Pemkot Surabaya Targetkan Tidak Ada Kasus Stunting Baru di 2027, Diseminasi Audit Kasus Jadi Kunci Intervensi 2026

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin menghadiri acara penyelenggaraan Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS)
Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin menghadiri acara penyelenggaraan Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS)

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, dengan menargetkan tidak adanya kasus stunting baru pada tahun 2027. Komitmen ini diperkuat melalui penyelenggaraan Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Termin 2 Tahun 2025 yang berlangsung di Graha Sawunggaling, Jumat (5/12/2025).

Acara yang berlangsung secara luring dan daring ini, dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Dalam sambutannya, Anna Fajriatin menegaskan bahwa masalah stunting adalah permasalahan bersama yang harus diselesaikan secara kolaboratif. Menurutnya, sinergi antar Perangkat Daerah (PD), akademisi, camat, lurah hingga penyuluh keluarga berencana dan Tim Penggerak PKK diperlukan untuk mencegah stunting dari hulu ke hilir.

"Pemkot tidak mungkin sendiri untuk menyelesaikan kasus stunting. Kolaborasi dan masukan diperlukan untuk menyukseskan target utama tidak ada kasus baru di tahun 2027,” kata Anna.

Anna menjelaskan, target tidak ada kasus baru di 2027, artinya meski kasus stunting lama yang sudah ada perlu intervensi berkelanjutan, tetapi tidak ada penambahan kasus baru yang muncul.

“Artinya kalau memang ada penyakit bawaan dari 5 tahun sebelumnya tidak apa-apa, tetapi di tahun 2027 itu sudah tidak ada lagi penambahan kasus baru. Itu yang sering disampaikan oleh Wali Kota, Eri Cahyadi,” jelas Anna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB),

Ida Widayati menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi ini bertujuan menyebarluaskan rekomendasi hasil pengkajian tim pakar AKS kepada PD, camat, lurah dan perugas puskesmas.

“Ada empat kelompok rentan yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stunting, antara lain calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca bersalin, dan balita,” ungkap Ida.

Ida mengatakan, salah satu penyebab utama stunting yang trennya meningkat dalam lima tahun terakhir adalah pernikahan usia muda (di bawah usia 20 tahun). Oleh karena itu, pencegahan dilakukan melalui kelas calon pengantin (catin) dan pendampingan.

“Saat tes kesehatan cantin, ada beberapa kasus menujukan kondisi calon pengantin khususnya wanita mengalami anemia. Dari hasil tersebut kami memberikan rekomendasi agar tidak hamil dulu dan memberikan pendampingan. Ini salah satu pencegahan yang dilakukan,” ungkapnya.

Selain itu, ungkap Prof Mamik biasa ia disapa, penanganan anemia berat yang ditemukan pada calon pengantin harus ditangani melalui program tepat sasaran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. “Masalah bayi lahir prematur juga menjadi temuan yang perlu intervensi dalam pencegahan kasus baru pada stunting,” ujarnya.

Terakhir, Prof. Mamik juga memuji tren penurunan stunting di Surabaya yang dinilai sangat bagus. Hal ini mencerminkan keseriusan pimpinan kota dan kolaborasi seluruh komponen, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga (Unair).

“Penurunan stunting di Kota Pahlawan sudah sangat bagus. Saat ini, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menyelesaikan kasus yang sudah ada dan mencegah munculnya kasus baru,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Bakar Semangat Generasi Emas, Kapolda Sulbar Kunjungi SMKN 1 Rangas, Sukses Itu Harus Dipaksa!

Bakar Semangat Generasi Emas, Kapolda Sulbar Kunjungi SMKN 1 Rangas, Sukses Itu Harus Dipaksa!

Senin, 19 Okt 2026 10:46 WIB

Senin, 19 Okt 2026 10:46 WIB

POLDA SULBAR - Suasana SMKN 1 Rangas penuh sukacita saat dikunjungi Kapolda Sulbar, Irjen Pol Totok Suharyanto didampingi oleh Karo SDM, Dirlantas, dan…

Sholat Dzuhur di Masjid Raya Suada, Kapolda Sulbar Silaturahmi dengan Imam dan Titip Doa untuk Tugas

Sholat Dzuhur di Masjid Raya Suada, Kapolda Sulbar Silaturahmi dengan Imam dan Titip Doa untuk Tugas

Minggu, 18 Okt 2026 14:13 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:13 WIB

POLDA SULBAR- Usai menunaikan sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Raya Suada Mamuju, Minggu (18/10/26), Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto meluangkan…

Titip Doa, Dengarkan Harapan: Kehangatan Minggu Kasih Kapolda Sulbar di Gereja Santa Maria

Titip Doa, Dengarkan Harapan: Kehangatan Minggu Kasih Kapolda Sulbar di Gereja Santa Maria

Minggu, 18 Okt 2026 13:09 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:09 WIB

MAMUJU— Di penghujung ibadah Minggu di Gereja Katolik Santa Maria, sebuah perjumpaan hangat mempertemukan Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto d…

Merawat Persaudaraan di Hari Minggu, Kapolda Sulbar Sapa Jemaat Santa Maria: Mohon Doa agar Kami Amanah Melayani

Merawat Persaudaraan di Hari Minggu, Kapolda Sulbar Sapa Jemaat Santa Maria: Mohon Doa agar Kami Amanah Melayani

Minggu, 18 Okt 2026 13:07 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:07 WIB

MAMUJU— Kehangatan menyelimuti penghujung ibadah di Gereja Katolik Santa Maria, Minggu (18/10/2026). Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto hadir m…

Persempit Ruang Gerak Narkoba, Polda Sulbar Satukan Kekuatan Jaga Mamuju dan Generasi Muda

Persempit Ruang Gerak Narkoba, Polda Sulbar Satukan Kekuatan Jaga Mamuju dan Generasi Muda

Minggu, 18 Okt 2026 13:03 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:03 WIB

POLDA SULBAR– Polda Sulawesi Barat menyatukan kekuatan lintas instansi untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Mamuju. Melalui operasi gabungan p…

Polantas Polda Sulbar Berbagi Masker di Tengah Kabut Asap: Hadir Melindungi, Pastikan Perjalanan Aman dan Selamat

Polantas Polda Sulbar Berbagi Masker di Tengah Kabut Asap: Hadir Melindungi, Pastikan Perjalanan Aman dan Selamat

Minggu, 18 Okt 2026 12:59 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 12:59 WIB

POLDA SULBAR- Kehadiran kepolisian di jalan raya bukan hanya sekedar untuk menertibkan, tetapi juga untuk melindungi dan peduli. Hal inilah yang ditunjukkan…