INVESTIGASI: Hukum Mandul di Depan Mata! Intip Wajah Pasar Tumpah Banyu Urip yang Kebal Gusur Selama Bertahun-tahun

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

Surabaya, Bacasaja.id  -Di tengah ambisi Pemerintah Kota Surabaya mempertahankan estetika kota lewat berbagai penghargaan, sebuah paradoks hukum yang mencolok justru tersaji persis di depan mata otoritas wilayah Kecamatan Sawahan. Pasar tumpah Banyu Urip yang telah menahun beroperasi ilegal, hingga kini dibiarkan bebas menduduki ruang publik tanpa tersentuh sanksi.
Ironisme ini kian menebal mengingat pusat kesemrawutan lalu lintas dan tata ruang tersebut lokasinya hanya beberapa meter dari Kantor Kelurahan Banyu Urip.

PENJAJAHAN BAHU JALAN DAN TROTOAR YANG MELEMBAGA 

Berdasarkan pengamatan langsung di area tersebut, aktivitas di pasar tumpah Banyu Urip tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi darurat atau bongkar-muat komoditas harian. Kawasan ini telah beralih rupa menjadi deretan puluhan bangunan semi-permanen dan lapak liar yang memakan sebagian besar badan jalan serta hak pejalan kaki di trotoar.

Dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Hak publik atas jalan yang ramah dan bebas hambatan terampas, memicu kemacetan parah yang menjadi menu harian pengguna jalan. Meski keluhan warga terus bergaung, pemulihan fungsi tata ruang di titik ini tampaknya masih menjadi agenda yang dikesampingkan.

ISU KONGKALIKONG 

Dugaan mengenai adanya sokongan kuat di balik operasional pasar ilegal ini mulai menyeruak ke permukaan. Informasi yang dihimpun dari lingkaran dalam di lapangan mengindikasikan adanya dugaan praktik transaksional atau "main mata" antara pihak pengelola pasar yang diidentifikasi berinisial MS, dengan oknum D di jajaran Kelurahan Banyu Urip.

Ketahanan pasar ini dari jangkauan hukum diperkuat oleh rumor mengenai sikap jemawa MS. Dalam beberapa kesempatan di hadapan publik, MS secara terbuka melontarkan pernyataan provokatif yang menantang pihak manapun yang berniat menghentikan aktivitas pasarnya. Sikap menantang ini memicu tanda tanya besar di benak warga: kekuatan apa yang sebenarnya menyokong MS hingga mampu mendikte otoritas setempat?

SOROTAN TAJAM STANDAR GANDA ATAS PENEGAKKAN PERDA

Sikap pasif aparat penegak peraturan daerah di kawasan ini memicu kritik tajam mengenai adanya tebang pilih dalam penegakan hukum. Satpol PP Kota Surabaya yang biasanya dikenal taktis dan tanpa kompromi saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) demi estetika kota di wilayah lain, dinilai justru kehilangan taringnya di Banyu Urip.

Pembiaran yang berlangsung selama bertahun-tahun ini membuat korps penegak Perda terkesan menutup mata terhadap rentetan dampak buruk yang mendera warga sekitar, mulai dari polusi suara, tumpukan sampah, hingga gangguan aksesibilitas.

Merespons pembiaran kronis ini, Pakar Kebijakan Publik dari salah satu universitas di Surabaya menegaskan bahwa fenomena ini mencerminkan lemahnya posisi pemerintah daerah di hadapan kelompok informal. Keberadaan pasar ilegal yang berbatasan langsung dengan kantor institusi pemerintahan lokal dinilai sebagai preseden buruk yang meruntuhkan wibawa negara.

Menurutnya, penegakan hukum tata ruang tidak boleh dilakukan secara tebang pilih (cherry-picking). 

Ketika aparat bertindak tegas di satu titik namun membiarkan pelanggaran kasat mata di titik lain, ketidakpercayaan publik terhadap integritas institusi penegak hukum akan otomatis meningkat. Ia juga mendesak Wali Kota Surabaya untuk segera mengevaluasi kinerja struktural di tingkat kelurahan serta manajemen Satpol PP di wilayah terkait agar tidak muncul persepsi bahwa aturan hukum dapat dinegosiasikan.

Kini, publik Surabaya bertumpu pada ketegasan Wali Kota dan jajaran pimpinan Satpol PP untuk membuktikan bahwa tidak ada satu pun kelompok atau individu yang berada di atas hukum. Langkah penertiban yang adil dan menyeluruh di Banyu Urip menjadi ujian krusial bagi komitmen Pemkot Surabaya dalam mengembalikan hak-hak ruang publik warganya. 

(wied)

Berita Terbaru

Hacker Asal Jateng Dibekuk Polda Jatim, Bobol Ratusan Website untuk Judi Online

Hacker Asal Jateng Dibekuk Polda Jatim, Bobol Ratusan Website untuk Judi Online

Kamis, 30 Jul 2026 15:34 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 15:34 WIB

SURABAYA - Belajar secara otodidak, pelaku pembobol website salah satu pihak Universitas PGRI Madiun, akhirnya berurusan dengan polisi. Dan, Ditressiber Polda…

Kapolda Sulbar: Kesetaraan Kompetensi Penyidik Kunci Wujudkan Penegakan Hukum yang Profesional dan Berkeadilan

Kapolda Sulbar: Kesetaraan Kompetensi Penyidik Kunci Wujudkan Penegakan Hukum yang Profesional dan Berkeadilan

Kamis, 30 Jul 2026 14:12 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:12 WIB

POLDA SULBAR - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta secara resmi menghadiri kegiatan Pembinaan Teknis dan Peningkatan…

Dua Petugas DLH Surabaya Disanksi Setelah Terbukti Lakukan Pungli PKL di Tugu Pahlawan

Dua Petugas DLH Surabaya Disanksi Setelah Terbukti Lakukan Pungli PKL di Tugu Pahlawan

Kamis, 30 Jul 2026 10:47 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 10:47 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menindak tegas dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota…

Warga Terdampak Kemarau Panjang, Polisi di Pasangkayu Salurkan Ribuan Liter Air Bersih

Warga Terdampak Kemarau Panjang, Polisi di Pasangkayu Salurkan Ribuan Liter Air Bersih

Kamis, 30 Jul 2026 06:17 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 06:17 WIB

PASANGKAYU - Kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata di tengah ancaman musim kemarau panjang. Di wilayah Kabupaten…

Rutan Gresik Gelar Sidang TPP, Pastikan Hak Integrasi Warga Binaan Tepat Sasaran

Rutan Gresik Gelar Sidang TPP, Pastikan Hak Integrasi Warga Binaan Tepat Sasaran

Rabu, 29 Jul 2026 21:59 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 21:59 WIB

GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, menggelar Sidang Tim Pengamat P…

KPK OTT Bupati Pemalang dari Partai Golkar, Amankan Uang Tunai Lebih dari Rp2 Miliar

KPK OTT Bupati Pemalang dari Partai Golkar, Amankan Uang Tunai Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 29 Jul 2026 21:58 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 21:58 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, bersama 20 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT). Penyidik…