Kuasa Hukum Bantah Klaim Keluarga Brigpol Yesaya, Beberkan Kronologi Penganiayaan dan Janji Nikah yang Gagal

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Advokat Lisman Hulu, kuasa hukum koban FM Foto. Batamnews.co.id)
Advokat Lisman Hulu, kuasa hukum koban FM Foto. Batamnews.co.id)

i

BATAM - Kuasa hukum korban FM, Lisman Hulu dari Kantor Hukum Lisman Hulu Law, menolak tegas pernyataan orang tua Yesaya Arga Aprianto Silaen, Bapak A Silaen dan Ibu TM Panjaitan, yang menyatakan anaknya terzolimi dan telah bersabar dalam perkara yang dihadapi. 

Menurut Lisman, keluarga Arga sama sekali tidak memiliki keseriusan untuk menikahi kliennya. 

"Keseriusan mereka tidak ada sama sekali. Tujuannya sudah jelas, dia sudah dua kali menghamili daripada klien kami ini. Namun tidak ada dinikahi," ujar Lisman dikutip dari Batamnews.co.id, Minggu, 21 Desember 2025. 

Sebagai bukti keseriusan kliennya, Lisman menyampaikan bahwa korban telah menyiapkan surat pengantar pernikahan dari kelurahan di Belawan dan formulir nikah kedinasan yang akan diajukan ke Kapolsek Barelang. 

Bahkan, sebelum membawa FM ke Batam, Arga sempat meminta izin kepada keluarga korban dengan menyatakan telah menyiapkan rumah di Batu Aji, tidak jauh dari kediaman orang tuanya di Perumahan Geria Prima Blok N No. 40-41 Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji. 

"Kami Tuntut Keadilan"

"Namun pada kenyataannya rumah yang dimaksud tidak pernah ada sama sekali. Bahkan setelah FM ini sampai di Batam, bukannya ditempatkan di rumah yang dijanjikan itu, tapi malah ditempatkan di kos-kosan," jelasnya.

Setelah beberapa hari, keluarga Arga menjemput FM dari kos dan membawanya ke rumah mereka. Lisman menilai hal ini tidak sesuai dengan norma hukum dan adat, mengingat pasangan belum berstatus suami istri.

"Seharusnya berdasarkan hukum dan adat istiadat setempat bahwa kalau seandainya orang belum menikah itu tidak disahkan untuk satu tinggal serumah. Itu kan sudah melanggar norma kesusilaan. Artinya orang tuanya ini juga secara tidak langsung mendukung daripada perbuatan anak-anak ini melakukan kesusilaan kepada korban FM," ucapnya.

Lisman menambahkan, sering terjadi perkelahian antara pasangan karena korban meminta kepastian terkait proses pernikahan, sementara tidak ada respon atau progres dari Arga.

Bahkan, dalam perkelahian tersebut Arga melakukan kekerasan fisik seperti memukul dan menendang korban. Akibat stres yang berlebihan dan tidak adanya kepastian, korban akhirnya meminum racun dan dibawa ke Rumah Sakit Embung Fatimah.

"Pada saat itu, ayah dan ibu dan keluarga besar daripada Arga ini tidak beretikat baik memberitahukan kondisi anaknya ke Belawan, Medan. Bahkan korban dibungkam, tidak diberikan akses untuk komunikasi, HP-nya ditahan oleh orang tua Arga. Kami menduga bahwa ini ada keterlibatan daripada orang tuanya di dalam permasalahan ini," papar dia. 

Dalam persidangan, Lisman menyampaikan bahwa Arga telah mengakui perbuatannya dan tidak pernah mengurus nikah kedinasan. Hal ini juga ditegaskan oleh hasil pelacakan dari SDM Polda Kepri yang menyatakan Arga tidak pernah mengajukan nikah kedinasan secara kepolisian.

"Lebih jauh, pernyataan bahwa korban pulang ke Medan diantar oleh keluarga Arga juga tidak benar. Klien kami pulang ke Medan sendiri, dan satu kopernya dikembalikan oleh orang tua Arga tiga hari kemudian, yang kami anggap sebagai bentuk pemutusan hubungan secara sepihak. Bahkan korban juga dikeluarkan dari grup keluarga," jelas Lisman.

Pada sidang kode etik yang dilaksanakan di Mapolda Kepri pada tanggal 18 Desember 2025, ditemukan bahwa Arga pernah melakukan perbuatan yang sama dengan perempuan lain, dan telah didemosi dua tahun lalu oleh Propam. Sidang terakhir atau keputusan akan dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2025.

"Kedua perbuatan daripada terlapor tersebut tidak akan dimaafkan dan tidak pernah dimaafkan oleh kalian kami yang ketiga terlapor itu pernah melakukan perbuatan yang sama dengan perempuan lain," tegas Lisman.

Lisman juga menyampaikan adanya bukti chat di mana Arga memperkenalkan perempuan lain kepada ibunya, sementara masih menjalin hubungan dengan korban yang sedang dalam keadaan hamil. 

Hal ini sejalan dengan pernyataan kuasa hukum Arga yang mengakui adanya nomor perempuan lain di HP tersangka. 

Korban FM sendiri mengungkapkan harapannya terkait perkara ini. "Harapan saya ke depan, dia itu di PTDH dan dihukum sesuai dengan apa perlakuan yang dibuat kepada saya. Saya kehilangan pekerjaan, saya kehilangan janin saya akibat kekerasan yang dia lakukan. Bahkan saya sekarang harus menanggung malu," ujar korban kepada awak media. (sumber: batamnews.co.id)

Tag :

Berita Terbaru

Gerak Cepat Biddokkes Polda Sulbar Bantu Penanganan Medis Korban Kebakaran di Jalan Mangga Mamuju 

Gerak Cepat Biddokkes Polda Sulbar Bantu Penanganan Medis Korban Kebakaran di Jalan Mangga Mamuju 

Rabu, 04 Nov 2026 19:49 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:49 WIB

POLDA SULBAR – Menanggapi musibah kebakaran yang melanda kawasan pemukiman warga di Mamuju, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar bergerak c…

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

POLDA SULBAR  - Untuk memastikan seluruh personel bekerja secara efektif dan maksimal selama jam dinas, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto didampingi p…

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

POLDA SULBAR – Kapolda, Irjen Pol Totok Suharyanto, memberikan wejangan khusus kepada 119 personel Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polda Sulbar. D…

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengukir prestasi bangga di tingkat provinsi. Ponorogo berhasil bertengger dalam jajaran tiga besar P…

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Ikut Awasi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Ikut Awasi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Rabu, 04 Nov 2026 10:35 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:35 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat turut mengawasi keberadaan bangunan usaha maupun tempat tinggal di lingkungan masing-masing. Warga…

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Diskotek, Pengelola Wajib Sediakan Fasilitas Penanganan Pengunjung Mabuk

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Diskotek, Pengelola Wajib Sediakan Fasilitas Penanganan Pengunjung Mabuk

Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

SURABAYA-  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap tempat Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU), khususnya diskotek dan klub malam. …

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

POLDA SULBAR- Menjelang hari terakhir pelaksanaan Operasi Patuh 2026, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto memberikan arahan penting kepada seluruh…

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

POLDA SULBAR- Kepolisan Daerah Sulawesi Barat kembali melakukan penguatan personel di tingkat Polres dan Polsek melalui mutasi susulan yang diterbitkan oleh…

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mulai mengarah pada evaluasi regulasi. Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri alias Kaji I…

Halte Bus Surabaya Masih Minim Fasilitas, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Berbenah

Halte Bus Surabaya Masih Minim Fasilitas, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Berbenah

Rabu, 04 Nov 2026 06:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:09 WIB

SURABAYA – Kenyamanan transportasi publik di Kota Surabaya ternyata bukan hanya soal ketersediaan armada. Kondisi halte yang masih minim fasilitas juga menjadi …