Prihatin Angka Buta Huruf di Probolinggo Masih Tinggi, GMNI Minta Pemkab Ambil Langkah Konkret

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Probolinggo sata tengah menggelar diskusi
Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Probolinggo sata tengah menggelar diskusi

i

PROBOLINGGO - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Probolinggo mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap tingginya angka buta aksara di Kabupaten Probolinggo.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan bahwa Probolinggo merupakan salah satu dari tiga kabupaten dengan Angka Buta Huruf (ABH) tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2024.

Menurut rilis BPS Jatim, Kabupaten Sampang menempati posisi pertama dengan ABH sebesar 14,02%, diikuti oleh Kabupaten Probolinggo (11,22%), dan Kabupaten Bondowoso (9,94%).

Fakta ini menjadi cerminan dari ketidakpenuhan hak dasar warga atas pendidikan, menurut pandangan GMNI Probolinggo.

Ketua DPC GMNI Probolinggo, Devia Rosa Amalinda, menyatakan bahwa masih banyak warga yang belum dapat menikmati hak dasar mereka atas pendidikan, suatu kondisi yang tidak bisa dibiarkan terus berlangsung.

GMNI Probolinggo menekankan bahwa persoalan buta aksara tidak hanya terkait dengan pendidikan, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta masa depan generasi muda.

Rendahnya tingkat literasi dapat menghambat daya saing sumber daya manusia dan memperlebar kesenjangan sosial.

Sebagai respons terhadap hal tersebut, GMNI Probolinggo meminta kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo, termasuk Bupati dan instansi terkait, untuk mengambil langkah-langkah konkret dan terukur guna menurunkan angka buta huruf, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal.

Mereka juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa, untuk turut serta dalam upaya pemberantasan buta aksara.

"Kami percaya bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran yang penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil merupakan kunci utama keberhasilan di tengah keterbatasan pemerintah daerah," tegas Rosa.

GMNI Probolinggo menegaskan bahwa penuntasan buta aksara bukan hanya kewajiban konstitusional, tetapi juga tanggung jawab moral bagi seluruh elemen masyarakat.

Dengan pendidikan yang merata, Kabupaten Probolinggo dapat membangun generasi yang berdaya saing dan sejahtera.

"Mari kita harapkan agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata. Pendidikan adalah fondasi kemajuan, dan tidak boleh ada lagi warga yang tertinggal karena buta huruf,"tutupnya. (DRW)

Berita Terbaru

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

SURABAYA– Persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi perhatian serius Komisi D DPRD Surabaya. Dalam rapat bersama Dinas Pendidikan (…

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 3 Juni 2026. Diketahui, KPK m…

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Rabu, 3 Juni 2026. Selain Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony…

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

SURABAYA- Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) anak di bawah umur kembali mencuat. Praktik ini diduga melibatkan seorang pria bernama FR alias FRA,…

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

SURABAYA- Sebuah video amatir yang merekam dugaan aksi pencurian fasilitas publik viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, terlihat dua orang…

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

SURABAYA – Pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu diukur dari seberapa cepat sebuah persoalan terselesaikan. Bagi masyarakat, perhatian dan komunikasi y…