Dari Rumah Padat Karya ke Ruang Publik Kreatif, Viaduct Gubeng Catat Omzet Rp725 Juta

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah Padat Karya (RPK) Viaduct by Gubeng
Rumah Padat Karya (RPK) Viaduct by Gubeng

i

SURABAYA - Rumah Padat Karya (RPK) Viaduct by Gubeng terus menunjukkan eksistensinya sebagai ruang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, RPK yang berlokasi di Jalan Nias Nomor 110, Kecamatan Gubeng, Surabaya ini berhasil mencatat total omzet sebesar Rp725.629.834.

Capaian tersebut menjadi bukti konkret bahwa konsep rumah padat karya tidak hanya berfungsi sebagai program sosial, tetapi juga mampu tumbuh sebagai entitas bisnis yang kompetitif.

RPK Viaduct diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada tahun 2022. Memasuki tahun keempat operasionalnya, fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 857 meter persegi ini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan komunitas yang inklusif.

Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo, menyebut capaian omzet tersebut merupakan hasil dari perjuangan kolektif seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa membangun usaha dengan nilai ratusan juta rupiah bukanlah perkara mudah, terlebih dengan melibatkan warga dari keluarga miskin dan pelaku UMKM lokal.

“Ini adalah buah dari kerja keras bersama. Kami terus mengukur kemampuan sekaligus memberikan pembekalan kepada keluarga miskin dan para pelaku UMKM di Kecamatan Gubeng. Prinsip kami sederhana, maju bersama, UMKM berkembang, dan keluarga miskin memiliki keahlian untuk membawa penghasilan ke rumah masing-masing,” ujar Eko, Selasa (27/1/2026).

Saat ini, RPK Viaduct merangkul lebih dari 60 pelaku UMKM. Sebagian berjualan langsung di lokasi, sementara lainnya menitipkan produk. Untuk menjaga kualitas dan profesionalisme, pengelola didampingi tenaga profesional di berbagai bidang, mulai dari operasional makanan dan minuman hingga manajemen media sosial. Evaluasi dilakukan secara rutin, tidak hanya pada aspek operasional, tetapi juga penguatan mentalitas kerja.

“Kami sangat menjaga kualitas produk, mulai dari standarisasi rasa hingga estetika kemasan. Kedisiplinan dalam berjualan menjadi kunci agar pelayanan tetap prima. Kritik dan masukan pelanggan justru kami jadikan pemacu untuk terus berkembang,” tambahnya.

Di tengah menjamurnya kafe dan tempat nongkrong di kawasan Jalan Nias, Biliton, dan Sumatera, RPK Viaduct memilih strategi berbeda. Bukan sekadar mengandalkan promosi digital, pengelola fokus membangun basis pelanggan sendiri melalui aktivasi komunitas.

“Dengan mewadahi kegiatan komunitas secara berkelanjutan, arus pengunjung akan terbentuk secara organik. Pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga profesional rutin berkegiatan di sini, dan secara otomatis roda ekonomi ikut bergerak,” jelasnya.

Ke depan, RPK Viaduct diproyeksikan menjadi wadah besar bagi berbagai komunitas. Tempat ini diharapkan menjadi pusat aktivitas positif bagi Gen Z, kalangan profesional, maupun masyarakat umum, dengan skema kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Viaduct bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang multifungsi untuk nongkrong, berdiskusi, berolahraga seperti basket dan catur, hingga kegiatan seni seperti membatik. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berkembang bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Marketing Communication RPK Viaduct by Gubeng, Fredy Yunarto Sakti Wibowo, menambahkan bahwa fasilitas ini resmi beroperasi sejak 8 Mei 2022 dengan misi utama sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Melalui pemberdayaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan UMKM lokal, Viaduct diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis kewirausahaan.

“Seiring perjalanannya, Viaduct bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif dan menjangkau berbagai segmen, mulai dari pelajar hingga kalangan menengah ke atas,” kata Fredy.

Ia menilai keberhasilan RPK Viaduct by Gubeg bertahan hampir empat tahun di tengah ketatnya persaingan kuliner pusat kota tidak lepas dari strategi penempatan posisi yang tepat. Saat kafe di sekitarnya didominasi menu kebarat-baratan, Viaduct konsisten menyajikan hidangan khas Nusantara dengan harga kompetitif.

“Strategi ini terbukti efektif. Sepanjang 2025, Viaduct mencatat omzet Rp725.629.834 dengan stabilitas pendapatan bulanan di kisaran hingga Rp50 juta,” ungkapnya. (*)

Berita Terbaru

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa di Surabaya, PDI Perjuangan Turun Tangan

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa di Surabaya, PDI Perjuangan Turun Tangan

Sabtu, 22 Agu 2026 20:41 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 20:41 WIB

SURABAYA – Kepedulian terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di Kota Surabaya ditunjukkan DPC PDI Perjuangan Kota S…

Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis

Geger! Tangisan Bayi dari Kamar Kos Gubeng Bongkar Kematian Tragis

Sabtu, 22 Agu 2026 20:37 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 20:37 WIB

SURABAYA – Tangisan bayi dari sebuah kamar kos di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, pada Rabu (5/8/2026), mengungkap kasus kematian bayi yang baru d…

Sulbar Kondusif, Polda dan Jajaran Perkuat Respons Karhutla serta Pelayanan Masyarakat

Sulbar Kondusif, Polda dan Jajaran Perkuat Respons Karhutla serta Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 22 Agu 2026 15:13 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 15:13 WIB

MAMUJU— Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Barat dalam sepekan terakhir secara umum aman dan kondusif. Polda Sulbar b…

Persempit Ruang Gerak Kejahatan, Tim URC Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam

Persempit Ruang Gerak Kejahatan, Tim URC Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam

Sabtu, 22 Agu 2026 13:20 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:20 WIB

POLDA SULBAR - Memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta meminimalkan potensi gangguan kriminalitas saat malam hari, Tim Unit…

Musancab PKB Surabaya, Gus Thoriq Turut Perkuat Konsolidasi

Musancab PKB Surabaya, Gus Thoriq Turut Perkuat Konsolidasi

Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:13 WIB

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Kantor DPC PKB Surabaya, S…

DPRD Surabaya Soroti 109 Bozem, Sistem Pengendali Banjir Diminta Terintegrasi

DPRD Surabaya Soroti 109 Bozem, Sistem Pengendali Banjir Diminta Terintegrasi

Sabtu, 22 Agu 2026 07:10 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 07:10 WIB

SURABAYA – Sebanyak 109 bozem eksisting di Kota Surabaya dinilai menjadi modal penting dalam mengendalikan banjir. Namun, DPRD Surabaya menilai keberadaan b…