SURABAYA — Proyek galian di Jalan Pakis Tirtosari, Kecamatan Sawahan, Surabaya kembali menuai sorotan. Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) dan pihak kontraktor lebih berhati-hati serta memastikan pekerjaan tidak menimbulkan masalah berulang seperti proyek sebelumnya.
Menurutnya, sejumlah proyek galian di Surabaya sering kali meninggalkan persoalan, mulai dari jalan yang rusak, genangan air, hingga terganggunya aktivitas warga. Kondisi ini membuat masyarakat kurang nyaman dan menimbulkan kesan buruk terhadap pelaksanaan pembangunan.
“Kami tidak ingin masalah serupa terjadi lagi. Pemkot harus mengawasi ketat pihak kontraktor agar bekerja sesuai standar. Jangan sampai setelah digali, jalan dibiarkan rusak dan membahayakan pengguna jalan,” tegas Achmad Nurdjayanto.
Ia menambahkan, koordinasi antara dinas terkait dengan kontraktor pelaksana harus diperkuat. Pengawasan lapangan dinilai penting agar proses pengerjaan lebih cepat, rapi, dan tidak merugikan warga sekitar.
Politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan agar kontraktor tidak hanya fokus pada penyelesaian proyek, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Bila ditemukan adanya pelanggaran, DPRD mendesak Pemkot untuk memberikan sanksi tegas.
“Kami mendukung pembangunan infrastruktur, tetapi jangan sampai merugikan warga. Prinsipnya, setiap proyek harus memberi manfaat, bukan menambah masalah,” imbuhnya.
Masyarakat sekitar Jalan Pakis Tirtosari sendiri berharap proyek galian ini segera diselesaikan dengan baik, termasuk perbaikan jalan pasca pengerjaan. Warga juga meminta agar Pemkot lebih transparan dalam memberikan informasi soal jadwal pekerjaan agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Dengan adanya pengawasan DPRD, diharapkan proyek galian di Surabaya ke depan lebih tertata, aman, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. (dims)
Editor : Redaksi