Remaja di Tulungagung jadi Korban Penculikan dan Penganiayaan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban penculikan dan penganiayaan di Tulungagung
Korban penculikan dan penganiayaan di Tulungagung

i

BACASAJA.ID - Seorang remaja asal Dusun Selojeneng, Desa Sumbersari, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Pelaku diduga belasan orang tak dikenal.

Mirisnya lagi, remaja bernama Angga Saputra Septian (16) itu, setelah dikeroyok, dibuang di persawahan di Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol. Korban mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan intensif di RS.

Rekan korban, Loka Pramanda (20) pada Sabtu (30/1/21) dinihari selepas latihan silat di Masjid di Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol. Saat latihan itu ada beberapa pemuda mengeluarkan kata-kata kotor sambil mengejar seseorang.

Selang 10 menit, dirinya bersama korban hendak membeli sesuatu ke warung. Sesampainya di eks pabrik keramik Metropol dirinya diteriaki oleh seseorang.

“Hai mandeko (berhenti), terus mengeluarkan kata-kata kotor dan mengejar saya dan korban,” ujar Loka.

Sesampainya di perempatan perumahan Bumi Mas di Desa Tunggulsari, korban berhenti dan dirinya pulang. Sejak itu Loka tidak bertemu korban hingga korban pulang ke rumah pada pagi hari dalam keadaan penuh luka.

Sementara itu organisasi tempat korban berlatih, Pagar Nusa (PN) meminta agar kasus ini diselesaikan secara tuntas. Pengurus Pimpinan Pusat PN bagian Departemen Kependekaran, Ubaidillah Suwito menganggap penganiayaan ini sudah tidak manusiawi. Betapa tidak, seorang remaja dikeroyok oleh 15 orang tanpa alasan jelas.

“Itu sangat tidak manusiawi, 1 anak dianiaya oleh 15 orang,” kata Suwito, Minggu (31/1/2021).

Pihaknya meminta kasus penganiayaan ini diusut tuntas, sehingga ke 15 pelaku ditangkap dan ditahan. “Segera harus diambil tindakan tegas,” kata Suwito dengan tegas.

Disinggung terkait pembinaan di perguruan silat, mengingat kejadian bentrok antara perguruan silat yang terus berulang, bahkan seakan menjadi kejadian rutin tiap bulan di Tulungagung. Suwito bertutur tak akan menoleransi anggotanya yang melanggar hukum.

“Kalau memang ada anak-anak melakukan penganiayaan, melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum, organisasi tidak boleh ikut-ikut, serahkan pada pihak berwajib,” ucap Suwito.

Bahkan dengan tegas Suwito mengatakan tak akan melindungi anggotanya yang menjadi pelaku penganiayaan. “Kalau ditutup-tutupi dan diberi sarana untuk melarikan diri, tidak selesai perkara itu,” katanya dengan tegas (Noyo).

Berita Terbaru

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) penguatan program prioritas Kapolri di Polda…

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

POLDA SULBAR - Memperkuat fondasi penegakan hukum yang bermartabat di wilayah Sulawesi Barat, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto terus mempererat…

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

MAMUJU— Semangat Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan melalui kolaborasi di bidang akademik. Tri Suhendra Arbani, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Negeri (…

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

POLDA SULBAR– Merespons fenomena kejahatan siber dengan modus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Polda Sulbar menerbitkan panduan e…