IAW: OTT Bea Cukai Jadi Momentum Bongkar Ekosistem Suap

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi suap
Ilustrasi suap

i

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada awal Februari 2026 memunculkan fakta mengejutkan. Indonesian Audit Watch (IAW) menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk membongkar dugaan ekosistem suap yang lebih luas.
Dalam operasi tersebut, KPK telah menetapkan enam tersangka dan menyeret 12 Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, temuan dua safe house dengan total sitaan lebih dari Rp45 miliar dinilai menyisakan tanda tanya besar.

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, menilai konstruksi perkara yang menempatkan satu perusahaan sebagai pemberi suap tunggal berpotensi timpang. Menurutnya, secara logika audit forensik dan matematika keuangan, angka sitaan sulit dijelaskan jika hanya berasal dari satu sumber.


Berdasarkan keterangan resmi KPK, terdapat dugaan aliran dana rutin Rp7 miliar per bulan kepada oknum pejabat DJBC. Aliran tersebut disebut berlangsung dalam rentang Desember 2025 hingga Februari 2026.


Jika dihitung dalam tiga bulan, total dana diperkirakan mencapai sekitar Rp21 miliar. Angka itu dinilai kontras dengan total sitaan yang menembus lebih dari Rp45 miliar.

Safe house pertama disebut berisi Rp40,5 miliar dalam berbagai mata uang asing dan logam mulia. Sementara safe house kedua di Ciputat, Tangerang Selatan, menyimpan sekitar Rp5 miliar dalam lima koper.

“Kalau dugaan setoran Rp7 miliar per bulan itu berlangsung tiga bulan, hitungannya tidak sampai Rp45 miliar lebih. Ini ketimpangan serius dan harus dijelaskan secara terbuka,” ujar Iskandar.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengakui, penggunaan safe house dalam perkara ini berlangsung masif. Modus tersebut disebut terjadi dalam dugaan tindak pidana korupsi suap importasi barang di DJBC.

Sementara itu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengungkap, adanya pihak lain yang tengah didalami. Ia menyebut kemungkinan keterlibatan forwarder lain di luar yang telah disebut sebelumnya.

Bagi IAW, pengakuan soal adanya “forwarder lain” menjadi pintu masuk penting memperluas penyidikan. Iskandar menilai KPK perlu menelusuri aliran dana lintas korporasi secara komprehensif.

IAW juga menyoroti pertemuan informal sejumlah pejabat DJBC dengan forwarder dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) pada Juni 2025. Pertemuan itu disebut berlangsung di sebuah hotel kawasan Gambir, Jakarta Pusat, berdekatan dengan kebijakan total jalur merah impor.


Menurut Iskandar, jika terdapat undangan, daftar hadir, atau notulen, dokumen tersebut dapat menjadi peta awal yang konkret. Ia mempertanyakan mengapa aspek itu belum dibuka secara terang kepada publik.

IAW mengingatkan, tanpa perluasan penyidikan berbasis data dan pelacakan keuangan yang menyeluruh, risiko pembuktian di persidangan akan besar. Penyidikan yang berhenti pada satu entitas dinilai berpotensi memunculkan persepsi publik soal ketidaklengkapan gambaran perkara.

Sebaliknya, jika diperluas secara komprehensif, OTT ini dapat menjadi pintu masuk membongkar ekosistem suap yang lebih luas. Menurut IAW, langkah tersebut tidak hanya menuntaskan kasus, tetapi juga memperbaiki sistem pengawasan di tubuh Bea Cukai.

Tag :

Berita Terbaru

TNI AL, BNN, BIN, dan Bareskrim Tangkap Kapal Asing MV King Sun di Batam, Narkoba Senilai Rp4,5 Triliun Diamankan

TNI AL, BNN, BIN, dan Bareskrim Tangkap Kapal Asing MV King Sun di Batam, Narkoba Senilai Rp4,5 Triliun Diamankan

Selasa, 11 Agu 2026 13:22 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 13:22 WIB

BATAM- TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Intelijen Negara (BIN), Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan instansi terkait berhasil…

Polda Sulbar Matangkan “4M” Hadapi Karhutla: Personel, Anggaran, Metode, dan Peralatan Disiapkan Terpadu

Polda Sulbar Matangkan “4M” Hadapi Karhutla: Personel, Anggaran, Metode, dan Peralatan Disiapkan Terpadu

Selasa, 11 Agu 2026 09:14 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 09:14 WIB

POLDA SULBAR - Polda Sulawesi Barat bersama instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Selasa…

Polda Sulbar Perkuat Siaga Karhutla: Sinergi Lintas Instansi Lindungi Hutan dan Masyarakat

Polda Sulbar Perkuat Siaga Karhutla: Sinergi Lintas Instansi Lindungi Hutan dan Masyarakat

Selasa, 11 Agu 2026 09:12 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 09:12 WIB

POLDA SULBAR- Polda Sulawesi Barat bersama seluruh instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), …

Catut Nama Artis dan Selebgram, Penipuan Arisan Bodong Diusut Polda Jatim

Catut Nama Artis dan Selebgram, Penipuan Arisan Bodong Diusut Polda Jatim

Selasa, 11 Agu 2026 07:26 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 07:26 WIB

SURABAYA - Usai menerima pengaduan dari korban, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur bergerak melakukan penyelidikan dugaan penipuan …

Adu Seru Lomba 17-an di Rutan Sampang, Warga Binaan dan Petugas Kompak Rayakan HUT RI

Adu Seru Lomba 17-an di Rutan Sampang, Warga Binaan dan Petugas Kompak Rayakan HUT RI

Selasa, 11 Agu 2026 07:06 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 07:06 WIB

SAMAPANG - Semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sampang. Warga binaan dan…

Cegah DBD, Taruna Poltekimipas Edukasi Warga Binaan Rutan Gresik soal Abatisasi

Cegah DBD, Taruna Poltekimipas Edukasi Warga Binaan Rutan Gresik soal Abatisasi

Senin, 10 Agu 2026 22:19 WIB

Senin, 10 Agu 2026 22:19 WIB

Gresik - Dua Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Rumah Tahanan Negara…