Puluhan Warga Tulungagung Protes, Minta Pembangunan Jalan Digeser

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga menghentikan alat berat yang mengerjakan proyek jalan di Dusun Cerme, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. (Foto : Noyo/JP/bacasaja.id)
Warga menghentikan alat berat yang mengerjakan proyek jalan di Dusun Cerme, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. (Foto : Noyo/JP/bacasaja.id)

i

BACASAJA.ID- Puluhan warga Dusun Cerme, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung geram. Pasalnya rencana pembangunan jalan di sempadan sungai Parit Agung mengancam tempat usaha penggergajian batu milik warga.

Bahkan koordinator aksi warga, Purnomo (60) sempat menelepon Kades Gamping, Suyono sambil marah-marah. Purnomo meminta Kades menjelaskan perihal pembangunan jalan ini pada warga, namun Suyono tak kunjung datang.

Pembangunan jalan di bantaran Parit Agung ini yang diinisiasi Kades dan Perum Jasa Tirta I ini mengenai rumah dan tempat usaha warga. “Kami tidak menolak pembangunan jalan. Tapi kan bisa digeser ke barat, menjauh dari rumah warga,” ujar Purnomo, Senin (12/4/2021).

Kemarahan warga bertambah saat ada informasi Kades mengintimidasi warga. Dari informasi warga, Kades mendatangi truk warga dan mengancam akan membakar truk yang akan menurunkan balok batu.

Warga yang kesal lalu berkumpul dan menghentikan aktifitas alat berat yang sedang mengerjakan pengerjaan jalan. “Bilangnya ditelepon sanggup datang. Tapi ternyata tidak berani menemui warga,” ucap Purnomo kesal.

Pembangunan jalan di bantaran sungai ini selebar 3 meter, dengan bahu jalan 3,5 di kedua sisi. Padahal di kedua sisi jalan itu banyak rumah dan tempat usaha warga. “Kalau misalnya ada teras rumah yang kena sedikit, buat apa? Lahannya kan luas, bisa digeser agar rumah warga selamat,” tegas Purnomo.

Lahan yang digunakan usaha warga adalah lahan milik PJT I. Selama ini warga membayar sejumlah uang sewa pada PJT I. Namun sejak 2019 warga tak lagi ditarik uang sewa, dan menanami dengan sengon.

Sejak sebulan lalu, ada sosialisasi rencana pembuatan jalan di sempadan sungai ini. Pepohonan sengon di sisi sungai mulai ditebang. Warga pun disuruh menyingkirkan barang-barang di tempat produksi mereka.

“Ini tempat kerja warga, tempat cari makan warga. Usaha warga yang sudah mapan kenapa malah diganggu,” tegas Purnomo. Warga yang didominasi perajin batu kemudian menghimpun tanda tangan.

Sementara itu Kades Gamping, Suyono berdalih tak bisa menemui warga lantaran sedang berada di Kecamatan Besuki. Disinggung adanya penolakan dari warga terkait pembangunan jalan ini, Suyono mengaku sudah melakukan sosialisasi pada warga. “Ada 90 warga sekitar yang sudah setuju dengan pembangunan jalan ini,” jelasnya.

Warga ini hadir saat sosialisasi dengan PJT I dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Surabaya. Sayangnya perwakilan pengusaha batu tak hadir saat sosialisasi.

Suyono melanjutkan, pihak BBWS dan PJT I melihat bantaran sungai ini sempat kaget. Pasalnya dari pengakuan BBWS dan PJT I, sejak tahun 2017 sudah tidak menyewakan bantaran sungai pada warga.

Uang sewa ditarik oleh PJT Wonorejo, sementara dari PJT I mengaku tak pernah menyewakan tanah kepada warga. Sedianya jalan itu akan dibangun selebar 11 meter, menyambung dengan jalan yang sudah ada. “Rencananya akan dibuat lokasi wisata, nanti ada tanaman buah-buahan,” jelasnya.

Menanggapi penolakan warga itu, Suyono berencana akan mengundang kembali BBWS Surabaya dan PJT I untuk melakukan sosialisasi ulang pada warga. (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melaksanakan uji coba penerapan aplikasi E‑Teguran di depan Gedung BPKB Mamuju, Rabu (2…

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan seorang pejabat Bea Cukai sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang. P…

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:54 WIB

SURABAYA- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, menyoroti perencanaan pembiayaan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025 usai mengikuti…