SURABAYA – Persiapan Kota Surabaya sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Selain kesiapan venue dan pertandingan, persoalan transportasi, parkir hingga mobilitas suporter dinilai perlu dipersiapkan secara matang.
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma, menyampaikan sejumlah catatan dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surabaya terkait persiapan penyelenggaraan Porprov X.
Menurut William, persoalan akomodasi, khususnya transportasi, harus menjadi salah satu prioritas. Ia meminta Dispora berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi pertandingan.
“Masalah akomodasi, terutama transportasi, saya berharap ada koordinasi dengan Dishub, termasuk masalah parkir,” ujar William.
Ia juga menyoroti perlunya penataan sistem parkir dan kantong-kantong parkir di sekitar venue pertandingan. Persiapan tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama pada cabang olahraga yang diprediksi menarik banyak penonton dan suporter.
Selain itu, William mendorong penerapan pembayaran parkir secara non-tunai. Menurutnya, sistem tersebut perlu dipersiapkan sejak awal agar proses keluar-masuk kendaraan lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean panjang di sekitar venue.
“Pembayaran parkir non-tunai juga harus dipersiapkan,” katanya.
Tak hanya mengandalkan kendaraan pribadi, William mendorong agar transportasi umum milik Pemkot Surabaya dimaksimalkan untuk mendukung mobilitas selama Porprov berlangsung.
Menurutnya, panitia dapat berkoordinasi dengan pengelola Suroboyo Bus dan Wira-Wiri untuk menyediakan akses transportasi bagi atlet, panitia maupun penonton menuju lokasi pertandingan.
“Untuk transportasi umum bagi cabor-cabor, panitia bisa koordinasi dengan Suroboyo Bus dan Wira-Wiri. Terutama untuk cabor favorit yang banyak suporternya, jangan sampai menimbulkan kemacetan,” jelasnya.
William juga mengusulkan adanya halte sementara atau titik pemberhentian khusus di sekitar venue cabang olahraga yang diperkirakan menjadi pusat keramaian.
Keberadaan halte sementara tersebut dinilai dapat memudahkan mobilitas penonton sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan potensi kemacetan.
“Untuk cabor favorit, kalau memungkinkan dibuatkan halte khusus,” tambahnya.
Selain persoalan transportasi dan parkir, William berharap penyelenggaraan Porprov X juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Surabaya. Salah satunya dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangkaian kegiatan Porprov.
Menurutnya, event olahraga berskala besar tersebut bukan hanya menjadi momentum bagi atlet untuk meraih prestasi, tetapi juga peluang untuk menggerakkan perekonomian lokal.
“Kita juga berharap pelaksanaan Porprov ini bisa menggandeng UMKM, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut,” pungkas William.
Editor : Redaksi