KPK Dalami Pernyataan Tersangka soal Aliran Uang Suap ke Pimpinan BPK

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
BPK
BPK

i

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran uang suap dari Pemkab Muara Enim kepada pimpinan BPK. Pendalaman dilakukan setelah Titin Rita Lestari mengaku hanya menjalankan tugas dan tidak menerima uang suap langsung.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan penyidik akan menelusuri kebenaran pernyataan Titin melalui pemeriksaan lanjutan. “Apakah aliran uang itu benar seperti yang disampaikan saudari TTN, tentu akan kami dalami dalam pemeriksaan berikutnya,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta yang dikutip, Jumat 12 Juni 2026.

Menurut Taufik, penyidik akan mengonfirmasi dasar pernyataan Titin. Sekaligus mencocokkannya dengan dokumen dan barang bukti yang telah disita, termasuk dokumen elektronik.

“Kami akan melihat dokumen-dokumen yang sudah diamankan penyidik. Serta, mengembangkan temuan tersebut dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Titin dan Augusz Dewanggara alias Angga sebagai tersangka penerima suap. Angga merupakan pihak swasta yang diduga memiliki kedekatan dengan Anggota V BPK, Bobby Adhityo Rizaldi.

Taufik mengungkapkan, Angga pernah tercatat sebagai staf ahli Bobby saat yang bersangkutan masih menjabat anggota DPR RI. Penyidik kini mendalami apakah hubungan tersebut masih berlanjut setelah Bobby menjabat di BPK.

“mungkin rekan-rekan sudah sama-sama ketahui juga bahwa AGG [Angga] ini memang dulunya tercatat sebagai staf ahli ya. Staf ahli di DPR untuk pejabat di BPK,” kata Taufik.

KPK juga menelusuri dugaan aliran dana serta peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut. Menurut Taufik, pengungkapan kasus yang berawal dari OTT membutuhkan proses penyidikan lebih lanjut untuk mengurai keterlibatan pihak terkait.

Selain dua tersangka penerima, KPK menetapkan tiga tersangka pemberi suap, yakni Bupati Muara Enim nonaktif Edison. Marketing PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi, dan Direktur PT Millenium Solusi Abadi Fika.

Seluruh tersangka telah ditahan, kecuali Fika. KPK menduga suap diberikan untuk memengaruhi hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemkab Muara Enim Tahun Anggaran 2025.

Dalam audit tersebut ditemukan nilai yang melebihi batas materialitas dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Dana suap diduga dari Fika melalui Cory pihak penyedia proyek smart board di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim.

Perkara ini juga berkaitan dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi PBJ di Pemkab Muara Enim. KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Edison, Cory Erin Hardi.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, serta Adi Triyadi yang merupakan keponakan Edison. KPK menduga sejumlah dana yang diberikan untuk mengamankan proyek pengadaan smart board kemudian digunakan untuk menyuap pihak BPK guna mengubah hasil audit. 

Tag :

Berita Terbaru

KPK Dalami Mantan Dirut BJB untuk Finalisasi Penghitungan Kerugian Negara

KPK Dalami Mantan Dirut BJB untuk Finalisasi Penghitungan Kerugian Negara

Kamis, 10 Sep 2026 17:22 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 17:22 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi (YR). Yuddy telah ditetapkan sebagai tersangka…

Dari Sekolah Polantas Polda Sulbar Tanamkan Disiplin dan Keselamatan Sejak Dini

Dari Sekolah Polantas Polda Sulbar Tanamkan Disiplin dan Keselamatan Sejak Dini

Kamis, 10 Sep 2026 16:48 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 16:48 WIB

POLDA SULBAR- Menyadari bahwa budaya tertib dan keselamatan di jalan raya tidak bisa tumbuh dalam sekejap, melainkan harus ditanamkan sejak usia sekolah,…

Pantau Pendalaman Audit Itwasum Polri Hari Ke-3, Kapolda Sulbar Pastikan Semua Sesuai Aturan, Dorong Peningkatan Kinerja

Pantau Pendalaman Audit Itwasum Polri Hari Ke-3, Kapolda Sulbar Pastikan Semua Sesuai Aturan, Dorong Peningkatan Kinerja

Kamis, 10 Sep 2026 16:44 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 16:44 WIB

POLDA SULBAR- Memasuki hari ke-3 pelaksanaan Pendalaman Audit Itwasum Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta…

Gelar Akademik Politisi Demokrat  Sukur Prijanto - Sri Wahyuni di Ujung Tandung! Mediasi Gagal, Lanjut Sidang

Gelar Akademik Politisi Demokrat  Sukur Prijanto - Sri Wahyuni di Ujung Tandung! Mediasi Gagal, Lanjut Sidang

Kamis, 10 Sep 2026 07:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 07:42 WIB

SURABAYA — Upaya perdamaian melalui proses mediasi dalam perkara perbuatan melawan hukum (PMH) terkait dugaan keabsahan ijazah dan gelar akademik yang menyeret …

Dirgahayu TNI Angkatan Laut, Kapolda Sulbar Titip Doa dan Harapan Semakin Kuat, Semakin Dicintai Rakyat

Dirgahayu TNI Angkatan Laut, Kapolda Sulbar Titip Doa dan Harapan Semakin Kuat, Semakin Dicintai Rakyat

Kamis, 10 Sep 2026 07:38 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 07:38 WIB

POLDA SULBAR- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Laut, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mewakili seluruh jajarannya…

Mahasiswa Surabaya Mau Bantuan UKT Rp2,5 Juta dan Uang Saku Bulanan? Ini Cara Mendapatkannya dari Pemkot

Mahasiswa Surabaya Mau Bantuan UKT Rp2,5 Juta dan Uang Saku Bulanan? Ini Cara Mendapatkannya dari Pemkot

Kamis, 10 Sep 2026 07:34 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 07:34 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memberikan Bantuan Biaya Perkuliahan/Pendidikan bagi warga Surabaya. Tahun ini, sebanyak 1.214 mahasiswa …