PT Gag Nikel Disebut Beroperasi Lagi di Raja Ampat, Greenpeace Kecam Pemerintah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Info tambang nikel di Raja Ampat (Foto: IG/greenpeaceid)
Info tambang nikel di Raja Ampat (Foto: IG/greenpeaceid)

i

JAKARTA- Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kembali memberikan izin operasi kepada PT Gag Nikel memicu gelombang kritik keras dari Greenpeace Indonesia.

Langkah ini dinilai mengancam kelestarian ekosistem Raja Ampat sekaligus mengabaikan aturan hukum serta aspirasi puluhan ribu masyarakat yang menolak tambang di kawasan tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi @greenpeaceid pada Jumat, 12 September 2025, organisasi lingkungan itu menegaskan penolakannya.

"Alerta! Alerta! PT Gag Beroperasi Lagi!" tulis Greenpeace dalam unggahannya, sambil menyoroti bahwa alih-alih mencabut izin, pemerintah justru memberi lampu hijau kepada perusahaan tambang nikel itu.

Greenpeace menekankan bahwa beroperasinya kembali PT Gag merupakan bentuk pengabaian terhadap ekosistem laut Raja Ampat yang menjadi habitat 75 persen spesies terumbu karang dunia.

Mereka juga menilai kebijakan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas, menyampaikan bahwa Raja Ampat bukan hanya milik bangsa, melainkan warisan dunia yang wajib dilindungi.

"Memberikan izin tambang untuk beroperasi lagi di wilayah ini menunjukkan keserakahan pemerintah dan korporasi, yang menempatkan perlindungan lingkungan dan hak asasi manusia di bawah keuntungan ekstraktif jangka pendek," ujar Arie.

Ia juga mengingatkan bahwa suara masyarakat adat, komunitas lokal, serta ribuan orang yang bergabung dalam seruan #SaveRajaAmpat seharusnya tidak boleh diabaikan.

Menurut Arie, kampanye "Selamatkan Hutan Papua" harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk mengutamakan kelestarian alam dibandingkan kepentingan sesaat.

Greenpeace menyebut klaim pemerintah yang mengaku telah menyelesaikan persoalan tambang di Raja Ampat hanyalah “omon-omon aja.”

Faktanya, lebih dari 60.000 orang sudah menandatangani petisi menolak tambang, namun aspirasi tersebut dinilai tidak pernah benar-benar didengarkan.

Greenpeace menegaskan bahwa sekali lagi suara masyarakat Indonesia diabaikan, sementara pemerintah terus menutup telinga terhadap penolakan yang semakin meluas. (*)

 

Berita Terbaru

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melaksanakan uji coba penerapan aplikasi E‑Teguran di depan Gedung BPKB Mamuju, Rabu (2…

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan seorang pejabat Bea Cukai sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang. P…

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

SURABAYA- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, menyoroti perencanaan pembiayaan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025 usai mengikuti…

Pengendara Vario dan Pejalan Kaki Tewas Dihantam Truk Rem Blong di Jombang, Ini Kronologinya

Pengendara Vario dan Pejalan Kaki Tewas Dihantam Truk Rem Blong di Jombang, Ini Kronologinya

Rabu, 22 Jul 2026 14:48 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:48 WIB

JOMBANG- Kecelakaan maut terjadi di depan pabrik sepatu PT Pei Hai, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Selasa (22/7/2026) sekitar pukul 06.30…

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Event kali ini menargetkan peserta 4.500 orang.…