporan atau persoalan hukum. Terkadang, kedekatan justru lahir dari …

Terungkap di Surabaya dan Sidoarjo! Gadis ini Dipaksa Layani 10 Pria Sehari

Terungkap di Surabaya dan Sidoarjo! Gadis ini Dipaksa Layani 10 Pria Sehari

Sabtu, 17 Okt 2026 08:50 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:50 WIB

SURABAYA – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Timur membongkar kasus d…