Anggota DPRD Soroti Biaya Pendidikan di Barak TNI yang Capai Rp 3,2 Miliar

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pendidikan barak militer. (Foto: Instagram @dedimulyadi71)
Pendidikan barak militer. (Foto: Instagram @dedimulyadi71)

i

BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, baru-baru ini menyoroti besarnya anggaran untuk program pendidikan karakter yang dilaksanakan di barak militer, dengan total biaya yang disebut mencapai Rp 3,2 miliar.

Sorotan ini muncul setelah ratusan siswa menyelesaikan program "Gapura Panca Waluya" yang mendapat perhatian publik, terutama terkait dengan biaya penyelenggaraannya.

Program pendidikan karakter di barak TNI, yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu awalnya untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa melalui pelatihan ala militer.

Zaini mengungkapkan sebanyak 273 siswa yang mengikuti program tersebut selama kurang lebih 20 hari telah menghabiskan anggaran mencapai Rp3,2 miliar. Data itu ia dapatkan saat Komisi V DPRD Jabar melakukan rapat dengan Dinas Pendidikan.

"273 orang itu sudah Rp3,2 miliar biayanya. Kemarin Kadisnya menyampaikan angka 273 orang sudah habis berapa, sudah Rp3,2 miliar katanya untuk pelatihan selama 20 hari," kata Zaini dikutip dari detikcom, Selasa (20/5/2025).

Zaini pun mempertanyakan efektivitas dan transparansi penggunaan anggaran yang dinilainya sangat besar untuk program singkat tersebut. Menurutnya anggaran itu digunakan untuk segala kebutuhan seperti makan, minum hingga honor mentor.

"Ya artinya sekitar Rp11 juta kurang lebih, begitu mahal untuk sekian hari. Ini menunjukkan kalau di dalamnya tidak ada perencanaan yang matang, kalau ada perencanaan semua bakal sistemik," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melepas 273 siswa yang telah selesai mengikuti pendidikan karakter. Ratusan siswa itu dianggap telah lulus mengikuti pelatihan angkatan pertama.

Usai melepas ratusan siswa yang baru mengikuti pendidikan karakter, Dedi Mulyadi menegaskan jika respon orang tua menjadi gambaran untuk menjawab keraguan yang selama ini muncul terhadap program pendidikan karakter tersebut.

"Kalau yang saya lakukan dasarnya hati, maka diterimanya oleh rasa dan melahirkan cinta. Jadi membangun hubungan negara dengan rakyat, pemimpin dengan rakyat, itu urusan rasa, bukan urusan administrasi kenegaraan," ucap Dedi.

"Jadi ini salah satu bukti bahwa banyak orang meragukan apa yang dilakukan oleh Pemprov Jabar, tetapi akhirnya waktu yang menjawab," sambungnya.

Karena itu, Dedi menegaskan program pendidikan karakter dengan membawa siswa yang memiliki masalah di sekolah akan berlanjut. Dia optimis ke depan, Jawa Barat bisa melahirkan generasi muda yang hebat.

"Ya berlanjut, ini kan angkatan pertama setelah itu mereka melewati pendidikan nanti 2 mingguan selama setahun ya, karena persiapan minat dan bakat kemudian setelah itu nanti ada angkatan baru dan nanti para bupati wali kota sudah banyak sekarang mulai mengambil peran," ungkapnya. (*)

Berita Terbaru

Kasus Dua Pos Polisi di Surabaya Dimolotov, Pelaku Driver Ojol, Motifnya Sakit Hati karena Ditilang

Kasus Dua Pos Polisi di Surabaya Dimolotov, Pelaku Driver Ojol, Motifnya Sakit Hati karena Ditilang

Senin, 17 Agu 2026 17:12 WIB

Senin, 17 Agu 2026 17:12 WIB

SURABAYA– Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil membongkar motif di balik aksi pelemparan bom molotov yang menyasar dua pos polisi lalu l…

Membongkar Skandal Hukum Dan Bedah Kewenangan Di Jantung Direksi Pasar Surya

Membongkar Skandal Hukum Dan Bedah Kewenangan Di Jantung Direksi Pasar Surya

Senin, 17 Agu 2026 11:29 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:29 WIB

SURABAYA - Hukum di Kota Pahlawan kembali berada di titik nadir akibat ironi akut yang dipertontonkan oleh jajaran direksi badan usaha milik daerahnya sendiri.…

HUT RI ke-81 di Polda Sulbar Kobarkan Semangat Nasionalisme dan Patriotisme

HUT RI ke-81 di Polda Sulbar Kobarkan Semangat Nasionalisme dan Patriotisme

Senin, 17 Agu 2026 09:18 WIB

Senin, 17 Agu 2026 09:18 WIB

POLDA SULBAR- Aura nasionalisme dan semangat patriotisme juga menyelimuti lapangan upacara Mapolda Sulbar saat digelar upacara pengibaran bendera memperingati…

Di Bawah Pendar Obor Malam Sakral Kemerdekaan, Kapolda Sulbar Pimpin Janji Setia Jaga Kedaulatan Bangsa

Di Bawah Pendar Obor Malam Sakral Kemerdekaan, Kapolda Sulbar Pimpin Janji Setia Jaga Kedaulatan Bangsa

Senin, 17 Agu 2026 09:15 WIB

Senin, 17 Agu 2026 09:15 WIB

POLDA SULBAR- Dalam keheningan malam sakral renungan suci hari kemerdekaan, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah…

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Judi Online Internasional, Transaksi Capai Rp890 Miliar

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Judi Online Internasional, Transaksi Capai Rp890 Miliar

Senin, 17 Agu 2026 07:00 WIB

Senin, 17 Agu 2026 07:00 WIB

JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap dua kasus tindak pidana perjudian online jaringan internasional yang beroperasi di Indonesia dan terhubung dengan jaringan…

Gempar Pos Polisi di Surabaya Dimolotiv, Satu Terduga Pelaku Ditangkap

Gempar Pos Polisi di Surabaya Dimolotiv, Satu Terduga Pelaku Ditangkap

Minggu, 16 Agu 2026 21:00 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 21:00 WIB

SURABAYA– Aksi melempar molotov yang menyasar fasilitas kepolisian menggemparkan Kota Surabaya, Jawa Timur. Dua pos polisi lalu lintas (pos lantas) di kawasan B…